Sukses

Memahami Katarak Kongenital pada Bayi Baru Lahir

Tak hanya orang dewasa, bayi juga bisa mengalami katarak kongenital. Kenali fakta tentang penyebab katarak kongenital pada bayi dan gejalanya lewat ulasan berikut!

Katarak adalah gangguan penglihatan, yang bisa menyebabkan kebutaan pada penderitanya. Penyakit tersebut umumnya terjadi pada lanjut usia, atau orang yang mengalami diabetes melitus.

Tak disangka-sangka, katarak ternyata juga bisa terjadi pada bayi. Kondisi ini dikenal medis dengan sebutan katarak kongenital. 

Bayi yang mengalami katarak kongenital memiliki penglihatan yang buram atau samar. Hal ini terjadi karena penyakit tersebut menyebabkan kekeruhan pada lensa mata.

1 dari 5 halaman

Penyebab Katarak Kongenital pada Bayi

Dijelaskan oleh dr. Dyah Novita Anggraini, banyak faktor yang dapat menjadi penyebab katarak kongenital pada bayi.

Beberapa di antaranya, yaitu kecenderungan bawaan, infeksi, masalah metabolisme, diabetes, trauma, peradangan, atau reaksi obat.

“Faktor penyebab utama katarak kongenital pada bayi adalah kondisi genetik,” jelas dr. Dyah Novita.

Artikel Lainnya: Kapan Operasi Katarak Harus Dilakukan?

“Selain itu, katarak kongenital juga umum ditemukan pada bayi yang mengalami infeksi TORCH, cacar air, dan polio. Melahirkan prematur dan konsumsi obat antibiotik tetrasiklin selama hamil juga bisa meningkatkan risiko penyakit tersebut,” tambahnya.

Tak berhenti di situ, katarak kongenital ternyata juga berkaitan dengan infeksi yang dialami ibu selama kehamilan. Beberapa infeksi yang dimaksud di sini adalah:

  • Campak atau rubella
  • Rubeola
  • Cytomegalovirus
  • Herpes simplex
  • Herpes zoster
  • Poliomielitis
  • Influenza
  • Virus Epstein-Barr 
  • Sifilis
  • Toksoplasmosis.
2 dari 5 halaman

Tipe Katarak Kongenital pada Bayi

Melansir all about vision, katarak kongenital dapat dibedakan sebagai berikut:

  1. Katarak Kutub Anterior

Katarak kutub anterior terjadi di bagian depan lensa mata. Kondisi ini sering dikaitkan dengan sifat-sifat yang diwariskan (genetik). 

  1. Katarak Kutub Posterior

Gejala katarak muncul di bagian belakang lensa mata. Meski demikian, katarak jenis ini juga dapat membuat penglihatan bayi kabur atau berbayang.

  1. Katarak Nuklear

Kondisi ini adalah jenis katarak yang terjadi pada bagian tengah lensa. Katarak nuklear merupakan bentuk yang sangat umum dari katarak kongenital.

  1. Katarak Cerulean

Katarak cerulean biasanya ditemukan pada kedua mata bayi, dan dibedakan dengan titik-titik kecil kebiruan pada lensa mata. Katarak jenis ini biasanya tidak menyebabkan masalah penglihatan. 

Artikel Lainnya: Catat! Ini Do’s and Don’ts Setelah Operasi Katarak

3 dari 5 halaman

Gejala Katarak Kongenital

Pada bayi yang baru lahir, katarak sulit dideteksi dengan kasat mata. Namun, jika si kecil sudah lebih besar, mereka mungkin akan mengeluhkan gejala visual tertentu, seperti:

  • Penglihatan berawan
  • Penglihatan kabur
  • Penglihatan berkurang
  • Penglihatan ganda
  • Lampu yang tampak terlalu terang
  • Warna yang tampak pudar

Guna mendeteksi ada/tidaknya gejala tersebut, orangtua dapat mencoba memperhatikan pupil anak dengan saksama. 

Anda dapat mengawalinya dengan menyorotkan senter berkekuatan rendah ke mata si kecil. 

Jika pupil tampak berwarna putih atau abu-abu, ada kemungkinan hal tersebut merupakan tanda bahwa si kecil mengalami katarak.

Selain dengan memaparkan cahaya menggunakan senter, mendeteksi katarak kongenital pada bayi juga bisa dilakukan dengan memperhatikan cara si kecil menatap Anda atau benda di sekitarnya.

Bayi yang mengalami katarak umumnya tidak dapat melihat langsung ke wajah atau benda yang ada di hadapannya. 

Dalam beberapa kasus, katarak kongenital juga bisa membuat letak mata si kecil tidak sejajar.

Artikel Lainnya: Mengenal Kondisi Glaukoma yang Bisa Sebabkan Kebutaan

4 dari 5 halaman

Pengobatan untuk Bayi dengan Katarak Kongenital

Menurut dr. Dyah Novita, satu-satunya pengobatan untuk katarak kongenital adalah tindakan operasi. Hal ini pun tidak bisa dilakukan sembarangan. 

Hanya dokter bedah yang mengkhususkan diri untuk operasi katarak kongenital anak yang bisa melakukannya.

Sebagai bentuk antisipasi, anak perlu dijadwalkan untuk melakukan pemeriksaan mata sejak usia 6 bulan. 

Apabila terdapat kondisi yang mencurigakan, dokter bisa segera melakukan tindakan sehingga kemungkinan terburuk bisa dihindari.

Punya pertanyaan tentang katarak kongenital? Curiga dengan kondisi mata si kecil? Anda bisa melakukan konsultasi lebih lanjut kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau aplikasi Klikdokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar