Sukses

Efek Samping Obat Kanker Perut Herceptin

Obat herceptin yang dikonsumsi kanker perut dan kanker sistem pencernaan dapat menyebabkan efek samping. Ketahui efek sampingnya di sini.

Herceptin atau trastuzumab merupakan obat resep yang selama ini digunakan untuk mengobati kanker payudara dengan kondisi lanjutan HER2-positif. 

Untuk mengobati kanker perut dan kanker sistem pencernaan, herceptin biasanya diresepkan dokter bersama obat kanker lainnya. Seperti obat umumnya, herceptin juga dapat memicu efek samping ringan maupun serius. 

Berikut efek samping herceptin pada penderita kanker perut dan kanker sistem pencernaan.

1 dari 3 halaman

Efek Samping Berat

Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat menyetujui obat ini digunakan pada orang dewasa yang mengalami kanker perut dan kanker sistem pencernaan seperti adenokarsinoma persimpangan gastroesofagus, utamanya dengan HER2-positif.

HER2 merupakan istilah yang merujuk pada Human Epidermal Growth Factor Receptor 2. Berdasarkan Icon Cancer Centre, protein HER2 ditemukan di luar sel payudara dan mendorong pertumbuhan sel kanker. 

Jika kadar sel kanker dengan HER2 melampaui batas normal, kondisi ini disebut sebagai HER2-positif.

Artikel Lainnya: Mengenal Terapi Enzim untuk Pengobatan Kanker Pankreas

Mengutip Medical News Today, efek samping kemoterapi herceptin dapat menyebabkan penderita kanker perut maupun kanker sistem pencernaan mengalami neutropenia.

Neutropenia merupakan kondisi rendahnya kadar neutrofil atau sel darah putih yang melindungi tubuh dari bahaya infeksi. Kondisi ini menyebabkan tubuh Anda lebih rentan terinfeksi kuman.

Neutropenia menyebabkan sejumlah gejala, di antaranya:

  • Demam.
  • Radang paru-paru.
  • Infeksi sinus.
  • Otitis media (infeksi telinga).
  • Gingivitis (radang gusi).
  • Omphalitis (infeksi pusar).
  • Abses kulit.

Disampaikan dr. Atika, efek samping neutropenia diduga terjadi karena obat ini bersifat antibodi monoklonal.

Antibodi monoklonal merupakan protein buatan yang meniru sistem kekebalan tubuh manusia. Fungsinya antibodi monoklonal melawan antigen berbahaya seperti virus maupun bakteri. 

“Ada penelitian yang menyebutkan terdapat satu kasus penggunaan herceptin, menyebabkan neutropenia. Sayangnya mekanismenya belum jelas,” kata dr. Atika.

Artikel Lainnya: Manfaat Ginseng untuk Kanker, Mitos atau Fakta?

2 dari 3 halaman

Efek Samping Ringan

Obat kanker perut herceptin juga dapat menyebabkan efek samping ringan berupa:

  • Kelelahan.
  • Depresi ringan atau mood depresi.
  • Sakit kepala.
  • Diare.
  • Mual.
  • Infeksi saluran pernapasan atas seperti flu biasa.
  • Stomatitis (pembengkakan atau luka di dalam bibir, mulut, tenggorokan, atau pipi).
  • Insomnia.
  • Batuk.
  • Ruam.
  • Retensi cairan (pembengkakan karena kelebihan cairan).
  • Nyeri di punggung, tulang, sendi, otot, atau perut.
  • Sesak napas.
  • Kulit terbakar.
  • Penurunan berat badan.

Dokter Atika menduga, efek samping ringan tersebut masih dipengaruhi sifat herceptin sebagai antibodi monoklonal.

“Sehingga bisa menginterferensi sistem lain di tubuh dan memunculkan gejala-gejala efek samping itu, yang sayangnya belum dapat dipastikan mekanismenya,” kata dia.

Berdasarkan Cancer.org, efek samping antibodi monoklonal terjadi karena tubuh mengalami reaksi alergi. Efek samping ringan herceptin ini biasanya berlangsung dalam hitungan hari hingga pekan.

Meski begitu, efek samping herceptin juga dapat berlangsung lama, bahkan mengancam jiwa.

Oleh karena itu, segeralah hubungi dokter, jika efek samping obat kanker perut menyebabkan Anda mengalami gejala berat yang menyebabkan ketidaknyamanan.

Jika ingin tanya lebih lanjut seputar kanker, konsultasi langsung dengan dokter via LiveChat.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar