Sukses

Masalah Gigi dan Mulut Akibat Vape

Sama dengan rokok tembakau, vape juga bisa menyebabkan berbagai masalah gigi dan mulut. Simak penjelasannya di sini.

Rokok elektrik atau vape tidak sama dengan rokok tradisional yang membakar tembakau.

Sebaliknya, mereka memiliki kartrid berisi cairan yang biasanya mengandung minyak perasa, nikotin, tetrahydrocannabinol (THC), atau cannabinoid (CBD), dan bahan kimia lainnya.

Bahan kimia cair tersebut dipanaskan hingga menghasilkan uap untuk kemudian dihirup. Itulah alasan penggunaan rokok elektrik disebut vaping.

Meskipun diyakini vape lebih aman dari rokok tembakau, nyatanya risiko yang ditimbulkan serupa.

Melansir Healthline, salah satu efek negatif vape bisa terjadi pada gigi. Vaping juga dapat mengganggu kesehatan mulut secara keseluruhan. Ulasan berikut ini akan membahas masalah gigi dan mulut apa saja yang timbul akibat vape.

1 dari 3 halaman

Efek Vape pada Kesehatan Gigi

Adapun beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa rokok elektrik dapat menyebabkan berbagai masalah gigi dan mulut. Di antaranya:

1. Sariawan dan Kerusakan Gigi

Vape dapat merusak gigi sekaligus memicu timbulnya sariawan. Ini terjadi karena kandungan propilen glikol yang umum ditemukan di rokok elektrik. Kandungan ini mampu mengikat kelembapan di dalam mulut.

Efeknya adalah mulut dan tenggorokan akan menjadi kering dan berkontribusi pada kerusakan gigi dan sariawan. drg. Wiena Manggala Putri mengatakan, “Menggunakan rokok elektrik menyebabkan mulut kering yang juga dapat meningkatkan risiko gigi berlubang dan bau mulut.”

Kondisi mulut kering masih dianggap sepele. Padahal,  ketika dibiarkan hingga parah akan menyebabkan masalah lain pada gigi dan juga gusi.

Artikel Lainnya: Waspada, Ngevape Bisa Bikin Gigi Kuning

2. Peradangan pada Gusi

Vape tak hanya merusak gigi. Dokter Heather Kunen, DDS, MS, seorang ortodontis di New York, mengatakan kepada Healthline bahwa paparan nikotin di area mulut mampu menyempitkan pembuluh darah dan mencegah aliran darah yang sehat.

Dengan begitu, peradangan pada jaringan gusi pun akan terpicu ketika Anda merokok, termasuk menggunakan rokok elektrik. Salah satu gejala radang gusi atau disebut juga gingivitis adalah bau mulut.

Jika gejala sudah muncul tetapi Anda tidak berhenti vaping, maka akan memicu penyakit periodontal.

3. Penyakit Periodontal

Penyakit periodontal atau penyakit gusi ditandai dengan masalah pada jaringan di sekitar gigi. Dalam hal ini disebabkan oleh uap nikotin dan komponen lain yang dihasilkan rokok elektrik.

Paparan uap yang dihasilkan rokok elektrik mampu merusak email gigi dan membuat gusi turun. Di samping itu, uap yang dihasilkan rokok elektrik juga dapat menyebabkan bakteri berlebih di mulut.

Ini disebabkan oleh uap yang masuk ke mulut akan menetap di celah-celah atau sela-sela gigi.

Kemudian, akan menumpuk dan menjadi tempat berkembangbiaknya bakteri di sepanjang gusi. Penyakit periodontal adalah penyebab nomor satu dari kehilangan gigi.

Artikel Lainnya: Manfaat Meninggalkan Vape, si Rokok Elektrik

4. Kanker Mulut

Masalah gigi dan mulut tahap lanjut akibat vape adalah risiko kanker mulut.

Dilansir dari Healthline, sebuah studi menunjukkan bahwa rokok elektrik mengandung karsinogen. Ini dapat menyebabkan perubahan DNA dan mengarah ke kanker.

Studi lain yang dirilis tahun 2018 oleh American Chemical Society juga menunjukkan bahwa bahan kimia pada rokok elektrik dapat merusak DNA, sehingga meningkatkan risiko terkena kanker.

Meski begitu, terkait efek vape pada kesehatan gigi dan mulut ini masih perlu penelitian lebih lanjut lagi.

2 dari 3 halaman

Lakukan Ini Agar Vape Tidak Merusak Gigi

Jika Anda salah satu pengguna vape, menjaga gigi dan gusi harus dilakukan lebih ekstra. Ini dilakukan agar vape tidak merusak gigi dan mengganggu kesehatan mulut.

Dokter Gigi Wiena menyarankan untuk membatasi penggunaan vape setiap hari. Selain itu, sebaiknya Anda melakukan beberapa pencegahan, seperti:

  • Minum air setelah vaping untuk menghindari mulut kering dan bau mulut.
  • Sikat gigi di pagi hari dan sebelum tidur di malam hari, serta gunakan pasta gigi berfluoride.
  • Kunjungi dokter gigi secara teratur untuk deteksi dini dan pengobatan masalah gigi yang mendasarinya. Pastikan untuk mengunjungi dokter gigi minimal 6 bulan sekali.

Itulah tadi serba-serbi mengenai efek vape pada kesehatan gigi dan gusi. Anda dapat mengurangi risiko masalah gigi akibat vape dengan melakukan cara-cara di atas.

Jika Anda ingin chat dengan dokter gigi, gunakan layanan LiveChat 24 jam di aplikasi Klikdokter.

(PUT/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar