Sukses

Efek Buruk Keracunan Timbal Bagi Kesehatan

Dampak negatif timbal paparan muncul secara bertahap. Kontaminasi timbal bisa dimulai dari usia janin dan anak-anak. Apa saja bahaya timbal bagi kesehatan?

Pada 21-27 Oktober 2021 lalu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperingati pekan pencegahan keracunan timbal internasional. Peringatan ini mewanti-wanti masyarakat dunia agar senantiasa waspada dan menjauhkan diri dan keluarga, utamanya anak-anak, dari bahaya timbal.

Timbal merupakan zat kimia yang umum digunakan untuk mempercepat proses pengeringan dan menambah tingkat keawetan cat. Timbal juga berfungsi mencegah kelembapan, sehingga meminimalkan risiko korosi pada elemen bangunan. 

Sumber lain paparan timbal berasal dari air minum dan daur ulang baterai. Sayangnya, timbal terbukti menyebabkan efek samping berbahaya yang buruk bagi kesehatan. 

Berdasarkan laporan Institute for Health Metrics and Evaluation pada tahun 2016, efek jangka panjang keracunan timbal menyebabkan 540.000 kematian. Kontaminasi zat kimia ini bisa dimulai dari usia janin dan anak-anak.

Artikel Lainnya: Benarkah Sedotan Stainless Steel Lebih Baik untuk Kesehatan?

1 dari 3 halaman

Efek Keracunan Timbal Bagi Kesehatan

Sebuah studi yang dirilis UNICEF dan Pure Earth pada Juli 2020 menemukan bahwa 1 dari 3 anak, atau setara dengan 800 juta anak di dunia, mengalami keracunan timbal. 

Diperkirakan, kontaminasi zat kimia tersebut menyebabkan anak-anak punya kadar timbal dalam darah sebesar 5 mikrogram per desiliter (µg/dL) atau lebih. 

Riset ini dilakukan di lima negara, meliputi Bangladesh, Georgia, Ghana, Meksiko, dan Indonesia.

Hasil penelitian menemukan bahwa timbal bersifat neurotoksin atau racun yang dapat mengganggu dan merusak saraf. Pada gilirannya, keracunan timbal dapat menimbulkan sejumlah masalah kesehatan jangka panjang, antara lain:

  1. Kerusakan Otak

Disampaikan oleh dr. Sara Elise Wijono, M.Res., bahaya timbal yang pertama yaitu dapat mengganggu sistem saraf dan fungsi otak.

Bahkan menurut laporan UNICEF dan Pure Earth, keracunan timbal dapat menyebabkan kerusakan permanen pada otak anak. Kondisi ini sangat berbahaya bagi bayi dan anak usia balita.

Pasalnya, pada usia tersebut, otak belum berkembang secara penuh. Akibatnya, kerusakan otak menyebabkan anak mengalami gangguan kognitif, neurologis, maupun fisik sepanjang hidupnya.

Mengutip Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Amerika Serikat, kondisi ini dapat mengakibatkan anak mengalami gangguan pendengaran dan bicara, kesulitan berkonsentrasi, ataupun memiliki IQ yang rendah.

“Sehingga bisa bikin anak mengalami masalah dalam belajar,” jelas dr. Sara Elise. 

Artikel Lainnya: Waspadai 9 Bahan Berbahaya dalam Jajanan Anak

  1. Gangguan Berperilaku

Kerusakan sistem saraf dan fungsi otak akibat keracunan timbal, menurut dr. Sara, juga dapat membuat anak mengalami masalah dalam berperilaku.

Studi menyebutkan keracunan timbal memicu gangguan psikologis pada anak, serta meningkatkan tindak kejahatan dan kekerasan saat mereka dewasa.

  1. Masalah Kehamilan dan Tumbuh Kembang Janin

Keracunan timbal bahkan dapat dialami anak ketika masih berbentuk janin. Zat kimia ini dapat meningkatkan risiko anak terlahir prematur maupun memiliki berat badan lahir rendah.

“Selain itu, paparan timbal pada kehamilan juga meningkatkan risiko keguguran,” jelas dr. Sara Elise.

  1. Kerusakan Ginjal dan Masalah Kardiovaskular 

Saat dewasa, dampak negatif timbal yang dialami anak sejak kecil dapat mengembangkan masalah kesehatan seperti kerusakan ginjal, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan stroke.

2 dari 3 halaman

Mengapa Anak-anak Lebih Berisiko Keracunan Timbal?

Masih berdasarkan riset UNICEF dan Pure Earth, anak kecil lebih berisiko keracunan timbal dibandingkan remaja. 

Sebab anak-anak cenderung menghirup dan memasukkan tangan maupun benda yang terkontaminasi debu timbal ke dalam mulut mereka.

Debu timbal tersebut dapat bersumber dari benda yang mengandung timbal, seperti cat, kaleng makanan, produk kosmetik, hingga mainan.

Kontaminasi timbal juga dapat berasal dari pakaian maupun anggota tubuh anggota keluarga yang pekerjaannya sering terpapar timbal. 

Artikel Lainnya: Kelebihan Merkuri, Dapat Menyebabkan Penyakit Minamata

Ketika terpapar debu timbal, zat kimia ini akan dengan cepat diserap dalam aliran darah. Bahkan ketika anak-anak dijauhkan dari paparan timbal, kandungan timbal akan tetap tersimpan di dalam tulang. 

Diperlukan waktu puluhan tahun untuk mengurangi racun timbal yang tersimpan di dalam tulang.

Satu-satunya cara mencegah bahaya laten keracunan timbal adalah dengan menjauhkan diri, keluarga, dan anak-anak agar tidak berkontak dengan timbal.

Anda bisa melakukannya, salah satunya dengan tidak menggunakan produk seperti cat maupun benda lain yang mengandung timbal.

Jika ingin bertanya lebih lanjut seputar info kesehatan lainnya, konsultasi ke dokter via Live Chat Klikdokter

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar