Sukses

Wajib Dihindari, Ini Kesalahan dalam Menyimpan Obat

Menyimpan obat sembarangan dapat mengurangi efektivitas obat dan menimbulkan efek samping. Hindari cara menyimpan obat yang salah berikut ini.

Mengetahui cara menyimpan obat yang tepat penting guna mempertahankan efektivitas obat, dan tidak menimbulkan efek samping berbahaya.

Pasalnya, tidak sedikit orang yang menyimpan obat dengan keliru. Misalnya, meletakkan obat di tempat yang terpapar sinar matahari langsung, lembap, atau bahkan di freezer

Padahal, setiap obat memiliki petunjuk penyimpanan khusus. Simak berbagai kesalahan yang umum dilakukan ketika menyimpan obat berikut:

1 dari 3 halaman

1. Obat Terpapar Sinar Matahari

Disampaikan dr. Dyah Novita Anggraeni, meletakkan obat di tempat yang terkena paparan sinar matahari maupun bersuhu panas dapat mengurangi efektivitas obat dalam mengatasi gejala penyakit.

“Karena, paparan matahari mengubah kandungan obat dan menyebabkan obat menjadi rusak,” jelasnya.

Tidak sedikit molekul obat yang bersifat fotosensitif terhadap cahaya matahari. Ketika obat terpapar matahari berlebih, struktur kimia obat bisa rusak dan khasiatnya pun berkurang.

Hal ini juga terjadi ketika obat disimpan di suhu ruangan yang panas. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk tidak meletakkan obat di kusen jendela, dashboard mobil, maupun atas kulkas.

Artikel Lainnya: Minum Obat Batuk Agar Mengantuk, Amankah bagi Kesehatan?

Menurut dr. Sarah Westberg dari University of Minnesota College of Pharmacy, cara menyimpan obat yang benar adalah meletakkannya di kotak obat. 

Suhu ruangan penyimpanan atau kotak obat juga harus kering dan tidak lembap, serta jauh dari panas maupun paparan matahari.

Hal ini berlaku bagi obat yang memiliki petunjuk penyimpanan di suhu ruangan berkisar 25 derajat Celsius.

2. Obat Disimpan dalam Suhu yang Tidak Tepat

Umumnya obat disimpan dalam suhu ruang. Namun, ada pula jenis obat yang disimpan dalam suhu dingin, berkisar 2-4 derajat Celsius. 

Untuk itu, dr. Dyah Novita mengingatkan pentingnya memahami petunjuk penyimpanan obat. Pasalnya, setiap molekul obat memiliki sifat yang khas.

Misalnya, obat yang harus disimpan di kulkas adalah obat mengandung senyawa aktif, karena mudah rusak ketika berada di suhu tinggi. 

Namun ingat, penyimpanan obat bukan di freezer, melainkan di chiller kulkas. Menyimpannya di freezer dapat membuat obat membeku dan merusak struktur obat.

Artikel Lainnya: Mengenal Kategori Obat untuk Ibu Hamil dan Menyusui

2 dari 3 halaman

3. Obat Disimpan di Tempat Lembap

Kelembapan dapat merusak struktur obat, utamanya obat-obatan yang dapat menyerap air. 

Jika Anda menyimpan obat di lemari atau laci, pastikan tempat tersebut tidak lembap dan memiliki sirkulasi udara yang baik.

4. Menyimpan Obat Kedaluwarsa

Kesalahan menyimpan obat selanjutnya adalah disimpan melewati tanggal kedaluwarsa. Selain efektivitasnya menurun, obat kedaluwarsa juga tidak lagi terjamin keamanannya. 

Bukan tidak mungkin obat kedaluwarsa ditumbuhi mikroba. Oleh karena itu, periksa kembali tenggat waktu penggunaan obat sebelum dikonsumsi. 

Lalu, pisahkan dan buang obat yang sudah kedaluwarsa.

5. Obat Disimpan Bukan di Kemasan Aslinya

Cara menyimpan obat setelah dibuka adalah tetap meletakkannya di kemasan aslinya. 

Meletakkan obat bukan di kemasan aslinya, seperti di wadah khusus obat, justru berpeluang mengurangi efektivitas obat maupun meningkatkan efek samping.

Itu dia cara menyimpan obat yang salah. Agar efektivitas obat terjaga, pastikan ikuti petunjuk penyimpanan yang benar. 

Jika ingin bertanya lebih lanjut seputar obat-obatan, konsultasikan lebih mudah kepada dokter lewat Live Chat di Klikdokter.

(FR/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar