Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Mengenal Vaksin Covovax, Metode, Efikasi dan Efek Samping

Mengenal Vaksin Covovax, Metode, Efikasi dan Efek Samping

Disebut punya tingkat efikasi 89,7-90,4 persen untuk atasi infeksi COVID-19, ini cara kerja dan efek samping vaksin Covovax.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI pada Rabu (17/11) lalu menerbitkan izin penggunaan darurat (EUA) vaksin COVID-19 Covovax.

Covovax merupakan vaksin COVID ke-11 yang memperoleh EUA di Indonesia. Vaksin ini diproduksi oleh perusahaan farmasi asal India, Serum Institute of India (SII) Pvt. Ltd.

Nantinya, vaksin Covovax akan diperuntukkan bagi orang dewasa berusia 18 tahun ke atas. 

Bagaimana cara kerja vaksin tersebut? Seperti apa efikasi dan efek samping yang ditimbulkan vaksin Covovax? Simak penjelasannya melalui uraian berikut.

1 dari 3 halaman

Cara Kerja Vaksin Covovax

Vaksin Covovax bekerja menggunakan teknologi rekombinan protein. Disampaikan dr. Devia Irine Putri, vaksin rekombinan protein merupakan vaksin yang diambil dari subunit glikoprotein spike atau bagian kecil dari virus SARS-CoV-2. 

“Vaksin ini kemudian disuntikan ke manusia, sehingga bisa memicu kekebalan tubuh,” jelasnya.

Umumnya, komponen yang diambil dari glikoprotein spike berasal dari epitope protein E, M, N, dan S dari SARS-CoV-2.

Dengan menggunakan subunit glikoprotein spike, vaksin rekombinan protein seperti Covovax bekerja dengan meningkatkan respons sel T terhadap virus corona

Artikel Lainnya: Ini Alasan Pemberian Vaksin Virus Corona Tak Cukup Sekali

Sel T atau T-cell merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang berfungsi menyerang antigen (zat asing dari luar tubuh, dalam hal ini coronavirus) secara spesifik. 

Ketika respons sel T meningkat, maka akan semakin mudah mengidentifikasi dan menghancurkan virus SARS-CoV-2 yang menginfeksi tubuh.

Di saat bersamaan, sistem imun juga memproduksi antibodi dalam jumlah besar. Pada gilirannya, sistem kekebalan tubuh membangun pertahanan guna mencegah infeksi virus corona di kemudian hari.

Meski begitu, sejumlah ahli berpendapat, vaksin rekombinan protein seperti Covovax masih memiliki kekurangan. Hal ini karena vaksin ini hanya menggunakan bagian kecil virus.

Akibatnya, kemampuan vaksin Covovax untuk memicu respons imun yang stabil dalam jumlah besar masih diragukan. Untuk mengatasi kekurangan tersebut, vaksin Covovax dilengkapi adjuvan Matrix-M1.

Adjuvan merupakan substansi yang bertugas memperkuat dan meningkatkan respons imun terhadap antigen. Adjuvan Matrix-M1 merupakan jenis adjuvan berbasis saponin yang terbuat dari partikel nanometer, kolesterol, dan fosfolipid.

Berdasarkan Drug Bank, senyawa ini diberikan bersama vaksin COVID untuk meningkatkan fungsi biologis tubuh. Caranya dengan menciptakan respons imun yang kuat dan tahan lama.

Hal ini karena, adjuvan Matrix-M1 dapat meningkatkan antibodi neutralizing, antibodi yang melindungi sel dan bekerja dengan menetralkan efek apapun yang diciptakan virus corona.

Jika diproduksi dalam jumlah besar, antibodi neutralizing dapat mencegah terjadinya infeksi COVID-19. 

Artikel Lainnya: Mengenal Vaksin Corona CanSino yang Cuma Sekali Suntik

2 dari 3 halaman

Efikasi Vaksin Covovax

BPOM mengungkapkan, vaksin Covovax telah memenuhi syarat berdasarkan standar evaluasi mutu Internasional yang ditentukan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, maupun European Medicines Agency (EMA).

Hal ini salah satunya karena vaksin Covovax telah menjalani rangkaian uji klinis untuk membuktikan tingkat efikasi (kemanjuran) vaksin. 

Uji klinis vaksin Covovax dilakukan di sejumlah negara, meliputi Australia, Amerika Serikat, Meksiko, Inggris, dan Afrika Selatan. Selain itu, produsen vaksin Covovax, SII juga sudah melakukan uji klinis kedua di India.

Hasil uji klinis yang dilakukan pada orang dewasa usia 18 tahun ke atas mengungkapkan bahwa vaksin Covovax memiliki tingkat efikasi sebesar 89,7-90,4 persen untuk mengatasi berbagai tingkat keparahan infeksi COVID-19.

Selain itu, untuk tingkat keparahan infeksi virus corona dengan gejala sedang-berat, vaksin Covovax memiliki tingkat efikasi sebesar 86,9-100 persen.

Adapun untuk kelompok lansia, vaksin Covovax memiliki tingkat efikasi sebesar 88,9 persen.

Efek Samping Vaksin Covovax

Vaksin Covovax akan diberikan sebanyak dua dosis dengan 5 mg per dosisnya. Interval waktu pemberian antara dosis pertama dan kedua, yaitu 21 hari. 

Adapun efek samping yang ditimbulkan vaksin Covovax, menurut BPOM, berkisar pada efek samping ringan hingga sedang. Di antaranya, nyeri lokal, sakit kepala, kelelahan, nyeri otot/myalgia, tenderness, dan demam.

Itulah serba-serbi vaksin Covovax. Jika ingin bertanya lebih lanjut seputar vaksinasi COVID, konsultasi ke dokter via Live Chat.

(PUT/JKT)

Referensi:

BPOM RI. Diakses 2021. Badan POM Terbitkan EUA Vaksin Covovax Sebagai Vaksin Alternatif Ke-11 dalam Penanganan Pandemi.

COVID19 RI. Diakses 2021. Badan POM Terbitkan Izin Penggunaan Darurat untuk Vaksin COVID-19 COVOVAX.

WHO. Diakses 2021. Tanya Jawab: Bagaimana cara vaksin dikembangkan?

Drug Bank. Diakses 2021. Matrix-M.

0 Komentar

Belum ada komentar