Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Latihan Pernapasan untuk Atasi Detak Jantung Tidak Teratur

Latihan Pernapasan untuk Atasi Detak Jantung Tidak Teratur

Aritmia atau detak jantung tidak teratur bisa menyebabkan nyeri dada dan perasaan cemas. Untuk mengatasinya, Anda bisa melakukan tiga latihan pernapasan berikut ini.

Aritmia merupakan gangguan irama jantung yang menyebabkan jantung Anda berdetak tidak teratur. Kondisi ini terjadi karena impuls listrik yang bertugas mengoordinasikan detak jantung tidak bekerja dengan baik. Akibatnya, jantung Anda berdetak terlalu cepat, maupun terlalu lambat.

Berdasarkan Medlineplus, normalnya, jantung berdetak antara 60 hingga 100 detik per menit. Namun, detak jantung orang yang mengalami aritmia bisa kurang atau melampaui kecepatan normal tersebut.

Detak jantung tidak teratur dapat menyebabkan Anda mengalami sejumlah gejala seperti nyeri dada, sesak napas, cemas, lelah, sakit kepala ringan, berkeringat, hingga kehilangan kesadaran. 

Untuk mengatasinya, Anda dapat melakukan latihan pernapasan untuk jantung. Mengutip Discovery Health, latihan pernapasan dengan menghirup udara dalam-dalam dapat mengantarkan lebih banyak oksigen ke seluruh tubuh, dan mengurangi stres.

Artikel Lainnya: Latihan Pernapasan untuk Meringankan Gejala Asma Berat

Latihan pernapasan untuk jantung berdebar juga bermanfaat memperbaiki stimulasi berlebih pada sistem saraf simpatik serta menurunkan ritme jantung yang berdetak cepat. Berikut beberapa metodenya.

1 dari 3 halaman

1. Pernapasan Lengkap

Pernapasan yang cepat dan pendek, menurut University of Missouri-Kansas  City di Amerika Serikat, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Kondisi ini dapat membuat gejala aritmia Anda menjadi lebih buruk.

Oleh karena itu, cobalah lakukan pernapasan lengkap dengan menghirup napas secara dalam dan penuh. 

Latihan pernapasan untuk jantung ini bermanfaat memperlambat detak jantung dan meningkatkan kesehatan jantung secara keseluruhan. 

Berikut cara untuk melakukannya:

  • Duduk tegak dan relaks.
  • Buang napas, lalu tarik napas sambil mengendurkan otot perut. Anda akan merasakan sensasi udara mengisi perut.
  • Hirup udara hingga dada Anda terasa mengembang, lalu tahan napas selama beberapa detik.
  • Sambil mengendurkan otot-otot Anda, buang napas selambat mungkin.
  • Tarik kencang otot perut sembari mengeluarkan napas terakhir. Lakukan sambil memejamkan mata selama 5 menit.

Artikel Lainnya: Lakukan Teknik Pernapasan Ini Agar Tidur Lebih Berkualitas

2 dari 3 halaman

2. Pernapasan Perut

Disampaikan oleh dr. Arina Heidiyana, untuk mengatasi jantung berdebar, Anda bisa melakukan pernapasan perut.

Menukil dari American Medical Student Association, pernapasan perut bermanfaat meningkatkan stamina dan aliran darah sehingga membuat tubuh menjadi lebih relaks. 

Selain itu, latihan ini juga dapat membuat pernapasan menjadi lebih dalam. Berikut langkah melakukan pernapasan perut:

  • Letakkan satu tangan di dada dan satu tangan di perut. 
  • Lalu tarik napas dalam melalui hidung sambil merasakan otot perut terangkat. Nantinya, tangan di perut terasa lebih tinggi dibandingkan tangan di dada. 
  • Setelah itu buang napas perlahan melalui mulut. 

“Latihan napas ini bisa dilakukan selama 5 menit,” saran dr. Arina.

3. Pernapasan Tiongkok

Latihan pernapasan Tiongkok bermanfaat untuk mengurangi kecemasan dan meningkatkan energi. Secara tidak langsung, latihan ini bermanfaat membantu mengatur detak jantung Anda. Anda bisa mengikuti tahap-tahap berikut ini:

  • Duduk tegak.
  • Tarik napas pendek tanpa mengembuskannya sebanyak tiga kali melalui hidung. 
  • Pada tarikan napas pertama, rentangkan tangan lurus ke depan. 
  • Pada tarikan napas kedua, rentangkan tangan ke samping tubuh Anda.
  • Pada tarikan napas ketiga, angkat tangan lurus di atas kepala Anda. 
  • Buang napas sepenuhnya sambil menurunkan lengan ke posisi awal. 
  • Lakukan sebanyak 10 kali pengulangan.

Aritmia dapat membuat Anda merasa tidak nyaman. Untuk mengurangi gejalanya, cobalah lakukan tiga metode latihan pernapasan untuk jantung di atas. 

Jika ingin bertanya lebih lanjut seputar penyakit jantung, konsultasikan langsung dengan dokter melalui fitur Live Chat. 

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar