Sukses

Benarkah Bakso Dapat Menyebabkan Kanker?

Bakso adalah salah satu makanan yang lezat dan menjadi favorit banyak orang. Namun, bakso disebut-sebut bisa menyebabkan penyakit kanker. Benarkah?

Bakso merupakan makanan yang banyak digemari masyarakat Indonesia. Bakso pada dasarnya terbuat dari daging sapi, ikan, atau ayam yang dicampur dengan tepung. Bakso memiliki rasa gurih dengan tekstur yang kenyal.

Namun perlu diingat bahwa bakso merupakan salah satu jenis processed food yang disinyalir dapat meningkatkan risiko kanker. Benarkah makan bakso menyebabkan kanker?

1 dari 3 halaman

Makan Bakso Bisa Sebabkan Kanker, Benarkah?

Dokter Astrid Wulan Kusumoastuti mengungkapkan bahwa bakso merupakan processed food.

“Rata-rata processed food atau makanan yang melalui banyak proses di dalam pembuatan, diduga dapat meningkatkan risiko kanker.” ungkap dr. Astrid Wulan.

Processed food dapat meningkatkan risiko terkena kanker karena adanya beberapa bahan kimia yang ditambahkan saat proses pembuatannya.

Artikel Lainnya: Makan Mi Instan Tiap Hari, Benarkah Picu Kanker?

Dilansir dari Cancer Research UK, berikut beberapa bahan kimia berbahaya yang ada di dalam daging olahan:

1. Haem

Haem adalah pigmen merah yang secara alami ditemukan pada daging merah dan daging merah olahan. Haem dapat merusak sel dan menyebabkan bakteri dalam tubuh memproduksi bahan kimia berbahaya.

Dampak dari konsumsi daging olahan mengandung haem ini dapat meningkatkan risiko kanker.

2. Nitrat dan Nitrit

Bahan kimia ini digunakan untuk menjaga daging agar tetap segar dalam jangka lama. Saat dikonsumsi, nitrit dapat diubah tubuh menjadi bahan kimia penyebab kanker, yakni senyawa N-nitroso atau NOC.

3. Heterocyclic amines (HCAs) dan polycyclic amines (PCAs)

Bahan kimia ini dihasilkan saat daging dimasak dengan suhu tinggi, termasuk dengan cara dipanggang atau dibakar. Bahan kimia ini dapat merusak sel-sel di usus.

Penelitian terbaru yang dilansir dari Healthline juga menunjukkan processed food menyebabkan obesitas karena mengandung kalori yang cukup banyak, namun rendah nutrisi.

Mengonsumsi processed food hanya bisa membuat tubuh kenyang sesaat. Setelah itu, tubuh mulai lapar kembali sehingga membuat Anda ingin mengonsumsi makanan lain atau makanan serupa dalam jumlah lebih banyak.

Sering mengonsumsi makanan jumlah banyak atau berlebih dapat memicu obesitas dan meningkatkan risiko terkena kanker.

Tubuh orang obesitas umumnya memiliki jumlah lemak yang banyak. Kelebihan lemak dapat meningkatkan hormon dan memicu tubuh membelah sel lebih banyak. Produksi sel dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker.

Artikel Lainnya: Wadah Makanan dari Stirofoam Bikin Kanker, Mitos atau Fakta?

2 dari 3 halaman

Cara Agar Bakso Menjadi Lebih Sehat

Agar kandungan nutrisi makanan yang Anda konsumsi tetap terjaga, Anda bisa membuat dan mengolah bakso sendiri.

Dokter Astrid juga mengungkapkan hal yang sama. “Cara menekan risiko kanker adalah dengan makan bakso buatan sendiri yang terjamin keamanan dan kebersihannya,” ujarnya.

Dilansir dari Eating Well, berikut adalah tips untuk membuat bakso yang sehat:

  • Untuk meminimalkan kandungan lemak jenuh pada bakso, pilihlah daging tanpa lemak.
  • Anda dapat menggunakan tepung gandum agar bakso yang dikonsumsi mengandung serat dan nutrisi seimbang.
  • Rasa gurih pada bakso tercipta karena tambahan lemak. Untuk mengganti tambahan lemak dan menambah rasa pada daging bakso, gunakan rempah seperti bawang putih, lada, dan lainnya.
  • Untuk meminimalkan penggunaan minyak, Anda bisa membakar bakso di wajan antilengket atau melapisinya dengan kertas alumunium foil.

Untuk tahu informasi atau tips sehat lainnya, Anda bisa membaca artikel di aplikasi KlikDokter.

(OVI/JKT)

1 Komentar