Sukses

Tali Pusat Bayi Baru Lahir Berdarah, Normalkah?

Tali pusat bayi yang baru lahir rentan berdarah. Apakah hal itu normal? Bagaimana cara mencegah tali pusar bayi berdarah? Cari tahu di sini.

Tali pusat bayi merupakan penghubung antara bayi dengan plasenta. Bagian ini sangat penting sebagai jalan masuknya makanan dari tubuh ibu untuk bayi.

Saat bayi lahir, tali pusat akan dijepit untuk dipotong, dan disisakan sedikit di perut bayi. Bagian yang tersisa ini disebut tunggul pusat. 

Walaupun jarang, tunggul pusat mungkin akan terinfeksi serta berdarah. Wajarkah tali pusar bayi berdarah?

1 dari 3 halaman

Tali Pusar Bayi Baru Lahir Berdarah, Normalkah?

Menurut dr. Arina Heidyana, “Tali pusar bayi berdarah itu tidak normal. Penyebab tali pusar bayi berdarah bisa macam-macam, seperti dilepas sebelum puput sendiri, tergesek dengan popok atau celana, atau terjadi infeksi.”

Artikel Lainnya: Atasi Masalah pada Bayi Baru Lahir, Ibu Bisa Lakukan ini

Tanda-tanda infeksi di tali pusat antara lain:

  • Kulit di sekitar pusar terlihat sangat merah. Pusar akan terasa lebih hangat daripada bagian kulit lainnya.
  • Adanya cairan keruh seperti nanah di sekitar tali pusar. Bahkan terkadang memiliki bau yang tidak sedap. Beberapa kotoran dan bau bisa normal karena tali pusat terlepas.
  • Bayi merasa tidak nyaman atau kesakitan saat pusar disentuh.

Jika orangtua mendapati kondisi ini, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan. Dokter Arina menyarankan, “Untuk mengatasinya, cukup dengan dibersihkan daerah tali pusat yang berdarah, lalu sumber perdarahannya itu ditekan pelan supaya darahnya berhenti.” 

“Jaga juga agar daerah tali pusat bayi tetap bersih supaya tidak menimbulkan infeksi,” ujar dr. Arina. 

Dokter Arina menyarankan, “Kalau pendarahan di tali pusat tidak berhenti-berhenti, maka sebaiknya langsung dibawa ke dokter.”

2 dari 3 halaman

Dos and Don'ts Perawatan Tali Pusat Bayi

Tali pusat bayi perlu dijaga agar tetap bersih dan kering hingga lepas dengan sendirinya. Tidak perlu diburu-buru untuk lepas karena akan meningkatkan risiko infeksi.

Menurut IDAI, tali pusat umumnya akan lepas atau puput dalam waktu 1 minggu kehidupan awal bayi. Akan tetapi, pada beberapa kasus, puput pusar bisa lebih lambat, yaitu 10-14 hari setelah bayi lahir.

Artikel Lainnya: Begini Cara Merawat Kulit Bayi Baru Lahir

Berikut beberapa hal yang perlu dilakukan untuk merawat tali pusat si kecil:

  • Usahakan agar tali pusat selalu kering. Kondisi basah atau lembab akan memicu pertumbuhan jamur dan kuman penyebab infeksi.
  • Pakaikan popok di bawah udel agar tali pusat tidak tertekan ataupun tercemar urine dan tinja.
  • Jika tali pusat tampak kotor, bersihkan dengan lap bayi atau sebaliknya, bisa juga menggunakan sabun dan air yang lembut. 
  • Jangan memasang pita atau apa pun yang erat di atas tali pusat. Paparan udara dapat membantu tali pusat tetap kering. 

Selain anjuran, tentu ada beberapa larangan yang sebaiknya tidak dilakukan saat merawat tali pusat. Hindari hal-hal ini agar bahaya tali pusar bayi berdarah tidak menghampiri si kecil:

  • Jangan memandikan bayi di wastafel atau bak mandi sampai tali pusatnya terlepas. Merendam tali pusat akan membuatnya sulit untuk kering.
  • Jangan menarik atau memaksa cabut tali pusat bayi hingga copot. Ingat, selain berpotensi berdarah, kondisi itu bisa menyebabkan infeksi.

Jadi, tali pusar bayi berdarah tidaklah normal. Anda bisa mulai merawatnya untuk mencegah kondisi memburuk. Namun, jika perdarahan terjadi makin banyak dan infeksi, segera bawa bayi ke dokter anak. 

Dapatkan informasi lainnya seputar kesehatan dan nutrisi bayi dengan mengunduh aplikasi Klikdokter. Yuk, dicoba!

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar