Sukses

Bahaya Kandungan Efedrin bagi Kesehatan

Efedrin digunakan untuk gangguan saluran napas seperti asma. Tetapi, efek samping efedrin berbahaya sehingga konsumsinya dilarang oleh sebagian negara.

Efedrin (ephedrine) berasal dari jenis tanaman Ephedra. Tanaman ini dapat ditemukan di banyak wilayah di seluruh dunia.

Obat yang mengandung efedrin pertama kali dikenal juga dengan nama alkaloid efedrin yang merupakan ramuan dari China, Ma Huang.

Tahun 2004, Food and Drug Administration (FDA), AS, memperingatkan obat efedrin tidak aman dan dapat menyebabkan efek samping, seperti sakit kepala, pusing, kelainan jantung, kejang, dan bahkan kematian.

Mari ketahui penjelasan dokter lebih lanjut mengenai efek samping obat efedrin bagi tubuh.

 

1 dari 4 halaman

Bahaya Obat Efedrin untuk Konsumsi Jangka Panjang

Dijelaskan oleh dr. Arina Heidyana, efedrin merupakan obat oral yang digunakan untuk mengobati hidung tersumbat dan bronkospasme (otot yang melapisi bronkus menegang) karena asma.

Efedrin memiliki sifat seperti dekongestan yang dapat menyebabkan penyusutan pembuluh darah di saluran hidung. Maka dari itu, manfaat obat efedrin dapat meredakan hidung tersumbat.

Artikel Lainnya: Bahaya Kandungan Asetaldehida dan Metanol pada Hand Sanitizer

“Efedrin itu biasanya digunakan untuk mengobati gangguan saluran napas, seperti hidung tersumbat, sesak, dan lain-lain. Namun, obat ini tidak boleh dikonsumsi sembarangan dan tidak boleh dalam jangka panjang,” ucap dr. Arina.

Dokter Arina menambahkan, efek samping efedrin yang digunakan jangka panjang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi yang memicu stroke, penyakit jantung, atau kejang.

2 dari 4 halaman

Bolehkah Ibu Hamil dan Menyusui Minum Obat Efedrin?

Melansir RxList, obat yang mengandung efedrin bisa digunakan ibu hamil bila memang diresepkan dokter. Hindari minum efedrin tanpa pengawasan dokter.

Bagaimana dengan ibu menyusui? Sampai saat ini memang belum diketahui apakah kandungan obat efedrin dapat masuk ke ASI. Namun, karena ada potensi bahaya pada bayi dari obat ini, maka tidak disarankan mengonsumsinya selama menyusui.

3 dari 4 halaman

Efek Samping Interaksi Efedrin dengan Obat Lainnya

Menggabungkan efedrin dengan obat tertentu dapat bermanfaat. Tetapi, interaksi obat efedrin dengan lainnya bisa menyebabkan efek samping berbahaya. Dalam kasus yang jarang, interaksi obat dapat mengancam jiwa.

Oleh karena itu, sebaiknya selalu konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat tertentu, termasuk efedrin. Beritahu dokter atau apoteker tentang semua obat dan suplemen yang saat ini Anda konsumsi.

Berikut beberapa bahaya interaksi efedrin dengan obat lainnya:

  • Mengonsumsi efedrin dengan aspirin tidak disarankan. Ketika dikombinasikan dengan potassium permanganate (bahan kimia untuk membersihkan luka) dan aspirin, efedrin dapat menyebabkan gangguan saraf pada remaja.
  • Efedrin tidak boleh dikonsumsi dengan obat yang mencegah reabsorpsi adrenalin, seperti antidepresan monoamine oxidase inhibitor (MAOIs). Kombinasi ini dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, detak jantung tidak teratur, dan sakit kepala.

Artikel Lainnya: Bahaya Kandungan Asetaldehida dan Metanol pada Hand Sanitizer

  • Mengonsumsi efedrin dengan obat penghilang rasa sakit seperti acetaminophen tidak disarankan. Kombinasi ini dapat menyebabkan serangan jantung pada pria berusia di atas 40 tahun.
  • Ketika efedrin dikombinasikan dengan teofilin, dapat menyebabkan insomnia, kegelisahan, dan masalah perut. Temuan ini terjadi selama percobaan pada 23 anak dengan asma kronis.
  • Efedrin dapat mencegah efek beberapa obat penurun tekanan darah. Tidak disarankan untuk mengombinasikan efedrin dengan obat tekanan darah.

Dosis efedrin didasarkan pada kondisi medis pasien dan respons terhadap terapi. Untuk mengetahui dosis yang tepat, berkonsultasilah kepada dokter.

Itulah bahaya obat efedrin yang digunakan jangka panjang beserta efeknya dari interaksi obat. Konsultasi dokter online mengenai penggunaan obat melalui layanan LiveChat Klikdokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar