Sukses

Menolong Remaja yang Melakukan Isolasi Sosial

Anak usia remaja rentan melakukan isolasi sosial. Ketahui penyebab dan cara mengatasinya lewat ulasan berikut ini.

Umumnya orangtua akan memperhatikan perilaku anaknya, termasuk saat buah hati menunjukkan tanda-tanda sedang isolasi sosial.

Diwartakan dari Good Therapy, isolasi sosial ditandai ketika seseorang menghindari interaksi sosial dan ingin menghabiskan waktunya sendirian.

Biasanya, isolasi sosial yang dialami anak-anak dan remaja disebabkan oleh  kecemasan, kurangnya kepercayaan diri, kurang motivasi, atau memiliki harga diri rendah.

Untuk mengatasi isolasi sosial pada remaja, orangtua bisa menyimak ulasan di bawah ini.

 

1 dari 2 halaman

Cara Mengatasi Isolasi Sosial pada Anak Remaja

Orangtua pastinya merasa cemas jika anak remajanya terus mengurung diri atau enggan bersosialisasi di luar rumah.

Artikel Lainnya: Tanda-Tanda Depresi pada Remaja yang Perlu Anda Waspadai

Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, orangtua dapat melakukan beberapa cara untuk mengatasi remaja yang mengalami kondisi isolasi sosial. Berikut yang dapat ortu lakukan:

1. Bangun Koneksi dengan Anak

Remaja yang sedang mengalami kecemasan, depresi, frustrasi, atau  kekecewaan, butuh seseorang untuk memahami perasaan mereka. 

Momen ini dapat menjadi waktu yang tepat untuk membangun koneksi atau kedekatan antara orangtua dan anak. Adanya interaksi dapat membangun kembali rasa percaya anak kepada orang lain.

“Libatkan anak dalam kegiatan yang dapat dilakukan bersama. Hal ini untuk meningkatkan bonding dan koneksi dengan lingkungan sosial antara si anak dengan orang lain agar anak tidak merasa terisolasi,” ucap Psikolog Ikhsan.

2. Ajak Anak Berkomunikasi

Orangtua bisa mencoba berkomunikasi dengan anak. Anda harus berkomunikasi dengan penuh pengertian dan jangan memaksa.

Umumnya anak hanya ingin didengar soal apa yang mengganggu pikiran dan perasaannya. Cobalah untuk tidak menyanggah apa yang anak katakan.

“Orangtua perlu menjadi pendengar yang baik saat anak menceritakan perasaannya. Karena apapun yang dirasakannya itu valid, jangan buru-buru disanggah,” ucap psikolog Ikhsan.

Perlu diketahui, anak usia remaja sering menyimpan sesuatu hal untuk diri mereka sendiri. Bahkan, beberapa dari mereka sulit untuk membagikan perasaannya kepada orang lain.

Dengan menunjukkan bahwa Anda peduli terhadap perasaannya, hal itu dapat memancing anak untuk bercerita.

Orangtua bisa memulai menceritakan pengalamannya mengenai masa-masa melewati sulit di usia remaja.

Jika anak sudah mulai bercerita, cobalah untuk mendengarkan dengan baik dan memberi saran jika memang mereka memintanya.

Artikel Lainnya: Cara Mengatasi Kecemasan pada Remaja

3. Ajari Anak Pentingnya Self Love

Dukung anak untuk memprioritaskan perawatan diri dan mengingatkan pentingnya self love.

Dilansir dari beberapa sumber, self love adalah mencintai dan menerima diri sendiri apa adanya. Penerimaan di sini termasuk memvalidasi perasaan marah, sedih, atau kecewa.

Oleh karena itu, anak-anak dan remaja mungkin memerlukan bantuan orangtua untuk mengembangkan self love.

Orangtua dapat mendukung self love anak-anak dengan memberikan makanan bergizi seimbang, tidur teratur, dan menciptakan rutinitas yang berhubungan dengan latihan fisik dan hubungan sosial.

Latihan mindfulness seperti yoga dan latihan pernapasan juga dapat dilakukan untuk membantu mengelola emosi anak.

4. Libatkan Anak dalam Komunitas

Melibatkan anak dalam sebuah komunitas dapat membuatnya lebih terhubung dengan lingkungan sosial.

Selain itu, anak juga dapat melatih skill berkomunikasi atau pun menjalin hubungan yang baik dengan orang lain.

“Melibatkan anak untuk mengikuti suatu komunitas yang sesuai minat anak, misalnya anak suka kegiatan bulu tangkis maka bisa bergabung dalam klub bulu tangkis, juga bisa menjadi cara mengatasi isolasi sosial,” kata psikolog Ikhsan.

Artikel Lainnya: Cegah Renggang, Orangtua Harus Kenali Karakter Anak Remaja Laki-laki

5. Berkonsultasi dengan Psikolog Jika Dibutuhkan

Cari bantuan profesional seperti psikolog jika diperlukan. Nantinya psikolog dapat membantu mencari tahu penyebab anak mengisolasi dirinya serta memvalidasi perasaannya.

Psikolog juga dapat membantu anak untuk menyalurkan perasaan tersebut dengan cara tepat.

Berkonsultasi langsung dengan psikolog dapat lebih mudah dilakukan melalui layanan LiveChat Klikdokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar