Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Benarkah Obat Pfizer Efektif Mengurangi Keparahan COVID-19?

Benarkah Obat Pfizer Efektif Mengurangi Keparahan COVID-19?

Perusahaan obat Pfizer mengumumkan pil antivirus buatannya efektif dalam kasus berisiko tinggi pada pasien COVID-19. Selengkapnya di sini.

Perusahaan obat Amerika Serikat Pfizer membuat gebrakan baru dalam upaya penanganan pandemi COVID-19. Jika sebelumnya sukses membuat vaksin yang banyak digunakan dunia, kini Pfizer membuat pil antivirus untuk pasien coronavirus.

Pil antivirus ini ditujukan untuk pasien yang harus menjalani rawat inap atau mengalami gejala parah setelah terpapar virus corona.

Seperti apa hasil uji klinis dan efektivitas obat COVID-19 Pfizer tersebut? Mari simak lebih lanjut.

Artikel lainnya: Potensi Obat Ronapreve untuk Mengobati COVID-19

1 dari 3 halaman

Obat Covid dari Pfizer Diteliti Kurangi Risiko Kematian

Pil antivirus Pfizer diberi nama Paxlovid (PF-07321332). Obat ini masuk dalam kelas protease inhibitor, yang biasanya diresepkan dokter untuk pasien HIV

Pfizer merancang obat covid tersebut untuk menghentikan virus berkembang biak di tubuh orang yang terpapar virus corona. Pil antivirus ini diberikan bersama dengan ritonavir (jenis antivirus lain).

Sebelumnya, Pfizer telah menguji Paxlovid pada orang dewasa dengan COVID-19 yang dianggap berisiko tinggi mengembangkan penyakit parah.

Dari hasil uji klinis sementara, pil antivirus Pfizer terbukti dapat mengurangi risiko rawat inap atau kematian sebesar 89 persen pada orang dewasa.

Dalam sebuah penelitian pada lebih dari 1.200 pasien COVID-19 dengan risiko lebih tinggi terkena penyakit serius, orang yang menggunakan pil Pfizer jauh lebih kecil kemungkinannya untuk berakhir di rumah sakit.

Artikel lainnya: Manfaat Obat Antidepresan untuk Penanganan COVID-19

Temuan tersebut dibandingkan dengan orang yang mendapat pil plasebo (obat kosong untuk penelitian). Para sukarelawan dipilih acak. Mereka diberikan kombinasi pil (Paxlovid dan ritonavir) dan plasebo.

Hasilnya, 0,8 persen pasien yang menerima kombinasi pil dalam 3 hari dirawat di rumah sakit dalam 4 minggu.

Sedangkan, dari kelompok plasebo terdapat 7 persen pasien yang harus mendapat perawatan rumah sakit.

Sebanyak 7 pasien yang diberi plasebo meninggal. Sementara, tidak ada satu pun pasien yang meninggal pada kelompok yang diberi pil antivirus Pfizer (periode 1 bulan).

CEO Pfizer, Albert Bourla menambahkan, ditemukan 19 persen pasien yang diberi pengobatan mengalami efek samping. Pasien yang mendapat plasebo dan mengalami efek samping berjumlah 21 persen. Tetapi, tidak dijelaskan efek samping yang dialami partisipan.

Hasil uji coba ini belum peer-reviewed (belum ditinjau ulang oleh para ahli lainnya). Pasien dalam uji coba juga tidak dijelaskan detail. Oleh karena itu, masih sangat dini untuk mengatakan obat covid dari Pfizer tersebut benar-benar efektif.

Para peneliti Pfizer masih melakukan uji coba dan mempelajari dampak pengobatan pada orang-orang yang terpapar virus corona, baik yang berisiko rendah maupun terpapar dari orang di rumah.

Artikel lainnya: Atasi Virus Corona di Mulut dengan Mouthwash CPC

2 dari 3 halaman

Beda Fungsi Antivirus dengan Vaksin COVID-19

Para ahli spesialis penyakit menular menekankan pil antivirus bukanlah pengganti vaksin COVID-19 yang ada saat ini. Sejauh ini vaksin merupakan cara paling aman dan efektif untuk mengurangi risiko dirawat di rumah sakit karena coronavirus.

Dokter Astrid Wulan Kusumoastuti menjelaskan, obat antivirus memiliki cara kerja yang berbeda dengan vaksin dalam hal pengobatan COVID-19.

“Antivirus fungsinya menciptakan kondisi di mana virus sulit berkembang biak, sehingga perlahan mati. Sedangkan, vaksin melatih sel imun untuk mengenali virus dan langsung membunuh virus saat masuk ke tubuh,” terangnya.

Saat ini, salah satu contoh pengobatan COVID-19 yang diizinkan yaitu terapi antibodi monoklonal. Pengobatan ini dilakukan dengan menyuntikkan pasien dengan antibodi tiruan yang dirancang sesuai antibodi manusia.

Nantinya, terapi ini akan membuat sistem kekebalan tubuh lebih kuat untuk melawan infeksi setelah terpapar virus corona.

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar pengobatan COVID-19, konsultasikan secara  online dengan dokter umum dan spesialis yang berkompeten lewat Live Chat. Dapatkan update terbaru lainnya seputar virus corona di aplikasi Klikdokter.

(FR/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar