Sukses

Waspada, Penderita Diabetes Rentan Mengalami Anemia

Penderita diabetes berisiko tinggi mengalami anemia atau kekurangan sel darah merah. Ketahui penyebabnya dan cara mengatasi anemia pada penderita diabetes di sini.

Anemia merupakan kondisi berkurangnya kadar sel darah merah sehat di dalam tubuh. Penyakit ini juga bisa terjadi karena sel darah merah hancur terlalu cepat. 

Padahal, sel darah merah berfungsi mendistribusikan oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Ketika mengalami anemia, pasokan oksigen ke seluruh jaringan tubuh ikut terganggu. Akibatnya Anda mengalami sejumlah gejala seperti mudah mengantuk, pusing, dan kelelahan.

Siapa sangka, kondisi ini juga bisa dipicu oleh diabetes. Gangguan metabolik yang menyebabkan lonjakan gula darah ini bisa membuat jumlah sel darah merah menurun bahkan rusak. 

Artikel Lainnya: Remaja Diabetes Rentan Haid Tidak Teratur?

1 dari 3 halaman

Penyebab Penderita Diabetes Rentan Mengalami Anemia

Disampaikan dr. Reza Fahlevi, Sp. A., terdapat beberapa faktor risiko yang menyebabkan terjadinya anemia pada penderita diabetes.

1. Peradangan Kronis

Diabetes tipe 2 terjadi karena tubuh mengalami resistensi insulin. Kondisi ini menyebabkan tubuh tidak mampu merespon dan memanfaatkan hormon insulin dengan semestinya. 

Insulin merupakan hormon yang membantu sel tubuh menyerap dan mengubah gula darah menjadi energi. Ketika resistensi insulin terjadi, kadar gula darah ikut meningkat.

Berdasarkan WebMD, resistensi insulin yang dialami penderita diabetes tipe 2 dapat memicu terjadinya peradangan. Dokter Reza mengatakan peradangan kronis tersebut pada gilirannya bisa merusak sel darah merah dan menyebabkan anemia.

Artikel Lainnya: Diabetes Rentan Picu Gangguan Pendengaran?

2. Rentan Infeksi

Anemia pada diabetes melitus juga dapat disebabkan oleh infeksi. Pasalnya, lonjakan kadar gula darah dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh penderita diabetes. 

Mengutip Apic.org, kondisi ini jika dibiarkan berlangsung lama dapat merusak saraf perifer serta mengurangi aliran darah ke ekstremitas tubuh diabetesi (penderita diabetes). Akibatnya, diabetesi rentan mengalami infeksi. 

Kadar gula yang tinggi di dalam darah dan jaringan tubuh penderita diabetes membuat pertumbuhan bakteri menjadi lebih cepat, sehingga infeksi makin rentan terjadi.

“Rentan infeksi membuat sel darah merah mudah rusak,” jelas dr. Reza.

3. Gangguan Ginjal dan Saraf

Terakhir, diabetes merupakan gangguan metabolik yang dapat merusak ginjal dan saraf sehingga menyebabkan anemia.

Perlu diketahui, lonjakan gula darah tak hanya menyebabkan cara kerja ginjal dalam menyaring racun atau zat di dalam tubuh jadi terganggu. Kondisi ini juga mengurangi produksi hormon eritropoietin yang merangsang sumsum tulang untuk memproduksi sel darah merah. 

Gula darah berlebih pada diabetesi juga dapat merusak saraf yang memberikan sinyal pada ginjal untuk memproduksi hormon ini.

“Gangguan ginjal pada akhirnya bisa menyebabkan pembentukan sel darah merah terganggu,” terang dr. Reza.

Artikel Lainnya: Penderita Diabetes Rentan Terkena Stroke?

2 dari 3 halaman

Mengatasi Anemia Pada Penderita Diabetes

Diwartakan dari Society for the Advancement of Blood Management, cara terbaik untuk mengatasi anemia pada penderita diabetes adalah dengan mengendalikan gula darah.

Kontrol gula darah yang baik dapat menurunkan risiko peradangan, infeksi, maupun gangguan ginjal dan saraf. Hal ini pada gilirannya menurunkan risiko anemia pada penderita diabetes.

Anda pun dapat menurunkan gula darah dengan menjalani manajemen diabetes yang tepat, di antaranya dengan menerapkan pola makan sehat, rajin berolahraga, serta mengonsumsi obat diabetes yang diresepkan dokter. 

Diabetes memperbesar peluang Anda mengalami anemia. Namun tidak perlu khawatir, Anda dapat mencegahnya dengan menjalani program penurunan gula darah. 

Berkonsultasilah dengan dokter guna memperoleh pola perawatan yang tepat untuk mencegah lonjakan gula darah penyebab anemia.

Apabila ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai diabetes, Anda bisa konsultasi ke dokter melalui Live Chat di aplikasi Klikdokter.

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar