Sukses

Mengapa Orang Bisa Terjebak Penipuan Rekayasa Sosial?

Belakangan terjadi penipuan rekayasa sosial akibat tren media sosial. Mengapa korban dapat terjebak dalam modus itu? Ini kata psikolog.

Tren di Instagram “Add Yours” telah dijadikan media penipuan rekayasa sosial oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Modus ini bermula dari pembagian beragam data pribadi, mulai dari nama panggilan hingga nama orangtua.

Data tersebut akhirnya disalahgunakan untuk menipu korban. Salah satu bentuk penipuan rekayasa sosial ialah transfer sejumlah uang kepada pelaku.

Bergerak dari kasus korban terjebak penipuan itu, sebenarnya hal apa yang menariknya hingga terjerat modus tersebut?

 

1 dari 3 halaman

Faktor Penyebab Orang Terjebak Penipuan Rekayasa Sosial

Dijelaskan oleh Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, ada beberapa alasan yang dapat membuat orang mudah percaya pada modus rekayasa sosial:

1. Rasa Ingin Membantu Orang Lain

Tidak ada salahnya memiliki sifat ingin membantu orang lain. Namun, di era teknologi modern saat ini, sebaiknya Anda lebih berhati-hati lagi jika ingin menolong seseorang.

Jika mendapat e-mail, pesan teks, atau telepon dari orang yang tidak dikenal ataupun mengaku sebagai teman lama, pastikan periksa kembali nomor atau e-mail pengirim. Konfirmasi pula ke teman apakah ia benar mengirimkan pesan atau menelepon.

Penipu rekayasa sosial sering mengarang cerita dan membuat Anda merasa iba. Jangan terburu-buru mengambil tindakan. Cek terlebih dahulu sebelum mengirimkan bantuan.

Artikel Lainnya: Waspada, Tren Blackout Challenge Bisa Sebabkan Kondisi Fatal!

2. Kecenderungan untuk Memercayai Orang yang Tidak Dikenal

Beberapa orang terkadang memiliki tingkat kewaspadaan rendah. Risikonya, mereka dapat mudah percaya kepada modus rekayasa sosial.

Oleh karena itu, cobalah tingkatkan kewaspadaan, terutama kepada orang yang baru dikenal.

3. Lengah

Kewaspadaan seseorang dapat menurun akibat banyak hal. Misalnya, orang yang sedang sibuk bekerja atau menyelesaikan masalah mungkin akan fokus pada hal tersebut, sehingga kurang waspada atau aware dengan lingkungan sekitar.

“Mereka yang percaya dengan modus social engineering karena kesadaran atau awareness mereka sedang menurun, sehingga si individu dengan mudah terjebak dengan modus penipuan rekayasa sosial,” ucap Psikolog Ikhsan. 

Terlebih lagi, menurut Ikhsan, para pelaku melakukan aksinya menggunakan nama panggilan atau hal-hal yang familiar dengan korban.

Akibatnya, saat kesadaran menurun, dengan mudah korban bisa percaya dengan pelaku.

2 dari 3 halaman

Lakukan Ini agar Tidak Tertipu Rekayasa Sosial

Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan agar tidak mudah terjebak penipuan rekayasa sosial:

1. Tingkatkan Kewaspadaan

Para pelaku umumnya ingin Anda bertindak terlebih dahulu, baru berpikir kemudian. Jika mendapat pesan atau telepon yang bersifat urgent (darurat), jangan cepat percaya atau panik.

Artikel Lainnya: Alasan Kenapa Anda Tak Perlu Terlalu Baik pada Orang Lain

Ikhsan mengatakan, Anda harus memiliki sikap selalu memvalidasi informasi yang diterima. Tujuannya, agar mengetahui benar atau tidaknya informasi yang disampaikan orang lain.

“Misalnya, modusnya mengaku sebagai teman kecil kita, tapi nomornya berbeda. Kita coba kontak nomor yang kita punya atau kontak via Instagram. Tunggu respons teman kita, jangan terburu-buru mengambil sikap,” ucap Ikhsan.

2. Jaga Identitas Pribadi

Penipu modus rekayasa sosial sering menggunakan identitas untuk memanipulasi korban.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda berhati-hati saat membagikan data pribadi kepada orang lain, baik di media sosial ataupun kehidupan nyata.

3. Waspada terhadap Unduhan Apa Pun

Jika Anda menerima link atau file dari pengirim yang tidak dikenal, jangan buru-buru klik ataupun mengunduh (download) data itu. Bisa saja saat Anda download atau klik link tersebut, data pribadi tersedot.

4. Amankan Perangkat Elektronik dengan Filter Spam

Saat ini sudah diciptakan aplikasi untuk mengaktifkan filter spam pada telepon atau komputer. Fitur spam akan membantu Anda memfilter nomor atau e-mail mencurigakan.

Namun, pastikan aplikasi filter yang Anda gunakan terjamin aman dan memiliki izin.

Mulai sekarang, yuk gunakan media sosial dengan lebih bijak dan hati-hati!

Dapatkan beragam konten kesehatan mental atau psikologi yang lengkap di aplikasi Klikdokter. Anda juga bisa konsultasi lebih mudah dengan psikolog lewat LiveChat.

(FR/AYU)

Referensi:

Wawancara Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog.

MedIndia. Diakses 2021. US Internet Users Easy Prey to Scams: Study.

Elsevier Public Health Emergency Collection. Diakses 2021. Why is phishing still successful?

0 Komentar

Belum ada komentar