Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Konsumsi Daging Merah Berlebihan Picu Kanker Kolorektal?

Konsumsi Daging Merah Berlebihan Picu Kanker Kolorektal?

Kebanyakan makan daging merah diduga bisa memicu kanker kolon. Benarkah daging merah sebabkan kanker usus besar? Ketahui di sini.

Orang yang mengonsumsi daging merah berlebihan disebut-sebut berisiko mengalami kanker kolorektal

Kanker kolorektal atau kanker kolon merupakan kanker yang tumbuh di usus besar. Jenis keganasan ini juga dapat berkembang di rektum, yaitu bagian paling bawah usus besar yang terhubung ke anus.

Hipotesis daging merah sebabkan kanker kolorektal pertama kali mengemuka usai International Agency for Research on Cancer (IARC) memaparkan hasil studi mereka.

Mengutip laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), IARC menyebut konsumsi daging merah dapat meningkatkan risiko kanker, salah satunya kanker usus besar

Temuan IARC ini membuat WHO mengklasifikasikan daging merah dalam kelompok 2A karsinogenik (penyebab kanker). Artinya, berdasarkan bukti terbatas, daging merah diduga dapat menyebabkan kanker pada manusia.

1 dari 3 halaman

Bagaimana Daging Merah Menyebabkan Kanker Kolorektal?

Daging merah sendiri merupakan daging yang berasal dari tubuh sapi, babi, domba, kuda, dan kambing. Warna daging ini berasal dari mioglobin, yaitu protein berwarna merah yang berikatan dengan oksigen.

Artikel Lainnya: Benarkah Makan Es Krim Saat Haid Picu Kanker Serviks?

Menurut IARC, daging ini kerap digoreng dan dipanggang dalam suhu tinggi. Hal itu yang menyebabkan daging merah berperan dalam peningkatan risiko kanker.

Proses memasak tersebut diduga menghasilkan zat kimia karsinogenik, seperti hidrokarbon aromatik polisiklik dan amina aromatik heterosiklik.

Meski begitu, IARC mengakui tidak memiliki cukup data untuk mendukung dugaan tersebut. Jadi, belum bisa disimpulkan apakah proses pengolahan daging meningkatkan risiko kanker.

Dugaan lainnya soal konsumsi daging merah picu kanker kolorektal disampaikan dr. Astrid Wulan Kusumoastuti. Menurutnya, hal ini terjadi karena senyawa di dalam daging merah berpotensi merusak sel saluran cerna. 

“Misalnya, kandungan heme dalam daging merah yang akan dipecah menjadi senyawa N-nitroso (NOC), yang disinyalir dapat merusak sel-sel di saluran cerna, menjadikannya karsinogenik. Senyawa yang sama terdapat juga di daging olahan atau processed meat,” jelas dr. Astrid.

“Meski begitu, penyebab kanker sendiri belum banyak diketahui secara pasti,” ungkapnya.

Artikel Lainnya: Makan Mi Instan Tiap Hari, Benarkah Picu Kanker?

Pernyataan dr. Astrid tersebut merujuk pada studi yang dipublikasikan Harvard Health Publishing, Amerika Serikat. 

Para peneliti menemukan, orang yang mengonsumsi daging merah dalam jumlah besar dan menjalani diet tinggi serat memiliki NOC dan kerusakan sel usus besar dalam jumlah sedang. 

Sebaliknya, peserta yang mengonsumsi makanan vegetarian memiliki NOC dan kerusakan sel usus besar dalam jumlah kecil.

2 dari 3 halaman

Perhatikan Asupan Daging Merah

Anda tetap boleh mengonsumsi daging merah, asalkan asupannya dibatasi. Berdasarkan National Health Service (NHS), Inggris, orang dewasa yang rutin mengonsumsi lebih dari 90 gram daging merah per hari, disarankan mengurangi porsi menjadi 70 gram atau kurang dalam sehari.

Bagi anak-anak, porsi makan daging merah disesuaikan berdasarkan usia dan ukuran tubuh. Karena, mereka belum membutuhkan makanan sebanyak orang dewasa.

Jika memungkinkan, pilihlah daging merah tanpa lemak. Kemudian, hindari membakar, mengasinkan, dan mengawetkan daging.

Bukti soal konsumsi daging merah menyebabkan kanker kolorektal memang belum banyak. Meski begitu, Anda tetap harus bijak mengolah dan menyantapnya demi menghindari risiko penyakit akibat konsumsi berlebih. 

Jika ingin tahu lebih lanjut seputar makanan penyebab kanker, Anda bisa bertanya kepada dokter dengan lebih mudah lewat layanan Konsultasi Seputar Kanker.

(FR/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar