Sukses

Manfaat Jambu Biji untuk Pasien Kanker

Siapa tak kenal jambu biji? Selain enak, buah ini punya banyak manfaat sehat. Salah satunya, mengatasi kanker. Apa manfaat jambu biji untuk kanker?

Buah jambu biji memiliki cukup banyak penggemar. Selain rasanya yang manis dan beraroma khas, nutrisinya yang kaya adalah alasan lain buah ini dicari. 

Melansir WebMD, jambu biji sangat kaya akan vitamin C, serat, dan antioksidan lainnya, ditambah nutrisi seperti zat besi, kalsium, vitamin A, serta kalium.

Kandungan tersebut membawa buah ini bermanfaat untuk untuk mengontrol kadar gula darah, membantu sistem pencernaan dan kesehatan jantung, serta menjaga menjaga daya tahan tubuh.

Namun, bagaimana dengan kanker? Adakah manfaat jambu biji untuk kanker? Berikut penjelasannya.

1 dari 3 halaman

Jambu Biji untuk Kanker, Apa Manfaatnya?

Potensi antikanker pada buah jambu biji turut diamini oleh dr. Astrid Wulan Kusumoastuti. Dia mengatakan, “Adanya potensi antikanker pada jambu biji berkat kandungan antioksidannya yang kaya, salah satunya adalah likopen.” 

Artikel Lainnya: Manfaat Ginseng untuk Kanker, Mitos atau Fakta?

Dikutip dari Healthline, ekstrak daun jambu biji memang terbukti memiliki sifat antikanker. 

Dalam uji tabung yang dilakukan pada hewan, terlihat ekstrak jambu biji dapat mencegah dan bahkan menghentikan pertumbuhan sel kanker. 

Peneliti menduga, hal ini terjadi karena mungkin dengan tingginya Misalnya, diketahui kerusakan sel akibat radikal bebas adalah salah satu penyebab kanker. 

Melansir NCBI, sebuah penelitian dilakukan pada April 2020 untuk melihat manfaat antikanker ekstrak jambu biji merah. 

Dalam studi, ekstrak jambu biji merah dikombinasikan dengan terapi target dan doxorubicin untuk sel kanker payudara triple negatif (TNBC).

Menurut peneliti, ekstrak jambu biji yang dimurnikan dari daun dan kulit kayu punya banyak molekul bioaktif bersifat antikanker. 

Buah jambu biji merah juga kaya ekstrak likopen yang dapat menginduksi apoptosis (kematian sel terprogram) pada kanker payudara reseptor estrogen positif.

Hasil studi menunjukkan manfaat terapeutik ekstrak jambu biji merah sebagai pengobatan kanker potensial untuk TNBC dikombinasikan dengan doxorubicin atau terapi yang ditargetkan.

“Studi lebih lanjut memang masih diperlukan untuk memantapkan klaim tersebut. Namun, jambu biji tetap kaya akan nutrisi dan vitamin serta mineral jika dikonsumsi oleh pasien kanker,” tutur dr. Astrid Wulan.

Artikel Lainnya: Khasiat Ubi untuk Mencegah Kanker, Apakah Terbukti Secara Medis?

2 dari 3 halaman

Berapa Banyak Konsumsi Jambu Biji yang Aman?

Jambu biji adalah buah sehat dan pada umumnya aman dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. 

Bila Anda sedang menderita kanker atau menjalani pengobatan, tak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter jika ingin memasukkan asupan ini dalam diet harian.

Selain, dr. Astrid Wulan mengingatkan beberapa hal mengenai jumlah konsumsi buah jambu biji.

“Jambu biji merupakan buah yang mengandung gula, sehingga jika dikonsumsi terlalu banyak bisa sebabkan dampak negatif,” ujarnya. 

Dia menjelaskan, “Satu buah jambu biji sehari seharusnya cukup. Jangan lupa, kombinasikan juga dengan makanan sehat lainnya, termasuk beragam buah-buahan, agar lebih bervariasi.”

Lebih disarankan Anda mengonsumsi jambu biji dalam bentuk segar. Setelah dicuci bersih, Anda bisa memotong buah menjadi dua bagian layaknya apel. Anda juga bisa mengeruk bagian dagingnya layaknya makan alpukat. 

Itulah potensi manfaat jambu biji untuk kanker. Meski belum bisa dikatakan bisa menyembuhkan kanker, buah ini tetaplah menyehatkan. Konsumsi dalam jumlah wajar serta jalani gaya hidup sehat dan aktif setiap hari.

Cari tahu informasi manfaat buah-buahan lainnya untuk kanker dengan menggunakan aplikasi Klikdokter. Yuk, download di sini!

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar