Sukses

Bahaya Pemakaian Cat Silver bagi Kesehatan Bayi

Viral di media sosial mengenai bayi yang dicat silver. Jangan anggap remeh, ketahui bahaya cat manusia silver pada bayi menurut dokter!

Tren manusia silver di Indonesia memang bukan hal baru. Namun, kali ini pemakaian cat silver menjadi keliru karena diaplikasikan pada tubuh bayi berusia 10 bulan.

Pada sebuah unggahan foto, terlihat bayi yang dilumuri cat silver diajak mengemis di jalanan. Kejadian ini sontak membuat masyarakat prihatin akan bahaya kesehatan yang dapat terjadi pada bayi silver tersebut.

Apa bahaya cat silver pada bayi? Ini kata dokter.

1 dari 3 halaman

Efek Samping Cat Silver pada Kesehatan Bayi

Belum diketahui pasti cat apa yang digunakan pada bayi tersebut. Namun, kebanyakan cat memiliki bahan kimia yang berbahaya, seperti vinil klorida, plastisol, formaldehida, dan timbal logam berat.

Artikel Lainnya: Benarkah ASI Bisa Merusak Kulit Bayi? Ini Faktanya Menurut Dokter

Beberapa bahan kimia berbahaya tersebut dapat menyebabkan reaksi alergi dan menyumbat pori-pori kulit, baik pada bayi maupun orang dewasa.

Dokter Dyah Novita Anggraini menjelaskan, kulit bayi jauh lebih sensitif dibanding orang dewasa. Oleh sebab itu, bayi bisa saja mengalami iritasi kulit, dan muncul reaksi alergi berupa kemerahan atau gatal saat terkena bahan kimia berbahaya. 

“Bayi silver dapat mengalami yang namanya dermatitis kontak pada kulit. Karena, lapisan kulit korneum bayi masih tipis, sehingga paparan bahan kimia yang berbahaya dapat menyebabkan dermatitis kontak,” jelasnya.

Efek jangka pendek dari penggunaan cat pada kulit mungkin hanya berkisar pada gejala ringan. Contohnya, muncul gatal-gatal, ruam, pusing, mata merah atau iritasi, dan iritasi pada saluran pernapasan.

Melansir Safer Chemicals Healthy Families, paparan bahan kimia vinil klorida dapat mengakibatkan sindrom vinyl chloride. Ini merupakan sebuah sindrom yang terdiri dari fenomena Raynaud.

Gejala Raynaud berkisar pada wajah yang memucat, mati rasa, dan ketidaknyamanan jari saat terkena dingin. Lalu, ada pula keluhan degenerasi tulang ujung jari (acroosteolysis), nyeri sendi dan otot, serta kekakuan tangan dengan perubahan kulit.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), Amerika Serikat, bayi dan anak kecil mungkin lebih rentan terhadap kanker akibat vinil klorida ketimbang orang dewasa.

Artikel Lainnya: Tips Membersihkan Daki di Tubuh Bayi

2 dari 3 halaman

Bahaya Cat Silver pada Bayi Mungkin Terlihat Saat Beranjak Dewasa

Dokter Dyah Novita menjelaskan, mungkin saja saat ini efek cat pada kulit bayi belum terlihat. Namun, bukan berarti tidak akan berbahaya atau menimbulkan efek samping.

Paparan bahan kimia pada kulit bayi bisa saja akan menjadi masalah di masa depan. Maka dari itu, fenomena bayi silver memang sangat berbahaya dan seharusnya tidak terjadi lagi.

Menurut dr. Dyah Novita, bayi cat silver seharusnya melakukan pemeriksaan oleh dokter kulit ataupun dokter spesialis anak. Langkah ini untuk melihat reaksi yang mungkin terjadi akibat penggunaan cat di kulit bayi.

Itu dia penjelasan mengenai bahaya cat silver pada kulit bayi. Hindari paparan bahan kimia yang keras dan tidak aman untuk kulit si kecil, demi menghindari keluhan kesehatan di kemudian hari.

Jika memiliki pertanyaan seputar kesehatan kulit bayi, Anda bisa segera berkonsultasi melalui LiveChat dokter anak.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar