Sukses

Bolehkah Memberikan Pasta untuk Menu MPASI Bayi?

Ibu terkadang ingin memberikan pasta ke dalam menu MPASI si kecil. Namun, bolehkah memberikan pasta ke dalam menu MPASI? Kapan boleh memberikan pasta kepada bayi?

Setelah berusia enam bulan, si kecil sudah boleh diberikan MPASI atau makanan pendamping ASI. Supaya MPASI si kecil mengandung berbagai varian nutrisi serta gizi, sebagian ibu sudah mulai memperkenalkan pasta kepada buah hatinya.

Namun, beberapa ibu kerap ragu karena tekstur pasta yang keras dianggap dapat membuat anak tersedak. Lantas, bolehkah memberikan pasta kepada bayi? Dan kapan waktu yang tepat memberikan MPASI pasta kepada anak? Ini kata dokter.

1 dari 4 halaman

Bolehkan Memberikan Pasta untuk Menu MPASI Bayi?

Dijelaskan oleh dr. Sara Elise Wijono, M.Res.,  ibu boleh memberikan pasta untuk menu MPASI bayi. 

Waktu yang paling baik untuk memperkenalkan pasta kepada bayi Anda adalah setelah mereka mengenal makanan puree. Artinya ibu bisa memberikan pasta kepada si kecil ketika usianya sudah di atas 6 bulan. 

Artikel Lainnya: Tips Memberikan MPASI untuk Bayi Diare

“Memberikan pasta kepada bayi harus disesuaikan dengan kemampuan naik tekstur makanan mereka. Misalnya, ketika di usia 9 bulan anak sudah mulai naik tekstur dari bubur ke makanan cincang, maka ibu boleh mulai memperkenalkan pasta,” ucap dr. Sara Elise. 

Saat pertama kali memperkenalkan pasta kepada bayi, ibu juga harus memperhatikan cara memasaknya. 

Jika pasta untuk orang dewasa dimasak al dente (tidak terlalu lembek atau tidak terlalu keras), pasta untuk bayi harus dimasak hingga lembut.

Jangan lupa untuk memotong pasta menjadi kecil-kecil agar mudah dikonsumsi bayi.

Agar si kecil tertarik dengan makanannya, ibu bisa berkreasi dengan memilih pasta berbentuk bintang, busur, atau lainnya. 

2 dari 4 halaman

Pasta yang Baik untuk MPASI Bayi

Sebaiknya ibu memberikan pasta homemade atau buatan sendiri kepada bayi. Kendati begitu, ibu juga bisa memberi si kecil pasta yang dijual di pasaran.

Melansir dari Solidstarts, ada pasta yang terbuat dari tepung beras, tepung terigu, dan juga  gandum.

Lalu, ada juga pasta yang terbuat dari tepung kacang-kacangan, seperti pasta kacang hitam dan pasta lentil. 

Pasta dari kacang-kacangan memiliki nutrisi yang lebih banyak dibandingkan pasta gandum biasa. Pasta dari tepung kacang-kacangan umumnya diperkaya zat besi dan beberapa vitamin B.

Artikel Lainnya: Catat Bun! 6 Menu MPASI untuk Bayi Anemia

Meski begitu, semua jenis pasta umumnya mengandung karbohidrat yang bermanfaat sebagai sumber energi tubuh. 

Supaya si kecil mendapatkan gizi yang seimbang, ibu bisa menambahkan sayuran, daging ikan, atau daging ayam ke dalam menu pasta MPASI anak.

Sebelum membeli, pastikan jenis pasta yang ibu pilih tidak termasuk kategori pasta instan atau terbuat dari tepung serbaguna. Jenis pasta yang baik untuk diberikan kepada bayi adalah pasta gandum utuh,  pasta gandum durum, atau pasta tepung beras.

Ibu juga boleh menggunakan pasta organik yang mengandung sari-sari sayuran.

3 dari 4 halaman

Cara Menyimpan Pasta

Ibu harus tahu cara memilih dan menyimpan pasta untuk MPASI bayi. Berikut beberapa hal yang harus ibu perhatikan:

  • Selalu periksa tanggal kedaluwarsa pada kemasan pasta sebelum membelinya dan periksa juga sebelum memasaknya.
  • Pastikan pasta yang diberikan untuk MPASI tidak mengandung zat aditif atau perasa buatan. Sebab zat kimia dapat memengaruhi kondisi kesehatan si kecil. 
  • Simpan pasta sesuai petunjuk yang tertera di kemasan. Anda dapat menyimpan pasta di dalam wadah kedap udara dan simpan di tempat yang sejuk serta kering.

Itu dia waktu yang tepat untuk memberikan pasta kepada si kecil. Untuk tahu lebih lanjut mengenai MPASI atau informasi kesehatan anak, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter secara langsung melalui fitur Live Chat di aplikasi Klikdokter.

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar