Sukses

Kondisi Kesehatan yang Disebabkan Pengobatan Kanker

Pengobatan kanker dapat memberikan efek samping gangguan makan. Kondisi apa saja yang menyebabkan pasien kanker mengalami gangguan makan? Berikut ulasan lengkapnya.

Kanker merupakan salah satu penyakit keganasan. Kanker terjadi saat sel abnormal berkembang pesat di tubuh secara tidak terkendali. Untuk mengatasi kanker, dokter dapat memberikan terapi, seperti kemoterapi, radioterapi, maupun operasi.

Sayangnya, pengobatan kanker tersebut dapat menyebabkan efek samping berupa gangguan makanan dan kondisi kesehatan lainnya.

Lantas, apa saja gangguan makan dan kondisi kesehatan yang terjadi akibat pengobatan kanker? Dikutip dari Cancer Gov, berikut beberapa kondisi kesehatan yang dapat terjadi saat atau setelah pengobatan kanker.

 

1 dari 7 halaman

1. Kehilangan Nafsu Makan

Kehilangan nafsu makan ditandai ketika pasien kanker tidak ingin makan atau enggan mengonsumsi makanan terlalu banyak. Efek samping gangguan makan ini merupakan kondisi yang wajar.

Artikel Lainnya: Kenali Efek Samping Pengobatan Kanker pada Anak

Dokter Arina Heidyana menjelaskan, “Tergantung pengobatan jenis kanker yang dimaksud. Kalo kemoterapi dan radioterapi biasanya dapat memicu munculnya gangguan makan. Lama munculnya bervariasi, umumnya 1 sampai 2 bulan setelah pengobatan kankernya.”

Belum diketahui penyebab hilangnya nafsu makan pada penderita kanker. Namun ada beberapa alasan mengapa kehilangan nafsu makan bisa terjadi, di antaranya disebabkan oleh:

  • Penyakit kanker itu sendiri.
  • Kelelahan.
  • Sakit.
  • Obat. 
  • Perasaan, seperti stres, ketakutan, depresi, dan kecemasan
  • Efek samping pengobatan kanker, seperti mual, muntah, sembelit, atau perubahan terhadap rasa dan bau makanan.

Anda dapat melakukan beberapa hal ini untuk meminimalkan dampak nafsu makan yang hilang:

  • Mengonsumsi cairan atau bubuk makanan pengganti.
  • Makan sebanyak 5 atau 6 porsi kecil setiap hari.
  • Makan camilan sebelum tidur.
  • Mengonsumsi makanan lembut, dingin, atau makanan beku.
2 dari 7 halaman

2. Sembelit

Sembelit merupakan salah satu kondisi kesehatan yang terjadi akibat gangguan makan. Sembelit dapat ditandai dengan buang air besar yang lebih jarang. Tekstur feses saat sembelit umumnya lebih keras dan kering, sehingga sulit untuk dikeluarkan.

Karena kehilangan nafsu makan, pasien kanker jadi kurang mengonsumsi makanan berserat atau cairan. Padahal, serat dan cairan dibutuhkan oleh sistem pencernaan agar bisa buang air besar dengan lancar.

Sembelit juga dapat terjadi karena beberapa hal, di antaranya:

  • Kemoterapi. 
  • Lokasi kanker.
  • Akibat mengonsumsi obat pereda nyeri dan obat lainnya.
  • Tidak aktif atau malas bergerak.

Untuk mengatasi sembelit, pasien kanker dapat melakukan beberapa cara, seperti minum banyak cairan, mengonsumsi minuman hangat, dan makan makanan tinggi serat.

Artikel Lainnya: Mengapa Badan Tampak lebih Kurus Saat Kanker?

3 dari 7 halaman

3. Mulut Kering

Mulut kering terjadi ketika produksi air liur lebih sedikit daripada biasanya. Produksi air liur yang sedikit dapat menyebabkan sulit berbicara, mengunyah, dan menelan makanan.

Mulut kering juga dapat mengubah selera makan pasien kanker. Dampaknya, pasien jadi lebih malas untuk mengonsumsi makanan.

Mulut kering dapat terjadi karena tindakan kemoterapi dan radioterapi di bagian kepala atau leher. Dampak dari tindakan tersebut dapat merusak kelenjar penghasil air liur.

 

4 dari 7 halaman

4. Mual

Mual adalah perasaan ingin muntah dan rasa tidak nyaman di perut. Mual dapat menyebabkan pasien kanker malas makan sehingga kebutuhan nutrisinya tidak tercukupi.

Mual bisa terjadi akibat efek samping pengobatan kanker, seperti operasi, kemoterapi, imunoterapi, dan radioterapi ke bagian perut.

Beberapa cara dapat dilakukan untuk mengurangi terjadinya mual, antara lain:

  • Istirahat setelah makan.
  • Memakai pakaian yang nyaman dan longgar.
  • Menghindari makanan yang berbau tajam.
  • Mengatur ventilasi ruangan agar tidak pengap.

 

5 dari 7 halaman

5. Peradangan di Mulut (Mukositis)

Radioterapi yang fokus ke bagian kepala atau leher dapat menyebabkan mukositis. Kondisi mukositis ditandai dengan sariawan dan masalah gusi.

Perawatan kanker lain seperti kemoterapi juga dapat merusak sel-sel sehat di lapisan mulut dan bibir. Dampak dari pengobatan ini dapat membuat pasien kanker sulit atau malas makan.

Setelah pengobatan kanker berakhir, kemungkinan kondisi mulut serta gusi pasien kanker akan membaik. Cara ini dapat Anda lakukan untuk meredakan sakit gusi dan sariawan akibat pengobatan kanker:

  • Mengonsumsi makanan yang mudah dikunyah.
  • Memasak makanan sampai lunak dan lembut.
  • Memotong makanan menjadi kecil-kecil.
  • Minum dengan sedotan.

Artikel Lainnya: Mengenal Obat Pembrolizumab untuk Mengatasi Kanker

6 dari 7 halaman

6. Sakit Tenggorokan dan Kesulitan Menelan (Esophagitis)

Kemoterapi dan radioterapi di bagian kepala dan leher dapat membuat lapisan tenggorokan mengalami peradangan dan terasa sakit (esophagitis).

Pasien kanker mungkin juga dapat merasakan benjolan atau rasa terbakar di tenggorokan. Kondisi tersebut dapat membuat pasien kanker sulit untuk makan dan akhirnya mengalami penurunan berat badan.

Berikut beberapa cara yang dapat pasien kanker lakukan untuk meminimalkan sakit tenggorokan.

  • Pilih makanan yang mudah untuk ditelan.
  • Pilih makanan dan minuman yang tinggi protein dan kalori.
  • Masak makanan sampai lunak dan lembut.

Itu dia beberapa kondisi yang dapat menyebabkan gangguan makan pada pasien kanker yang menjalani pengobatan. Untuk tahu informasi kesehatan lainnya, Anda dapat membaca artikel di aplikasi Klikdokter.

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar