Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Waspada Bahaya Community-Acquired Pneumonia di Masyarakat

Waspada Bahaya Community-Acquired Pneumonia di Masyarakat

Community acquired pneumonia adalah infeksi pneumonia yang menular dari lingkup masyarakat di luar pusat kesehatan. Bagaimana gejala dan cara mengobatinya?

Pneumonia merupakan jenis penyakit paru-paru yang dapat menyebabkan masalah pernapasan. Infeksi ini bisa terjadi di lingkungan rumah sakit, maupun pada orang yang tidak bepergian ke fasilitas kesehatan.

Jika menyerang individu yang tidak mengunjungi rumah sakit ataupun area pelayanan kesehatan lainnya, pneumonia ini disebut community acquired pneumonia (CAP).

Jadi, community acquired pneumonia adalah adalah pneumonia yang terjadi di community setting (di lingkungan masyarakat selain faskes).

1 dari 4 halaman

Penyebab Community-Acquired Pneumonia

Berbagai jenis bakteri dapat menyebabkan pneumonia. Tetapi, ada beberapa bakteri tertentu yang menyebabkan CAP. 

Streptococcus pneumoniae merupakan bakteri yang paling sering menimbulkan CAP pada orang dewasa. Beberapa bakteri lainnya yang dapat menyebabkan community acquired pneumonia, antara lain:

  • Haemophilus influenzae
  • Mycoplasma pneumoniae
  • Klamidia pneumonia
  • Legionella
  • Stafilokokus aureus
  • Gram-negative bacilli

Artikel lainnya: Artificial Intelligence untuk Deteksi Pneumonia COVID-19

Namun, virus flu (influenza) menjadi penyebab CAP yang utama. Saat terjangkit flu, penderita lebih mungkin terkena pneumonia akibat bakteri. Jenis ini dapat lebih buruk daripada pneumonia virus. 

Pasalnya, ketika penderita terinfeksi virus dan tak kunjung sembuh, ia bisa saja mengalami infeksi sekunder dari bakteri. Hal ini dipengaruhi pula oleh sistem imun yang sedang lemah.

Dokter Astrid Wulan Kusumoastuti menjelaskan, “Infeksi virus sifatnya self-limiting disease atau bisa sembuh sendiri. Tapi, kalau sembuhnya lama atau gejalanya parah sekali, bisa ada infeksi bakteri yang ‘menunggang’ infeksi virus tadi.”

Akibatnya, durasi penyakit atau gejala yang dialami bisa semakin memanjang.

Jenis virus lain yang juga dapat menyebabkan CAP ialah virus parainfluenza, echovirus, adenovirus, dan coxsackievirus.

2 dari 4 halaman

Bagaimana Community Acquired Pneumonia Menginfeksi Tubuh?

Menurut Cedars Sinai Hospital, AS, bakteri dapat tumbuh di dalam tubuh dan menyebabkan penyakit. Beberapa jenisnya bisa mengakibatkan infeksi paru dan pneumonia. 

Kondisi tersebut mengganggu kerja sistem pernapasan. Sebagai contoh, oksigen bisa kesulitan masuk ke darah sehingga menyebabkan sesak napas. 

Saat tubuh kesulitan mendapatkan oksigen untuk bernapas, pneumonia bisa menyebabkan kematian. 

Artikel lainnya: Potensi Manfaat Bisfosfonat untuk Mengobati Pneumonia

Terkadang bakteri tersebut dapat menyebar dari satu orang ke orang lain. Saat seseorang yang terinfeksi bakteri bersin atau batuk, Anda mungkin menghirup bakteri hingga masuk ke paru-paru, bila berada di area yang sama. 

Saat sistem kekebalan tubuh tidak membunuh bakteri terlebih dahulu, bakteri dapat tumbuh dan menyebabkan pneumonia. 

Community acquired pneumonia dapat terjadi karena infeksi dari berbagai jenis patogen, termasuk bakteri, virus, jamur, atau parasit. Gejala pneumonia yang bisa muncul dapat bersifat ringan hingga berat. Jenis bakteri tertentu bisa menyebabkan infeksi serius.  

Siapa Saja yang Bisa Terjangkit CAP?

Dokter Astrid mengatakan, “Orang-orang yang berisiko terkena CAP adalah lansia di atas 65 tahun, perokok, alcoholic, memiliki gangguan daya tahan tubuh seperti ODHA atau sedang konsumsi obat imunosupresan, dan memiliki riwayat gangguan paru lain seperti PPOK.”

“Komplikasi dari penyakit CAP adalah efusi pleura, kavitasi paru, sepsis, gagal napas, dan lain-lain,” tambahnya.

Gejala Community-Acquired Pneumonia 

Melansir MSD Manual, gejala CAP meliputi malaise (rasa lelah dan tidak enak badan), menggigil, badan kaku, demam, batuk, sesak napas, dan nyeri dada. Pneumonia juga dapat menimbulkan nyeri perut bagian atas. 

Gejala pada pencernaan seperti mual, muntah, dan diare juga umum terjadi. Pada dasarnya, gejala community acquired pneumonia bisa bervariasi pada setiap penderita, contohnya karena faktor usia.

Artikel lainnya: Tipe-tipe Pneumonia yang Harus Diketahui

3 dari 4 halaman

Pengobatan dan Pencegahan Community-Acquired Pneumonia

Pengobatan community acquired pneumonia bisa bervariasi, tergantung gejala dan jenis patogen yang menyebabkan pneumonia. 

Jika menderita pneumonia berat, mungkin pasien perlu dirawat di rumah sakit beberapa waktu. Jika hanya mengalami gejala ringan, pasien bisa menjalani perawatan di rumah. 

Antibiotik adalah obat utama untuk CAP yang disebabkan bakteri. Jenisnya juga dapat bervariasi. Namun demikian, antibiotik tidak menyembuhkan pneumonia akibat virus.

Bila pengobatan dilakukan di rumah, mungkin Anda disarankan meminum antibiotik selama 5-7 hari. Sementara, bila pasien dirawat di rumah sakit, antibiotik khusus dapat diberikan melalui infus. 

Perlengkapan berikut ini juga biasanya diperlukan bagi pasien rawat inap bergejala parah:

  • Oksigen tambahan
  • Cairan, jika dehidrasi
  • Ventilator

Agar terhindar dari community-acquired pneumonia, Anda bisa mendapatkan vaksin flu tahunan. Hal ini perlu dilakukan, terutama bagi orang yang berusia di atas 65 tahun.

Selain itu, pakai masker saat berada di tempat umum dan rajin mencuci tangan. Jangan lupa jalani pola hidup sehat agar sistem kekebalan tubuh tidak lemah. 

Bila ingin bertanya lebih lanjut seputar pneumonia, konsultasi ke dokter lebih cepat lewat Live Chat di Klikdokter.

(FR/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar