Sukses

Pengobatan untuk Mengatasi Nyeri Tulang

Nyeri tulang dapat menyebabkan rasa tidak nyaman. Rasa sakit ini dapat diatasi dengan berbagai perawatan serta obat. Simak informasi selengkapnya di sini.

Nyeri tulang adalah nyeri ekstrem yang menyebabkan rasa tidak nyaman. Rasa ketidaknyamanan tersebut dapat dialami oleh satu atau beberapa tulang sekaligus.

Ada banyak penyebab nyeri tulang, mulai dari memar, patah tulang, infeksi, hingga kanker. Untuk mendiagnosis dan mengetahui penyebab nyeri tulang, biasanya dokter akan menganjurkan pemeriksaan rontgen dan tes darah.

Setelah itu dokter dapat memberikan pengobatan berdasarkan diagnosis dan penyebabnya.  

Berikut ini merupakan beberapa obat-obatan dan terapi yang dapat diberikan dokter untuk mengurangi rasa nyeri tulang.

 

1 dari 5 halaman

1. Obat Penghilang Rasa Sakit

Dijelaskan oleh dr. Sara Elise Wijono, M.Res., untuk meringankan nyeri tulang, dokter biasanya memberikan resep obat penghilang rasa sakit

“Obatnya macam-macam, tergantung skala nyerinya. Ada yang bisa dibeli bebas seperti paracetamol atau ibuprofen, ada juga yang butuh resep,” ucap dr. Sara Elise.

Untuk nyeri parah yang disebabkan oleh kanker atau patah tulang, dokter dapat meresepkan obat opioid. Opioid merupakan obat nyeri yang jauh lebih kuat.

Artikel Lainnya: Tulang Sering Nyeri, Tanda TBC Tulang?

2. Bifosfonat

Melansir dari VeryWell, bifosfonat dapat digunakan untuk mengobati nyeri tulang akibat osteoporosis, penyakit Paget, dan kerusakan tulang akibat kanker. Bifosfonat bekerja menghalangi penyerapan tulang dengan mengurangi fungsi osteoklas.

2 dari 5 halaman

3. Antibiotik

Jika nyeri tulang disebabkan oleh infeksi, dokter dapat meresepkan antibiotik kepada pasien. Obat antibiotik dapat membunuh patogen penyebab infeksi tulang.

Beberapa obat antibiotik yang dapat diresepkan dokter adalah ciprofloxacin, klindamisin, atau vankomisin. Obat antibiotik dapat diberikan melalui injeksi atau infus langsung ke pembuluh darah (vena).

4. Suplemen

Apabila nyeri tulang disebabkan oleh kondisi osteomalasia, dokter dapat  memberikan suplementasi vitamin D. Dengan memenuhi kebutuhan vitamin D, nyeri tulang yang dialami pasien kondisi osteomalasia bisa membaik perlahan.

Orang yang menderita osteoporosis juga perlu mengonsumsi kalsium dan vitamin D. Biasanya dokter akan memberikan suplemen dalam bentuk cairan, pil, atau tablet kunyah.

3 dari 5 halaman

5. Terapi Fisik

Terapi fisik merupakan salah satu perawatan penting apabila nyeri tulang disebabkan oleh kondisi patah tulang. Terapi fisik dapat diberikan apabila kondisi cedera ada di bagian tulang tulang besar seperti pinggul.

Tujuan terapi fisik adalah memperkuat, meningkatkan kelenturan, dan melatih gerakan otot-otot di sekitarnya.

Terapi fisik juga dapat meningkatkan kekuatan dan kesehatan tulang orang yang menderita osteoporosis atau osteomalasia.

Biasanya, terapi fisik untuk nyeri tulang melibatkan pijatan atau ultrasound. Selain itu, pasien juga dapat menggunakan alat bantu untuk meringankan rasa sakit atau nyeri tulang, dan mencegah jatuh.

Artikel Lainnya: Ketahui Penyebab Nyeri Tulang Ekor Saat Hamil

6. Pengobatan Kanker

Dokter dapat memberikan obat antikanker apabila nyeri tulang disebabkan oleh kanker. Obat-obatan tersebut dapat membunuh sel kanker dan mencegah tumor berkembang. Dengan begitu, nyeri tulang yang dialami pasien bisa menurun.

Pengobatan antikanker yang diberikan dapat berupa kemoterapi, radioterapi, atau imunoterapi.

Kendati demikian, tak semua pasien bisa mendapatkan semua pengobatan tersebut. Dokter akan merekomendasikan pengobatan antikanker terbaik sesuai kondisi kesehatan masing-masing pasien.

4 dari 5 halaman

7. Operasi

Dokter dapat menganjurkan operasi untuk mengangkat bagian tulang yang telah mati karena infeksi.

Pembedahan juga diperlukan untuk memperbaiki tulang yang patah dan mengangkat tumor yang disebabkan oleh kanker.

Penggantian sendi pun dapat dilakukan jika pasien mengalami kerusakan tulang yang parah.

Untuk mendapatkan perawatan atau obat nyeri tulang, sebaiknya Anda berkonsultasi langsung kepada dokter. 

Anda dapat mengetahui informasi kesehatan lainnya dengan membaca artikel di aplikasi Klikdokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar