Sukses

Awas, Bakteri H. Pylori Bisa Sebabkan Kanker Lambung

Sebagian kasus kanker lambung disebabkan oleh infeksi bakteri H. Pylori. Kenali gejala dan cara mengatasi infeksi tersebut sebelum berubah menjadi kanker.

Helicobacter pylori atau H. pylori adalah jenis bakteri paling umum yang dapat menyebabkan infeksi pada lambung. Infeksi bakteri ini mesti segera diobati dengan tepat, agar tidak berujung pada kanker lambung.

Sayangnya, kasus infeksi H. pylori sering terjadi tanpa disadari oleh penderitanya. Pasalnya, penyakit tersebut umumnya tidak menimbulkan gejala yang khas.

Lantas, bagaimana seseorang bisa terinfeksi H. pylori? Adakah cara mengatasinya sebelum penyakit tersebut menyebabkan kanker? 

Artikel Lainnya: Perbedaan Infeksi Lambung karena Bakteri atau Luka

1 dari 3 halaman

Penyebab dan Gejala Infeksi Bakteri H. Pylori

Menurut dr. Arina Heidyana, penyebab infeksi bakteri H. Pylori masih belum diketahui pasti. Namun, para peneliti mengatakan bahwa bakteri tersebut masuk secara diam-diam ke dalam tubuh melalui mulut.

“Infeksi bakteri H.pylori bisa masuk lewat mulut akibat mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi,” ucap dr. Arina.

Di samping itu, infeksi bakteri H. Pylori juga bisa terjadi akibat ‘tertular’ dari orang ataupun hewan yang telah terjangkit. Risiko ini makin tinggi apabila Anda memiliki hewan peliharaan atau tinggal di lingkungan dengan sanitasi buruk.

Saat bakteri H. Pylori menginfeksi, beberapa orang mungkin tidak akan mengalami gejala apa-apa. Namun, pada sebagian kasus, infeksi bakteri H. Pylori bisa menyebabkan tukak lambung dengan gejala sebagai berikut:

  • Nyeri atau rasa terbakar di perut 
  • Sakit perut yang terasa lebih parah apabila belum atau terlambat makan
  • Tidak nafsu makan
  • Mual
  • Sering serdawa
  • Perut kembung atau begah
  • Penurunan berat badan yang tidak biasa

Pada beberapa kasus lainnya, infeksi bakteri H. pylori juga dapat menyebabkan gejala berat. Segera berobat ke dokter apabila Anda mengalami gejala-gejala berikut:

  • Sakit perut parah yang tidak kunjung hilang
  • Ketidakmampuan untuk menelan
  • Ada darah pada tinja
  • Muntah berdarah atau terlihat seperti kopi 

Infeksi H. pylori dapat merusak lapisan perut. Itu sebabnya, Anda mungkin akan merasa sakit perut atau mual saat terinfeksi. Jika tidak diobati, bakteri tersebut dapat menyebabkan luka terbuka di lapisan perut.

Studi menunjukkan bahwa orang yang terinfeksi H. pylori juga memiliki kemungkinan 8 kali lebih besar terkena kanker lambung. Risiko tersebut bisa makin tinggi apabila Anda memiliki kebiasaan merokok, kurang konsumsi buah atau sayuran, dan terdapat riwayat operasi perut.

Artikel Lainnya: Pemanfaatan Robot pada Operasi Kanker Lambung dan Kolorektal

2 dari 3 halaman

Diagnosis dan Cara Mengobati Infeksi H. Pylori

Jika dokter mencurigai Anda terinfeksi bakteri H. Pylori, berikut ini beberapa tes untuk menegakkan diagnosisnya:

  • Endoskopi
  • Tes darah
  • Tes tinja 
  • Tes napas urea 

Jika terbukti ada infeksi H. Pylori, dokter mungkin akan meresepkan satu atau kombinasi antibiotik, misalnya amoksisilin, tetrasiklin, metronidazol, atau klaritromisin. Pasien akan diminta untuk mengonsumsinya hingga habis selama 2 minggu. 

Di samping itu, dokter juga mungkin akan meresepkan obat untuk membantu mengendalikan asam lambung

Sekitar sebulan setelah pasien menghabiskan antibiotik, dokter akan kembali melakukan pemeriksaan guna memastikan ada/tidaknya H. pylori di dalam tubuh. Jika masih ada tanda-tanda infeksi, pasien mungkin memerlukan lebih banyak antibiotik.

Jika Anda adalah orang sedang menjalani pengobatan infeksi bakteri H. Pylori, dr. Arina menyarankan untuk menerapkan gaya hidup sehat. Anda perlu menghindari rokok dan minuman beralkohol, serta mengurangi konsumsi makanan cepat saji.

Anda juga dianjurkan untuk mengonsumsi sayur dan buah setiap hari, rutin berolahraga, dan kontrol ke dokter jika memiliki riwayat kanker pada keluarga. Pemeriksaan dan pengobatan dini baik untuk mencegah kanker atau komplikasi fatal lainnya.

Ingin berkonsultasi langsung dengan dokter tentang kanker lambung atau masalah kesehatan lain? Anda bisa memanfaatkan LiveChat 24 jam atau aplikasi Klikdokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar