HomeInfo SehatKulitBenarkah Blue Light Berbahaya bagi Kulit?
Kulit

Benarkah Blue Light Berbahaya bagi Kulit?

Zahra Aminati, 18 Nov 2021

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Paparan blue light yang kita terima lewat penggunaan perangkat elektronik dikatakan berbahaya bagi kulit. Benarkah? Cek ulasannya di sini.

Benarkah Blue Light Berbahaya bagi Kulit?

Ada yang bilang kulit Anda jangan terlalu lama terpapar sinar matahari. Ini karena kabarnya bisa menyebabkan kanker kulit. Selain itu, kulit wajah Anda bisa jadi terlihat tua, kasar, dan kusam

Ternyata, perubahan kulit menjadi rusak bukan hanya salah sinar UVA dan UVB.  Blue light juga diduga bisa membuat kulit Anda tidak dalam performa yang bagus. 

Apa, sih, sebenarnya blue light? Dilansir dari Everyday Health, sinar ini sebenarnya masuk dalam bagian sinar matahari. Spektrum cahaya ini umumnya terlihat, yakni sekitar 380 - 500 nanometer.

Uniknya blue light ini tak cuma berasal dari matahari, lho. Namun, bisa terlihat dari lampu yang ada di ruangan dan cahaya gadget Anda. 

Lalu, adakah bahaya blue light untuk kulit Anda? Simak penjelasannya di sini. 

Blue Light dan Kaitannya dengan Kulit

Seorang direktur penelitian kosmetik dan klinis di Departemen Dermatologi Rumah Sakit Mount Sinai di New York City, Joshua Zeichner, MD, berpendapat, “Blue light dapat menembus lebih dalam ke kulit daripada sinar UV. Tetapi, untungnya tidak ada kaitannya dengan perkembangan kanker.”

American Academy of Ophthalmology menyatakan bahwa sebagian besar blue light yang kita terima berasal dari sinar matahari. 

Sementara blue light yang dipancarkan oleh perangkat hanyalah sedikit jika dibandingkan dengan yang dipancarkan oleh matahari. 

Namun, aktivitas sehari-hari yang sangat dekat dengan gadget membuat Anda semakin sering terpapar blue light dari screen gadget.

Paparan blue light pun bisa semakin besar. Ditambah, penggunaan perangkat tersebut, seperti ponsel dan komputer, dekat dengan wajah dan kepala. 

Artikel Lainnya: Kenali Mitos dan Fakta Seputar Kanker Kulit

Dokter Zeichner mengatakan, “Memang benar bahwa komputer, tablet, dan ponsel kita hanya memancarkan blue light tingkat rendah. Namun, karena kita menghabiskan banyak waktu untuk terus memandang perangkat, kita perlu mempertimbangkan efek jangka panjangnya,” ujarnya. 

Blue Light dan Bahayanya untuk Kesehatan Kulit

Menurut dr. Theresia Rina Yunita, “Beberapa penelitian menunjukkan bahwa blue light yang berasal dari gadget bisa mengubah sel kulit. Salah satunya kulit Anda bisa lebih kusam dan terlihat tua.” 

Bahkan, kulit Anda bisa berubah walau hanya satu jam terpapar berdasarkan informasi WebMD.

Dampak blue light pada orang dengan kulit kulit lebih gelap juga lebih besar daripada yang berkulit putih. 

Berdasarkan penelitian, paparan blue light pada orang berkulit lebih gelap akan akan mengakibatkan kulit bengkak, kemerahan, dan perubahan pigmen. Kondisi yang tidak umum terjadi pada orang berkulit lebih terang. 

Dokter Bloom mengungkapkan, “Penetrasi blue light melalui kulit dapat menyebabkan spesies oksigen reaktif yang kemudian dapat menyebabkan kerusakan DNA dan pemecahan serat kolagen dan elastin,” ujar dr. Bloom. 

Studi lainnya yang diterbitkan pada Februari 2015 di Oxidative Medicine and Cellular Longevity, menemukan bahwa hubungan antara paparan blue light dengan produksi radikal bebas di kulit telah memicu percepatan penuaan. 

Berdasarkan temuan di atas, bisa disimpulkan bahwa blue light belum terbukti berbahaya bagi kesehatan kulit. Efek radiasi gadget atau hp pada kulit hingga saat ini sebatas memicu percepatan penuaan.

Artikel Lainnya: Bagian Tubuh Mana Saja yang Perlu Tabir Surya?

Blue Light Bisa Mengobati Masalah Kulit

Dokter Theresia mengatakan, “Meskipun dapat berdampak negatif pada kulit, cahaya ini juga digunakan untuk mengobati psoriasis serta jerawat.”

Melansir dari WebMD, pada satu penelitian tercatat bahwa perangkat blue light digunakan untuk mengobati sepetak psoriasis pada orang dengan psoriasis plak ringan hingga sedang. 

Penelitian yang dilakukan selama 4 minggu tersebut membantu mengurangi kemerahan dan mengecilkan ukuran psoriasis. Di samping itu, tidak ada pula efek samping yang serius pasca pengobatan. 

Seorang ahli bedah dermatologis dan direktur dermatologi estetika di Yale Medicine di New Haven, Connecticut, Kathleen Suozzi, MD, pun mengatakan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang kuat bahwa blue light dapat merusak kulit. 

“Diduga blue light dapat menyebabkan efek berbahaya pada kulit, khususnya pigmentasi dan photoaging. Namun ini belum terbukti,” ujarnya. 

Karena blue light bisa menyebabkan spesies oksigen reaktif memecah kolagen, dr. Bloom menyarankan untuk menggunakan produk perawatan kulit dengan kandungan antioksidan tinggi, seperti vitamin C. 

Anda bisa menemukan kandungan vitamin C di dalam serum untuk membantu memerangi stres oksidatif yang disebabkan oleh blue light

Itulah penjelasan mengenai bahaya blue light untuk kulit. Meskipun belum terbukti merusak kulit, tetaplah merawat kesehatan kulit dan tidak menggunakan komputer atau ponsel terlalu lama. 

Chat langsung dengan dokter seputar kesehatan kulit lainnya melalui fitur LiveChat 24 jam di aplikasi Klikdokter

(PUT/AYU)

kesehatan kulitSkincare

Konsultasi Dokter Terkait