Sukses

Menilik Pola Hidup Sehat Ibu Hamil yang TBC

Agar TBC pada ibu hamil tidak menimbulkan komplikasi, Anda perlu menerapkan pola hidup sehat. Bagaimana pola hidup sehat ibu hamil dengan TBC?

Ibu hamil harus menjaga kondisi kesehatannya tetap prima. Terlebih bila punya riwayat penyakit seperti TBC (tuberkulosis), bumil harus lebih baik lagi menjalani pola hidup sehat demi kesehatan diri dan janin.

Pasalnya, seperti dijelaskan dr. Theresia Rina Yunita, TBC pada ibu hamil dapat menimbulkan sejumlah komplikasi.

“Efek TBC pada ibu hamil antara lain meningkatnya abortus (keguguran), preeklampsia (tekanan darah tinggi dalam kehamilan), serta sulitnya persalinan,” ujar dokter yang kerap disapa There itu.

Dia menjelaskan lagi, “Penelitian terbaru menunjukkan bahwa efek tersebut tergantung dari letak TBC, apakah di paru-paru atau non-paru. Selain itu, apakah TBC ini terdiagnosis pada saat masa kehamilan atau tidak.”

Dengan banyaknya keburukan bagi bayi, ada beberapa pola hidup sehat untuk penderita TBC, utamanya bagi ibu hamil. Berikut penjelasannya.

Artikel Lainnya: Apa Akibatnya Jika Ibu Hamil Kena TBC?

1 dari 4 halaman

1. Konsumsi Makanan Bergizi

Penderita TBC cenderung malas mengonsumsi sesuatu karena nafsu makannya turun. Jika tubuh bumil dibiarkan dalam kondisi jarang makan, hal ini tentu akan berdampak buruk pada bayi.

Penting untuk menerapkan pola makan sehat dan teratur bagi ibu hamil yang mengalami TBC. Mengonsumsi makanan sehat juga dapat mempercepat proses penyembuhan penyakit TBC dan meningkatkan imunitas.

Ada beberapa jenis sumber makanan yang sangat diperlukan bagi penderita TBC. Yakni, karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Nutrisi ini sebaiknya selalu hadir dalam jumlah seimbang pada menu harian pasien TBC.

2. Konsumsi Obat dengan Patuh

Pasien TBC wajib mengonsumsi obat yang diresepkan setiap hari selama 6-9 bulan, atau sesuai arahan dokter.

“Bila ibu hamil menderita TBC, dia harus berkonsultasi dengan dokter mengenai pengobatan yang diberikan. Bumil harus patuh dalam mengonsumsi obat tersebut agar cepat sembuh,” kata dr. There.

Sangat tidak dianjurkan bagi ibu hamil makan sembarang obat.

2 dari 4 halaman

3. Menggunakan Masker saat Batuk

Infeksi tuberkulosis pada bayi bisa terjadi karena adanya penularan melalui plasenta atau tali pusat.

“Selain itu, bayi juga dapat tertular saat persalinan atau setelah lahir melalui droplet atau liur ibu,” ujar dr. There. 

Dia menekankan, “Saat persalinan, dianjurkan ibu menggunakan masker. Diusahakan juga tidak mengejan supaya menghindari keluarnya droplet. Jadi bisa dibantu dengan persalinan forcep, atau vakum.”

Artikel Lainnya: Bayi Diduga Tertular TBC dari Ciuman, Ini Penjelasan Dokter

4. Ibu dengan TBC Masih Bisa Menyusui Bayi dengan Syarat

TBC pada ibu hamil bukan berarti sama sekali tidak bisa menyusui bayinya kelak. “Ibu boleh menyusui asalkan sudah mendapatkan pengobatan minimal 3 minggu. Gunakan masker dan etika batuk bersin yang benar,” jelas dr. Theresia.

Isoniazid (INH) merupakan obat yang bisa digunakan untuk mengobati infeksi TBC yang aktif. Obat ini dapat digunakan oleh ibu menyusui karena dosisnya sangat kecil dan tidak akan mengganggu ASI.

Bagi ibu menyusui yang mengonsumsi INH harus tetap makan suplemen vitamin B6. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda.

3 dari 4 halaman

5. Jangan Lupa Rajin Cuci Tangan

Di era pandemi ini, cuci tangan adalah suatu kewajiban. Namun, bagi ibu hamil dengan TBC, cuci tangan menjadi hal yang merugikan jika sampai terlewat.

Seperti yang disinggung di atas, TBC bisa tertular melalui droplet, termasuk yang menempel di telapak tangan.

Itu sebabnya, mencuci tangan adalah salah cara untuk mencegah bakteri penyebab TBC tertular kepada orang lain.

Itulah penjelasan mengenai pola hidup sehat untuk ibu hamil penderita TBC. Dengan pengobatan teratur dan pola hidup sehat, pemulihan akan berjalan baik. Risiko penularan kepada si kecil pun bisa diminimalkan.

Tanya dokter kami seputar penanganan TBC pada ibu hamil melalui Live Chat dari aplikasi Klikdokter

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar