Sukses

Potensi Manfaat Bisfosfonat untuk Mengobati Pneumonia

Terdapat penelitian yang mengungkapkan bisfosfonat bermanfaat untuk menjadi obat pneumonia. Bagaimana efektivitasnya? Ketahui di sini.

Bisfosfonat yang mengandung nitrogen (N-BPs) selama ini banyak digunakan pengidap osteoporosis pascamenopause. Namun, studi yang dipublikasikan dalam Journal of Bone and Mineral Research mengungkapkan manfaat lain bisfosfonat.

Kandungan N-BPs dianggap dapat menurunkan risiko pneumonia, serta kematian yang disebabkannya.

Bagaimana fungsi bisfosfonat untuk terapi pneumonia? Adakah efek samping yang ditimbulkan usai konsumsi obat tersebut?

1 dari 3 halaman

Bisfosfonat untuk Terapi Pneumonia

Penelitian yang dilakukan University of Hong Kong ini melibatkan 15.843 pasien yang mengalami patah tulang pinggul. Sebanyak 4.041 peserta di antaranya diberikan N-BPs selama 2,7 tahun. Sementara 11.802 peserta lainnya tidak diberikan bisfosfonat.

Hasil penelitian mengungkapkan, peserta yang menggunakan N-BPs memiliki risiko pneumonia 24 persen lebih rendah. Temuan ini dibandingkan dengan relawan yang tidak menggunakan obat tersebut.

Riset juga menemukan, bisfosfonat sebagai obat pneumonia dapat menurunkan risiko kematian sebesar 35 persen lebih rendah, dibandingkan mereka yang tidak menggunakan N-BPs.

Artikel Lainnya: Tipe-tipe Pneumonia yang Harus Diketahui

Disampaikan Ching-Lung Cheung, PhD, selaku anggota penelitian, manfaat bisfosfonat dalam menurunkan risiko infeksi dan kematian akibat pneumonia diduga karena N-BPs memiliki sifat anti-peradangan dan berperan sebagai modulator kekebalan. 

Dokter Theresia Rina Yunita menjelaskan, “N-BPs mungkin memiliki efek serupa makrofag alveolar, yang memengaruhi patogenesis pneumonia.”

Makrofag alveolar merupakan mekanisme perlindungan terhadap sistem pernapasan. 

“Makrofag alveolar memainkan peran sebagai antibakteri penting dalam pertahanan terhadap bakteri penyebab pneumonia,” ia melanjutkan.

Meski begitu, penelitian lanjutan soal efektivitas bisfosfonat sebagai obat pneumonia diperlukan guna memperoleh bukti lebih kuat.

Pasalnya, obat yang membantu mencegah proses pengeroposan tulang ini dapat menyebabkan sejumlah efek samping. Hal ini bergantung pada jenis obat yang digunakan.

2 dari 3 halaman

Efek Samping Bisfosfonat

Bisfosfonat tersedia dalam bentuk infus, kapsul, maupun tablet. Obat ini hanya bisa digunakan dengan resep dokter.

Umumnya bisfosfonat diresepkan untuk orang yang mengalami osteopenia (pelunakan tulang), osteoporosis (pengeroposan tulang), paget (kanker sekitar puting susu), dan kanker tulang tertentu.

Berdasarkan Everyday Health, bisfosfonat bekerja dengan menghambat hingga menghentikan proses tubuh memecah jaringan tulang.

Mengonsumsi obat ini secara oral dapat mengalami sejumlah efek samping, seperti iritasi dan mulas. Meski begitu, kondisi ini dapat diatasi dengan syarat Anda setidaknya duduk dalam posisi tegak selama 30 menit usai meminum bisfosfonat.

Artikel Lainnya: Fakta tentang Pneumonia yang Perlu Anda Tahu

Selain itu, bisfosfonat dapat menyebabkan efek samping lainnya seperti:

  • Nyeri tulang atau sendi
  • Kram atau nyeri otot
  • Mual
  • Sembelit
  • Diare
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Infeksi sinus maupun tenggorokan
  • Flu
  • Infeksi kandung kemih
  • Kelelahan
  • Susah tidur

Manfaat bisfosfonat untuk penderita pneumonia belum teruji secara luas. Oleh karena itu, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan obat ini untuk mengatasi peradangan paru-paru.

Selain itu, obat ini juga tidak disarankan untuk orang yang alergi bisfosfonat, memiliki penyakit ginjal parah, kadar kalsium darah rendah, dan tidak bisa duduk tegak selama 30 menit.

Bisfosfonat juga dikontraindikasikan (dilarang) bagi orang yang kesulitan menelan karena gangguan saluran kerongkongan.

Jika ingin bertanya lebih lanjut seputar cara mengobata pneumonia, Anda bisa konsultasi lebih mudah lewat Live Chat dokter spesialis paru.

(FR/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar