Sukses

Mengenal Prosedur Operasi Tulang Belakang

Kelainan atau nyeri tulang belakang dapat diatasi dengan operasi. Ketahui prosedur dan persiapan yang harus lakukan lewat pembahasan ini.

Tindakan operasi dapat menjadi pilihan untuk mengatasi gangguan atau kelainan tulang belakang. Namun sebelum menjalani operasi, pasien harus mengetahui prosedur dan syarat menjalani operasi tulang belakang.

Informasi mengenai syarat dan prosedur operasi tulang belakang bisa Anda dapat dengan menyimak penjelasan berikut ini.

Siapa Saja yang Dapat Melakukan Operasi Tulang Belakang?

Dijelaskan oleh dr. Astrid Wulan Kusumoastuti, operasi tulang belakang terbagi menjadi beberapa jenis. Biasanya jenis operasi tulang belakang dipilih sesuai dengan keluhan atau kondisi dari pasien itu sendiri.

“Orang-orang yang mungkin membutuhkan operasi tulang belakang misalnya penderita HNP (hernia nukleus pulposus), spinal stenosis, dan berbagai gangguan tulang belakang lainnya,” ucap dr. Astrid.

Menurut National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases (NIAMS), beberapa kondisi ini membutuhkan pembedahan atau operasi tulang belakang:

Artikel Lainnya: Waspada! Nyeri Tulang Belakang Kerap Menyerang Usia Muda

  1. Cakram  tulang belakang mengalami herniasi atau pecah. Kondisi ini dapat ditandai ketika satu atau lebih cakram yang melindungi tulang belakang mengalami kerusakan.
  2. Stenosis yang ditandai dengan penyempitan di kolom tulang belakang. Kondisi ini memberi tekanan pada sumsum tulang belakang dan saraf.
  3. Spondylolisthesis ditandai ketika satu atau beberapa tulang belakang terlepas dari tempatnya.
  4. Patah tulang belakang yang disebabkan oleh cedera atau patah akibat penyakit osteoporosis.
  5. Penyakit cakram degeneratif atau kerusakan cakram tulang belakang akibat bertambahnya usia.

Dalam kasus yang jarang terjadi, nyeri punggung dapat disebabkan oleh tumor, infeksi, atau masalah akar saraf yang disebut sindrom cauda equina.

Dokter dapat merekomendasikan operasi tulang belakang untuk mengurangi rasa sakit dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

1 dari 5 halaman

Tujuan dan Risiko Bedah Tulang Belakang

Tergantung dari kondisi yang ditangani oleh ahli bedah, tujuan dari operasi dapat dikategorikan sebagai berikut:

  • Dekompresi struktur neurologis.
  • Menstabilkan tulang belakang.
  • Kombinasi dari dekompresi struktur neurologis dan menstabilkan tulang belakang.
  • Untuk tujuan jangka panjang, operasi tulang belakang dapat mengurangi rasa sakit dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Operasi tulang belakang kemungkinan lebih berisiko lebih tinggi dibandingkan beberapa tindakan pembedahan lainnya. Pasalnya, lokasi tulang belakang manusia dekat dengan sistem saraf.

Salah satu risiko serius dari operasi tulang belakang adalah lumpuh dan infeksi.

Apabila operasi yang dijalani berhasil, waktu pemulihan pasien bisa memakan waktu lebih lama.

Beberapa pasien mungkin dapat mengalami kehilangan keseimbangan dan kelenturan tubuh secara permanen. Oleh karena itu, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai operasi tulang belakang.

Artikel Lainnya: 5 Kebiasaan yang Berbahaya bagi Tulang Belakang

2 dari 5 halaman

Prosedur Pelaksanaan Operasi Tulang Belakang

Sebelum melakukan operasi tulang belakang, dokter akan meminta pasien untuk melakukan pemeriksaan rontgen sinar-X. Rontgen dilakukan agar dokter dapat mengetahui lokasi tulang belakang yang bermasalah.

Di ruang operasi, dokter akan meminta pasien berbaring di meja atau tempat tidur khusus untuk diberikan suntikan bius total. Pasien akan tertidur selama proses pembedahan tulang belakang berlangsung.

Untuk dapat mengakses bagian tulang belakang, dokter akan menyayat bagian-bagian seperti perut, punggung, leher, atau tenggorokan. Otot yang ada di sekitarnya pun akan diregangkan.

Setelah berhasil mengakses bagian tulang belakang yang bermasalah, dokter akan memasukkan alat seperti sekrup atau logam. Alat tersebut berguna memperbaiki atau menggabungkan bagian tulang yang bermasalah. 

Setelah masalah tulang belakang diperbaiki, dokter akan menutup sayatan dengan jahitan. Bekas jahitan di bagian tulang belakang akan dibalut perban steril untuk mencegah terjadinya infeksi.

3 dari 5 halaman

Persiapan Sebelum Melakukan Operasi Tulang Belakang

Dijelaskan oleh dr. Astrid, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk pemulihan pascaoperasi. Berikut yang perlu pasien lakukan:

  • Menjalani pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, istirahat cukup, dan olahraga teratur.
  • Konsultasi ke dokter terlebih dahulu untuk mencari informasi mengenai prosedur serta pemulihan pascaoperasi.
  • Ajak keluarga untuk membantu aktivitas setelah operasi tulang belakang. Anda mungkin membutuhkan waktu untuk bisa kembali beraktivitas seperti biasa.
  • Pasien mungkin membutuhkan sepatu atau sandal slip on. Pasien juga membutuhkan benda-benda dan perabotan yang mudah dijangkau saat masa pemulihan.

Artikel Lainnya: Tempat Tidur dan Kesehatan Tulang Belakang, Adakah Kaitannya?

 

4 dari 5 halaman

Menangani Nyeri Setelah Operasi Tulang Belakang

Operasi tulang belakang dapat menimbulkan nyeri pascaoperasi. Dokter mungkin akan meresepkan obat penghilang nyeri pascaoperasi.

Obat-obatan, seperti opioid, obat kortikosteroid, obat antiinflamasi nonsteroid, dan anestesi lokal mungkin dapat diresepkan oleh dokter guna mengurangi nyeri pascaoperasi.

Namun Anda harus waspada dengan obat opioid. Obat tersebut harus digunakan dengan hati-hati untuk menghindari kecanduan dan efek samping yang dapat mengancam jiwa. Selalu konsumsi obat sesuai dengan anjuran dokter.

Untuk tahu informasi lain mengenai operasi tulang belakang. Anda bisa membaca artikel di aplikasi Klikdokter. Anda juga bisa berkonsultasi langsung dengan melalui layanan LiveChat.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar