Sukses

Gaya Chatting dan Pengaruhnya Terhadap Hubungan Asmara

Chatting saat menjadi salah satu bentuk komunikasi dalam sebuah hubungan. Gaya chatting tertentu ternyata dapat memengaruhi hubungan, lho.

Chatting atau berkirim pesan singkat adalah salah satu cara berkomunikasi dengan pasangan. Berkirim pesan singkat dapat dilakukan saat Anda dan pasangan sedang tidak bersama atau jarang bertemu.

Chatting juga dapat menjadi cara untuk menguatkan dan meningkatkan kualitas hubungan dengan pasangan.

Perlu diketahui, gaya chatting dengan pasangan ternyata dapat memengaruhi hubungan asmara, lho.

1. Sama-sama Suka Bertukar Pesan

Melansir Very Well Health, saling mengirim pesan pujian, gambar dan meme lucu, atau komentar positif dapat membuat mood pasangan membaik.

Bertukar pesan sembari memberitahukan hal-hal baik juga dapat membuat pasangan lebih bahagia serta menguatkan bonding (ikatan) antara Anda berdua.

Bahkan menurut studi yang dipresentasikan pada American Psychological Association Convention, pasangan yang memiliki kebiasaan sama ketika chatting cenderung lebih bahagia dan puas terhadap hubungan yang dijalaninya.

Artikel Lainnya: Smartphone Bisa Sebabkan Putus Cinta, Ini Alasan Psikologisnya

1 dari 3 halaman

2. Terlalu Sering Mengirim Pesan

Mengirim pesan terlalu sering pada pasangan dapat menjadi tanda hubungan asmara yang kurang sehat. Misalnya, pasangan yang berkirim pesan tanpa henti, bisa menunjukkan bahwa ia clingy.

Clingy adalah kondisi ketika seseorang memiliki emosional yang terlalu dekat dan bergantung kepada orang lain.

Tak dimungkiri, terlalu banyak mengirim pesan juga dapat membuat pasangan jengkel. Selain itu, tidak semua orang punya waktu luang untuk merespons pesan singkat.

3. Chatting Terlalu Singkat

Tidak semua orang suka berkomunikasi dengan bertukar pesan yang terlalu singkat. Orang tersebut umumnya akan membalas chatting-an dengan pesan atau kalimat yang lebih sedikit.

Artikel Lainnya: Selalu Terjebak Hubungan Toxic, Perlukah ke Psikolog?

Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog mengatakan, “Ada orang yang lebih suka berkomunikasi dan mengungkapkan kasih sayang secara langsung. Tetapi saat harus via chat, tentu akan ada perbedaan.”

Perbedaan ini harus dikomunikasikan jelas dengan pasangan. Dikhawatirkan, salah satu pihak merasa bahwa pasangannya cuek atau tidak menaruh perhatian yang sama kepadanya.

2 dari 3 halaman

4. Terlalu Sering Sexting

Sexting atau saling mengirim pesan seks menggoda memang dapat memberi bumbu dalam hubungan asmara Anda.

Namun menurut penelitian yang dipublikasi oleh Frontiers in Psychology, terlalu sering sexting cenderung menyebabkan banyak konflik di dalam hubungan.

Pasangan yang sering sexting cenderung melaporkan tingkat komitmen dan keterikatan yang lebih rendah, dilansir dari VeryWell.

Untuk tahu tips hubungan asmara atau masalah kesehatan mental lainnya, Anda dapat membaca artikel di aplikasi Klikdokter. Anda juga dapat berkonsultasi ke dokter melalui fitur Live Chat.

(OVI/JKT)

Referensi:

Very Well Mind. Diakses 2021. Understanding The Dynamics of Texting in Relationship:

Journal Plos One. Diakses 2021. Depression, anxiety, and smartphone addiction in university students- A cross sectional study:Eureka Alert. Diakses 2021. It's complicated: Our relationship with texting.

Frontiers in Psychology. Diakses 2021. Sexting Among Adolescents: The Emotional Impact and Influence of the Need for Popularity.

0 Komentar

Belum ada komentar