Sukses

Menyingkap Manfaat Ashwagandha untuk Penderita Diabetes

Disebut-sebut berkhasiat mengatasi gejala penyakit metabolik, ini tanggapan dokter soal manfaat ashwagandha untuk penderita diabetes.

Ashwagandha atau ginseng India merupakan tanaman rempah yang banyak ditemukan di kawasan subtropis. Lebih dari ribuan tahun, tanaman dengan nama latin Withania somnifera ini digunakan sebagai bahan pengobatan alternatif.

Ashwagandha diyakini berkhasiat untuk mengobati sejumlah penyakit, termasuk diabetes. Beberapa studi menduga, manfaat ashwagandha dalam mengatasi penyakit metabolik tersebut tidak lepas dari kandungan antioksidan di dalamnya.

1 dari 3 halaman

Manfaat Ashwagandha untuk Penderita Diabetes

Berdasarkan Medical News Today, kandungan antioksidan kuat pada ashwagandha bermanfaat melindungi sel tubuh dari bahaya radikal bebas. Tanaman ini juga dapat meningkatkan respons tubuh dalam menghadapi stres.

Ginseng India juga disebut-sebut dapat mendukung respons sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan perlindungan terhadap beberapa jenis penyakit, termasuk diabetes.

Artikel Lainnya: Manfaat Asam Jawa untuk Penderita Diabetes

Sebuah penelitian yang dirilis pada tahun 2015 menyebutkan, ashwagandha dapat meningkatkan sekresi insulin dan sensitivitas insulin di dalam sel otot.

Kedua faktor ini penting. Karena, kondisi diabetes menyebabkan menurunnya produksi insulin dan tidak optimalnya respons sel tubuh dalam memanfaatkan hormon tersebut.

Insulin sendiri merupakan hormon yang bertugas membantu sel tubuh mengubah glukosa (gula darah) menjadi energi. Ketika produksi insulin tidak optimal, kadar gula darah di dalam tubuh meningkat. Hal ini bisa memicu komplikasi diabetes.

Selain berdampak positif pada produksi dan pemanfaatan insulin, studi lainnya menunjukkan ginseng India juga dapat menurunkan gula darah diabetesi (penderita diabetes).

Meski begitu, di luar potensi manfaatnya tersebut, terdapat riset lain yang menyebutkan ashwagandha justru dapat memberikan efek negatif bagi diabetesi. Penelitian mengungkapkan, ginseng India dapat meningkatkan kadar gula darah puasa pada orang dewasa yang mengalami stres.

Gula darah puasa adalah kadar gula darah ketika seseorang tidak memperoleh asupan glukosa dari makanan.

Menanggapi deretan riset tersebut, dr. Muhammad Iqbal Ramadhan mengatakan secara keseluruhan ashwagandha belum terbukti mengobati diabetes.

“Sehingga, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menilai ashwagandha sebagai terapi pengobatan diabetes,” katanya.

Artikel Lainnya: Manfaat Jamur untuk Penderita Diabetes

2 dari 3 halaman

Risiko Efek Samping Ashwagandha

Beberapa studi menilai tidak ada efek samping yang ditimbulkan dari pemanfaatan ashwagandha untuk mengobati diabetes.

Hal ini mengindikasikan rendahnya risiko kesehatan yang ditimbulkan ginseng India, terlebih jika diabetesi berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu dan menggunakan ramuan pengobatan berbahan ashwagandha dengan tepat.

Riset lainnya yang dirilis pada tahun 2020 menyebutkan, ashwagandha aman digunakan untuk segala usia dan jenis kelamin, serta ibu hamil.

Kendati demikian, terdapat penelitian yang menduga ashwagandha mengandung senyawa yang dapat menyebabkan hepatotoksik. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan hati.

Studi soal potensi ashwagandha dalam mengobati diabetes masih terus dilakukan. Oleh karena itu, diabetesi harus tetap mengedepankan terapi pengobatan diabetes yang direkomendasikan dokter.

Caranya, dengan menerapkan pola makan dan gaya hidup sehat. Selain itu, rutin berolahraga, disiplin memeriksa gula darah, dan menggunakan insulin maupun obat resep dari dokter.

Jika ingin bertanya lebih lanjut seputar pengobatan diabetes, Anda bisa konsultasi lebih mudah kepada dokter secara online lewat Live Chat Klikdokter.

(FR/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar