Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Lingkungan Kerja vs Gaji, Mana yang Paling Pengaruhi Mental?

Lingkungan Kerja vs Gaji, Mana yang Paling Pengaruhi Mental?

Kualitas lingkungan kerja dan besaran gaji, manakah yang lebih berpengaruh pada kesehatan mental? Simak pemaparan psikolog di sini.

Kondisi lingkungan kerja dan besaran gaji sama-sama dapat berdampak pada kesehatan mental seseorang. Keduanya dapat meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas kerja. 

Namun sebaliknya, lingkungan kerja dan besaran gaji juga dapat menimbulkan kelelahan fisik dan mental, menyebabkan stres, hingga mengganggu pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari. 

Meski begitu, di antara keduanya, manakah yang lebih memengaruhi kondisi mental sesungguhnya, kualitas lingkungan kerja atau besaran gaji? Ketahui jawabannya lewat ulasan berikut.

1 dari 2 halaman

Lingkungan Kerja vs Gaji

Kualitas lingkungan kerja lebih memengaruhi kesehatan mental, dibandingkan dengan besaran gaji. Hal ini disampaikan oleh Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog.

“Karena ketika lingkungan kerjanya toxic, baik rekan kerjanya atau atasannya, maka burnout (stres berat) di lingkungan kerjanya juga semakin besar ketimbang karena gaji,” papar Ikhsan.

Perlu diketahui, lingkungan kerja dikatakan toxic jika rekan kerja maupun atasan, membuat seseorang di dalam lingkungan tersebut merasa dikucilkan, disepelekan, diintimidasi, dan dilecehkan.

Artikel Lainnya: Waspada, Ini Jenis Bullying di Tempat Kerja!

Sebuah studi yang dipublikasikan Journal of Occupational Health Psychology mengungkapkan, lingkungan kerja toxic dapat menyebabkan kesehatan mental terganggu.

Pengaruh lingkungan kerja terhadap kesehatan mental di antaranya menimbulkan gejala insomnia dan depresi klinis.

Insomnia merupakan gangguan yang menyebabkan penderitanya kesulitan tidur. Sementara depresi klinis merupakan jenis depresi yang terjadi karena penderitanya mengalami ketegangan biologis, psikologis, dan sosial.

Pengidap depresi klinis dapat mengalami sejumlah gejala, seperti memikirkan kematian berkepanjangan, memiliki kecenderungan melukai diri sendiri, hingga berupaya bunuh diri.

Artikel Lainnya: Kenapa Pekerja Perlu Dapat Libur 2 Kali dalam Seminggu?

Psikolog Ikhsan mengatakan bahwa dampak buruk lingkungan kerja toxic pada kesehatan mental terjadi karena orang tersebut merasa tidak dihargai di tempatnya bekerja. 

“Mereka juga kurang mendapatkan support dan menerima tuntutan kerja yang tidak realistis, sehingga bikin stres dan burnout, akhirnya berpengaruh ke mentalnya,” terang psikolog Ikhsan.

“Terlebih, jika stres dan emosi negatifnya selalu dipendam. Akhirnya bentuk penyalurannya jadi salah, entah disalurkan ke keluarga atau memicu sifat merusak lainnya,” dia menambahkan.

Sebaliknya, individu yang menerima gaji kecil, namun bekerja di lingkungan yang sehat, belum tentu mengalami gangguan psikologis. 

Meski begitu, psikolog Ikhsan tidak menampik, pengaruh gaji juga dapat menyebabkan individu mengalami stres.

Hal ini misalnya dapat terjadi pada orang yang jumlah gajinya kecil, namun memiliki beban kerja yang tidak sesuai dengan pendapatan.

Artikel Lainnya: Suka Bekerja Multitasking? Jangan Dibiasakan, Ini Dampak Buruknya

Gangguan psikologis juga dapat dialami orang yang bekerja dengan gaji besar, namun memiliki pekerjaan yang berisiko meningkatkan stres.

Dua contoh kasus tersebut diklasifikasikan oleh peneliti dari University of Manchester di Inggris sebagai pekerjaan yang berkualitas buruk.

Pekerjaan yang berkualitas buruk meliputi lingkungan kerja toxic maupun tidak memberikan keamanan secara psikologis dan finansial.

Melalui studi yang diterbitkan pada International Journal of Epidemiology, peneliti menemukan bahwa pekerjaan yang berkualitas buruk dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami masalah kesehatan.

“Yang pasti keduanya (lingkungan kerja toxic dan besaran gaji) bisa menimbulkan stres pada masing masing orang, tergantung apa yang dirasa penting bagi orang itu,” psikolog Ikhsan mengamini.

Kualitas lingkungan kerja dan besaran gaji sama-sama dapat berdampak pada kesehatan mental. Oleh karena itu, pastikan untuk memilih tempat kerja maupun gaji yang ideal menurut Anda.

Jika ingin bertanya lebih lanjut seputar info kesehatan mental lainnya, konsultasikan kepada psikolog atau dokter via Live Chat.

(OVI/JKT)

Referensi:

Verywell Mind. Diakses 2021. How a Toxic Work Environment Affects Your Mental Health.

American Psychological Association. Diakses 2021.Workplace incivility and employee sleep: The role of rumination and recovery experiences.

International Journal of Epidemiology. Diakses 2021. Re-employment, job quality, health and allostatic load biomarkers: prospective evidence from the UK Household Longitudinal Study.

The University of Manchester. Diakses 2021. Having a bad job can be worse for your health than being unemployed.

0 Komentar

Belum ada komentar