Sukses

Cara Mengatasi Zoom Fatigue Saat Pandemi COVID-19

Lelah mental karena terlalu sering pakai platform komunikasi visual? Mungkin Anda mengalami zoom fatigue. Ketahui cara mengatasinya di sini.

Aktivitas pekerjaan dan pembelajaran sekolah yang dilakukan secara daring menuntut banyak orang menggunakan platform komunikasi virtual selama masa pandemi COVID-19.

Sesi pertemuan online tersebut dapat berlangsung selama berjam-jam, dan kadang dilakukan nyaris setiap hari. Hal ini dapat memicu fenomena yang disebut sebagai zoom fatigue.

Zoom fatigue merupakan perasaan lelah, khawatir dan jenuh akibat terlalu sering menggunakan platform komunikasi virtual.

Kondisi ini dapat menyebabkan Anda merasa sangat lelah tiap kali melakukan virtual meeting. Anda jadi sulit berkonsentrasi ketika mengikuti sesi rapat maupun pembelajaran daring.

Bahkan Anda berpikiran untuk menghindari, membatalkan dan menjadwalkan ulang pertemuan virtual tersebut. Lantas, bagaimana cara mengatasi zoom fatigue?

1 dari 3 halaman

1. Batasi Kontak Mata

Terlibat kontak mata secara intens dengan peserta rapat daring dapat menyebabkan Anda mengalami stres.

Artikel lainnya: Cara Mengatasi Stres bagi Ibu Rumah Tangga saat Pandemi

Jeremy Bailenson, profesor sekaligus pendiri Stanford Virtual Human Interaction Lab, mengatakan kondisi stres tersebut terjadi karena Anda merasa terintimidasi dilihat oleh banyak orang selama sesi konferensi online.

Oleh karena itu, melalui studinya yang diterbitkan pada jurnal Technology, Mind and Behavior, Bailenson menganjurkan Anda untuk meminimalkan ukuran jendela percakapan platform komunikasi visual.

Hal ini dilakukan agar ukuran wajah peserta rapat menjadi lebih kecil. Anda pun dapat membatasi kontak mata dengan mereka dan mengurangi perasaan terintimidasi.

Bahkan jika memungkinkan, Anda dapat membatasi kontak mata dengan mengganti metode komunikasi dari video menjadi panggilan telepon.

2. Istirahatkan Mata

Selama menjalani pertemuan daring, Anda akan melakukan interaksi tatap muka, berkomunikasi secara verbal, menjadi pendengar serta menginstruksikan dan menafsirkan bahasa tubuh secara intens.

Hal ini menurut psikolog Ikhsan Bella Persada, M.Psi. dapat menyebabkan kelelahan fisik dan mental. 

Artikel lainnya: Tips Hadapi Quarter Life Crisis Saat Pandemi COVID-19

“Karena mata kita hanya tertuju pada satu titik, terus-menerus, dan harus mempertahankan konsentrasi dalam waktu yang sangat lama. Itu membuat fisik dan mental kita jadi lelah,” kata Ikhsan.

“Terlebih mata kita terpapar radiasi dari layar laptop atau gadget. Dampaknya bisa membuat kepala kita jadi pusing, rasa jenuh atau motivasi kerja menurun,” dia menambahkan.

Untuk mengatasi hal ini, Ikhsan menganjurkan Anda untuk beristirahat selama 10-15 menit setiap 1-2 jam.

Berdasarkan Pandemic Talk, cara mengatasi zoom fatigue ini dapat dilakukan pula dengan menerapkan metode 20-20-20.

Metodenya yaitu dengan mengalihkan pandangan Anda dari layar komputer maupun gawai, kemudian menatap objek sejauh 20 kaki (6 meter), selama 20 detik, setiap 20 menit sekali.

Ditambahkan Bailenson, Anda juga dapat mengistirahatkan mata, dengan mematikan kamera, mengalihkan pandangan dari layar serta cukup mendengarkan rapat.

2 dari 3 halaman

3. Bergeraklah

Sesi video conference dapat membatasi mobilitas tubuh. Akibatnya, Anda dapat mengalami stres.

Padahal, terdapat penelitian yang menyebut bahwa mobilitas tubuh dapat membuat kesehatan pikiran menjadi lebih baik. 

Oleh karena itu, Bailenson menganjurkan Anda untuk beranjak dari tempat duduk dan bergerak selama sesi rapat berlangsung. Caranya dengan mematikan mode video dan cukup mendengarkan rapat.

Anda dapat bebas melakukan peregangan dan aktivitas fisik lainnya. Jika memungkinkan, berolahraga ringan selama beberapa saat.

Masih mengutip Pandemic Talks, stres akibat sesi video conference juga dapat dikurangi dengan rutin berolahraga.

Artikel lainnya: Cara Menjaga Kesehatan Mental Remaja di Masa Pandemi COVID-19

Pasalnya, olahraga membantu tubuh melepaskan hormon endorfin. Zat kimia alami ini diproduksi sistem saraf tubuh untuk mengatasi rasa sakit maupun stres.

Jika berolahraga selama rapat membuat Anda sulit berkonsentrasi, lakukan aktivitas tersebut sesudah virtual meeting.

4. Kurangi Durasi Video Conference

Agar tidak merasa lelah akibat rutinitas rapat online, cobalah mengurangi durasi video conference.

Caranya bisa dengan menyiapkan poin-poin yang hendak disampaikan selama rapat, agar sesi pertemuan daring tidak bertele-tele.

Selain itu, undang peserta dalam jumlah cukup. Peserta virtual meeting yang terlalu banyak dapat membuat pertemuan menjadi tidak efektif dan sulit dikelola.

Zoom fatigue dapat menyerang siapa pun yang rutin menggunakan platform komunikasi daring. Meski terkadang tidak bisa dihindari, coba terapkan tips-tips di atas untuk mengurangi kelelahan dan kejenuhan yang dirasakan.

Pantau isu kesehatan mental lainnya dengan mengunduh aplikasi Klikdokter. Gratis, lho!

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar