Sukses

Punya Fungal Acne? Hindari Kandungan Skincare Ini

Fungal acne adalah jerawat akibat jamur Malassezia. Ada beberapa kandungan skincare yang tidak boleh untuk fungal acne. Ketahui di sini.

Jerawat memiliki beberapa jenis. Salah satu contoh yang cukup umum terjadi adalah fungal acne. Jerawat jenis ini biasanya disebabkan oleh pertumbuhan jamur Malassezia

Fungal acne tidak menular. Umumnya jerawat fungal akan muncul karena kebersihan kulit yang buruk. 

Menurut The Ohio State University Wexner Medical Center, Amerika Serikat, jenis fungal acne juga cenderung muncul pada musim kemarau ketika udara lembap dan banyak keringat di wajah. 

Fungal acne berbentuk jerawat kecil-kecil dan kadang berwarna agak merah. Jumlah yang muncul biasanya cukup banyak dan menyebar, serta terasa gatal. 

Bagi Anda yang sedang berjuang mengatasi fungal acne, coba perhatikan lagi kandungan skincare yang digunakan. Sebab, ada beberapa kandungan skincare yang tidak boleh untuk fungal acne

Artikel Lainnya: Acne Shaming dan Dampaknya pada Kesehatan Mental

Berikut ini bahan-bahan yang menjadi pantangan skincare untuk fungal acne:

1 dari 3 halaman

1. Fatty Acids

Menurut dr. Muhammad Iqbal Ramadhan, kandungan yang tidak boleh dipakai untuk fungal acne adalah fatty acid ataupun oil. “Contohnya asam palmitat, asam stearat, dan asam laurat serta beberapa jenis lainnya,” jelasnya.

Kandungan fatty acids biasanya ditemukan di produk perawatan wajah yang berfungsi sebagai emollient atau emulsifier (pelembap). Fatty acid dapat meningkatkan hidrasi kulit saat menjadi emollient

Walaupun bermanfaat untuk kulit, jamur Malassezia malah akan ternutrisi dari senyawa fatty acid. Inilah yang dapat menyebabkan fungal acne di wajah semakin parah.

2. Lipid

Sama seperti fatty acids, skincare dengan kandungan oil yang kaya akan lipid atau lemak juga perlu dihindari. Beberapa bahan skincare yang bukan untuk fungal acne adalah avocado oil, castor oil, coconut oil, dan shea butter

Dokter Iqbal menjelaskan, “Coconut oil itu biasanya terdiri dari asam laurat. Asam laurat dalam kandungan coconut oil akan menjadi nutrisi bagi Malassezia yang dapat menyebabkan fungal acne.”

3. Fatty Acid Ester

Mungkin banyak yang tidak familiar dengan kandungan ester pada skincare. Fatty acid ester merupakan kandungan yang terbentuk dari campuran alkohol dan fatty acids

Pada komposisi produk skincare, kandungan yang memiliki ester memiliki nama dengan akhiran ‘ate’. Contohnya yaitu decyl oleate, glyceryl stearate, polysorbate, dan sopropyl palmitate

Artikel Lainnya: Penyebab Jerawat Kistik dan Cara Mengatasinya

2 dari 3 halaman

4. Kandungan Fermentasi

Dokter Iqbal mengatakan, “Kandungan lain yang memperparah fungal acne adalah yang ada fermentasinya. Kandungan fermentasi contohnya galactomyces, akan memicu pertumbuhan fungal acne.”

Kandungan galactomyces sering muncul di produk perawatan anti-aging. Bahan ini menyebabkan fungal acne karena meningkatkan aktivitas aryl hydrocarbon receptor (AhR). 

5. Benzoyl Peroxide

Menurut dr. Iqbal, kandungan skincare lain yang perlu dihindari penderita fungal acne adalah benzoyl peroxide

Benzoyl peroxide memang bisa sembuhkan jerawat yang disebabkan oleh bakteri. Tetapi, bagi pemilik fungal acne harus dihindari. Hal ini karena dapat membuat kulit menjadi terlalu kering dan menyebabkan dehidrasi yang berujung pada pertumbuhan jamur Malassezia,” jelasnya. 

Itulah beberapa kandungan skincare yang tidak boleh untuk fungal acne. Jika Anda memiliki fungal acne dan terdapat kandungan di atas pada skincare, sebaiknya segera hentikan pemakaian agar penyembuhan jerawat lebih cepat.

Konsultasi lebih mudah lewat LiveChat dokter kulit untuk mengetahui skincare yang cocok untuk fungal acne.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar