Sukses

Ini Cara Diabetes Merusak Kesehatan Paru Penderitanya

Diabetes dapat mempengaruhi semua organ tubuh, tak terkecuali paru-paru. Kenali bagaimana terjadinya komplikasi diabetes pada paru, agar Anda bisa lebih waspada.

Penyakit diabetes dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat dan tidak terkontrol. Apabila tidak dikendalikan dengan baik, penyakit metabolik tersebut dapat merusak semua organ tubuh, termasuk paru-paru. 

Faktanya, studi skala besar yang diterbitkan melalui Diabetes Care menyatakan bahwa  orang dewasa yang mengidap diabetes tipe 1 dan 2 lebih berisiko mengalami gangguan paru. 

Penelitian tersebut dilakukan dengan memeriksa catatan kesehatan lebih dari 1,8 juta penduduk California, Amerika Serikat. Hasil riset menemukan bahwa penderita diabetes 8 persen lebih berisiko menderita penyakit asma.

Di samping itu, penderita diabetes juga 22 persen lebih berpeluang untuk mengembangkan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Mereka pun 54 persen lebih berisiko memiliki fibrosis paru.

Disampaikan dr. Dyah Novita Anggraini, penyakit diabetes juga dapat meningkatkan risiko infeksi paru, seperti pneumonia. 

Artikel Lainnya: Tanda Diabetes Mellitus yang Perlu Anda Waspadai

Hal ini dibenarkan oleh studi, yang menyebut bahwa penderita diabetes 2 kali lebih mungkin untuk dirawat di rumah sakit karena kondisi peradangan paru-paru tersebut.

Berikut ini beberapa alasan yang mendasari bagaimana terjadinya komplikasi diabetes pada paru:

1 dari 3 halaman

1. Diabetes Menekan Fungsi Paru

Berdasarkan Healthgrades, penderita diabetes tipe 2 lebih berisiko mengalami penurunan fungsi paru-paru dibandingkan orang tanpa penyakit tersebut.

Fungsi paru-paru merupakan ukuran untuk mengetahui seberapa baik Anda bernapas. Pengukuran ini digunakan untuk mengetahui seberapa efektif paru-paru mengirimkan oksigen ke seluruh tubuh. 

Orang dewasa yang memiliki diabetes tipe 2 disebut mengalami penurunan fungsi paru. Mereka cenderung memiliki volume paru 3–10 persen lebih rendah dibandingkan orang tanpa diabetes.

Sejumlah riset menemukan bahwa penurunan fungsi paru terjadi karena peningkatan kadar gula darah. Dengan kata lain, semakin lama Anda mengalami diabetes, fungsi paru-paru juga kian buruk.

Kondisi tersebut semakin diperparah jika Anda mengalami obesitas, terbiasa merokok, atau memiliki riwayat penyakit paru. 

Penurunan fungsi paru juga berbahaya, utamanya jika Anda mengalami komplikasi diabetes berupa gagal jantung maupun gagal ginjal.

2. Diabetes Bikin Paru Meradang

Sejumlah ilmuwan menduga bahwa komplikasi diabetes pada paru terjadi karena penyakit tersebut memicu peradangan pada tubuh. 

Artikel Lainnya: Penyebab Prediabetes dan Diabetes Tipe 2 Sering Tidak Terdiagnosis

Penderita diabetes akan memiliki senyawa peradangan, seperti protein C-reaktif dengan kadar yang lebih tinggi. 

Penelitian yang dirilis Diabetes Care bahkan menemukan bahwa fungsi paru yang buruk berhubungan erat dengan tingkat peradangan yang dialami.

Studi tersebut juga menjelaskan bahwa obesitas dapat memperburuk kondisi terkait. Artinya, orang dengan berat badan berlebih disebut memiliki fungsi paru yang buruk, serta kondisi diabetes lebih parah. 

Riset lain yang diterbitkan pada jurnal Lung menduga bahwa peradangan merupakan penyebab memburuknya kondisi paru dan diabetes yang dialami pengidap obesitas.

2 dari 3 halaman

3. Merokok Bikin Komplikasi Diabetes pada Paru Semakin Parah

Komplikasi diabetes pada paru dapat semakin buruk jika Anda memiliki kebiasaan merokok. 

Pasalnya, aktivitas ini dapat meningkatkan risiko komplikasi penyakit serius lain, seperti kerusakan saraf, terganggunya aliran darah, kebutaan, hingga penyakit ginjal dan jantung.

Sebaliknya, jika Anda berhenti merokok, hal ini dapat menurunkan risiko peningkatan kadar gula darah. 

Selain itu, berhenti merokok juga dapat memperbaiki sensitivitas insulin sehingga lebih mampu untuk mengontrol kadar gula darah di dalam tubuh.

Cegah komplikasi diabetes pada paru dengan menerapkan gaya hidup aktif dan sehat, serta mematuhi segala anjuran yang diberikan oleh dokter.

Apabila Anda butuh bantuan atau punya pertanyaan seputar diabetes, tak perlu malu untuk melakukan konsultasi secara langsung kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau aplikasi Klikdokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar