Sukses

Penyakit Celiac Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Kolon?

Penyakit celiac dapat menyebabkan peradangan usus. Lantas, apakah kondisi ini dapat memicu kanker kolon? Yuk, kita simak penjelasannya di sini.

Keluhan penyakit celiac muncul ketika penderitanya mengonsumsi asupan yang mengandung gluten. Gluten sendiri adalah protein yang bisa ditemukan di dalam makanan tertentu, seperti pasta, roti, dan biskuit. 

Penyakit autoimun ini dapat menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan, seperti diare, sakit perut, dan kembung. Jika tidak ditangani dan diobati, komplikasi serius dapat terjadi.

Benarkah kanker kolon (kolorektal) alias kanker usus besar merupakan salah satu komplikasi berbahaya penyakit celiac? Kita simak penjelasannya di sini.

1 dari 3 halaman

Benarkah Penyakit Celiac Tingkatkan Risiko Kanker Kolon?

Gluten sendiri sebenarnya aman dikonsumsi. Akan tetapi, sistem kekebalan penderita celiac merespons gluten secara berlebihan. Respons berlebihan tersebut menyebabkan peradangan.

Dijelaskan dr. Reza Fahlevi, “Penyakit celiac itu tidak bisa menoleransi makanan yang mengandung gluten (tepung-tepungan). Jadi, ketika ada asupan gluten, penderita akan mengalami peradangan pada usus-ususnya.”

Artikel lainnya: Waspada, Obesitas Bisa Menjadi Faktor Risiko Kanker Kolon

Lama-lama, kondisi tersebut bisa merusak lapisan usus halus penderita sekaligus menghambat penyerapan nutrisi.

Kondisi peradangan di usus inilah yang kerap dikaitkan dengan risiko kanker kolon. Soal itu, dr. Reza menjabarkan pendapatnya. 

“Jika terjadi peradangan yang dalam jangka waktu lama, bisa jadi akan mencetuskan munculnya beberapa jaringan baru, termasuk kanker. Jadi, kaitannya karena adanya peradangan kronik,” tuturnya. 

“Misalnya, penyakit celiacnya tidak diobati dengan baik, tidak diterapi dengan baik, itu akan berisiko dalam jangka panjang bisa menyebabkan kondisi kanker,” jelas dr. Reza. 

Namun demikian, hal tersebut belum sepenuhnya bisa dipastikan. Melansir VeryWellHealth, para ahli menganalisis beberapa studi dan laporan terkait risiko kanker usus besar pada penderita penyakit celiac.

Hasilnya, risiko kanker kolon pada penderita celiac sama dengan populasi umum. Hanya ada satu studi yang menyatakan terjadi sedikit peningkatan risiko. Analisis tersebut dipublikasikan dalam World Journal of Gastroenterology pada 2009.

Artikel lainnya: Benarkah Antibiotik Sebabkan Kanker kolon? Cek Faktanya!

Selain itu, penderita penyakit celiac tampaknya cenderung tidak mengembangkan banyak polip usus bila dibandingkan dengan populasi umum. Polip usus sendiri adalah salah satu faktor risiko kanker kolon.

Penelitian yang diterbitkan Pusat Penyakit Celiac Universitas Columbia pada 2010, mengamati semua pasien penyakit celiac yang menjalani kolonoskopi selama hampir 4 tahun. Mereka dibandingkan dengan pasien kolonoskopi yang tidak memiliki celiac.

Hasilnya, ditemukan setidaknya satu polip pada 13 persen orang dengan celiac, sedangkan 17 persen merupakan orang tanpa celiac.

Sementara itu, pasien lansia dan pria—baik penderita celiac ataupun tidak—diketahui lebih cenderung memiliki polip. 

2 dari 3 halaman

Memperbaiki Pola Makan

Sejauh ini, belum ada obat untuk penyakit celiac. Namun, menerapkan diet bebas gluten akan membantu mengendalikan gejala sekaligus mencegah komplikasi jangka panjang penyakit ini. 

Itu sebabnya, sangat dianjurkan mengubah pola makan menjadi lebih sehat di saat gejala penyakit tersebut masih ringan. Hindari asupan gluten tinggi, seperti roti, gandum, dan pasta. Terlalu sering mengonsumsi makanan tersebut akan menyebabkan komplikasi serius pada usus.

Lebih baik, pilih nasi atau nasi merah, daging tanpa lemak, sayuran, serta buah-buahan. Bila Anda kesulitan untuk menentukan diet harian, jangan ragu meminta saran orang yang berkompeten, baik dokter gizi, ataupun ahli gizi. 

Anda juga bisa memanfaatkan layanan konsultasi online langsung bersama dokter di fitur Live Chat 24 Jam dari aplikasi Klikdokter. Yuk, download di sini!

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar