Sukses

Cara Pakai Inhaler Dosis Terukur untuk Meredakan Asma

Inhaler dosis terukur adalah salah satu obat semprot yang digunakan untuk meredakan gejala asma. Penderita asma harus tahu cara memakai inhaler dosis terukur dengan membaca ulasan berikut ini.

Inhaler merupakan obat semprot yang digunakan untuk meredakan gejala asma. Salah satu jenis inhaler yang banyak dipakai adalah metered dose inhaler (MDI) atau inhaler dosis terukur.

Inhaler tersedia dalam bentuk tabung kecil dengan corong di bagian ujungnya. Di dalam inhaler dosis terukur terdapat obat untuk meredakan gejala asma. Ketika disemprot, alat ini dapat memberikan dosis obat yang cukup konsisten. 

Berdasarkan Family Doctor, inhaler dosis terukur umumnya digunakan untuk mengobati gangguan pernapasan, seperti asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), dan masalah pernapasan lainnya.

Agar dosis obatnya tepat dan gejala asma bisa segera membaik, penting bagi Anda untuk memahami cara menggunakan inhaler. 

Artikel Lainnya: Berbagai Cara Alami untuk Mengatasi Sesak Napas Karena Asma

1 dari 4 halaman

Cara Pakai Inhaler

Disampaikan oleh dr. Astrid Wulan Kusumoastuti, inhaler dosis terukur dapat digunakan dengan cara menekan canister (salah satu komponen inhaler).

“Hal ini akan mengaktifkan propellant yang kemudian mendorong obat keluar dari canister ke mulut pasien,” katanya.

“Sederhananya, canisternya ditekan lalu aerosol yang ke luar diisap oleh penderita asma,” dr. Astrid menambahkan.

Masih dilansir dari Family Doctor, berikut cara penggunaan inhaler dosis terukur.

  • Lepaskan tutup inhaler dosis terukur, lalu pegang perangkat ini dalam posisi tegak.
  • Anda juga dapat menggunakan spacer atau aerochamber, yaitu alat untuk menambah ruang antara inhaler dengan mulut pasien. Spacer atau aerochamber membantu pasien menghirup uap obat lebih efektif dalam 5 hingga 10 kali tarikan napas. Spacer juga dapat melindungi tenggorokan Anda agar tidak mengalami iritasi akibat paparan obat.
  • Selanjutnya berdirilah atau duduk tegak.
  • Kocok inhaler dosis terukur.
  • Miringkan kepala Anda sedikit ke belakang dan embuskan napas terlebih dahulu.
  • Masukkan inhaler melalui mulut Anda.
  • Tekan inhaler secara cepat untuk melepaskan obat, sembari bernapas perlahan.
  • Tarik napas perlahan selama 3 hingga 5 detik.
  • Tahan napas Anda selama 10 detik untuk memungkinkan obat masuk jauh ke dalam paru-paru Anda.
  • Buang napas perlahan. Ulangi.

Artikel Lainnya: Komplikasi Asma yang Bisa Menurunkan Kualitas Hidup Anda

2 dari 4 halaman

Mencatat Dosis Obat yang Digunakan

Penting untuk mencatat jumlah dosis obat yang telah Anda hirup melalui inhaler dosis terukur. Umumnya, inhaler menyertakan meteran di belakang perangkat. 

Meteran di perangkat berfungsi mengetahui seberapa banyak obat yang tersisa di dalam inhaler. Selain itu, Anda juga dapat mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mengganti inhaler.

Kendati demikian, tidak semua inhaler memiliki meteran. Jika memiliki inhaler dengan kondisi seperti itu, Anda dapat melakukan perhitungan menggunakan metode berikut.

Bagilah total isapan Anda dengan jumlah isapan yang direkomendasikan produk inhaler dosis terukur. 

Misalnya, Anda menggunakan inhaler 120 dosis. Lalu, berdasarkan ketentuan produk, Anda direkomendasikan mengisap inhaler sebanyak 4 kali dalam sehari. Dengan demikian, perangkat inhaler dosis terukur Anda hanya bisa digunakan selama 30 hari. 

Artikel Lainnya: Punya Gejala Mirip, Ini Beda Asma dan Bronkitis

3 dari 4 halaman

Merawat Inhaler Dosis Terukur

Setelah mengetahui cara pemakaian inhaler dosis terukur, Anda juga perlu mengetahui tips merawat perangkat ini.

Sebagian besar inhaler dosis terukur memiliki tabung yang didesain dapat dilepaskan. Desain tersebut memudahkan Anda untuk membersihkan perangkat obat yang meredakan gejala asma ini. 

Untuk membersihkannya, Anda bisa melepaskan tabung lalu membilasnya menggunakan air hangat sekali dalam sepekan.

Sementara itu, jika Anda memiliki inhaler yang tidak dapat dilepaskan, bersihkan perangkat ini menggunakan kain maupun kapas kering.

Jika ingin bertanya lebih lanjut seputar alat kesehatan lainnya, konsultasikan ke dokter via Live Chat.

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar