Sukses

Mengenal Pankreas Buatan untuk Pasien Diabetes Tipe 1

Inovasi pankreas buatan sedang diteliti dan dikembangkan untuk membantu memperbaiki kondisi diabetes tipe 1. Apa itu pankreas buatan dan bagaimana cara kerjanya?

Diabetes tipe 1 merupakan kondisi melonjaknya kadar gula darah karena tubuh memproduksi sedikit insulin atau tidak sama sekali.

Insulin adalah hormon yang membantu sel tubuh menyerap dan memanfaatkan gula darah sebagai energi. Ketika insulin diproduksi dalam jumlah sedikit, hal ini menyebabkan gula darah penderita diabetes meningkat.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, para peneliti mengembangkan teknologi yang disebut sebagai sistem pankreas buatan atau sistem AID (Automated Insulin Delivery).

1 dari 3 halaman

Apa itu Pankreas Buatan?

Pankreas buatan merupakan sistem yang didesain semirip mungkin dengan organ pankreas manusia. Disampaikan dr. Reza Fahlevi, Sp. A., sistem ini bekerja dengan memberikan suplai insulin secara berkala kepada tubuh.

Pada gilirannya, manfaat pankreas buatan dapat membantu mengendalikan gula darah diabetesi (sebutan bagi penderita diabetes).

Artikel Lainnya: Diabetes dan Kanker Pankreas, Apa Hubungannya?

Sistem pankreas buatan terdiri dari sejumlah perangkat, antara lain continuous glucose monitor (CGM) yang berfungsi melacak kadar glukosa darah. Alat ini terhubung dengan pompa insulin yang dapat mengirimkan insulin secara otomatis ketika diperlukan. 

Selain itu, sistem pankreas buatan juga didukung pengukur gula darah yang berfungsi mengkalibrasi CGM. Alhasil, kadar gula darah dan kebutuhan insulin diabetesi dapat diukur dan disesuaikan secara otomatis oleh sistem pankreas buatan.

Belum lama ini, uji klinis yang dilakukan empat pusat diabetes pediatri di Amerika Serikat menemukan bahwa sistem pankreas buatan aman dan efektif mengelola kadar gula darah anak usia enam tahun yang mengidap diabetes tipe 1. 

Hasil penelitiannya diterbitkan oleh New England Journal of Medicine pada 26 Agustus lalu.

2 dari 3 halaman

Sistem Pankreas Buatan untuk Diabetes Tipe 1

Studi yang didanai oleh National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) ini menemukan, satu dari lima anak pengidap diabetes tipe 1 berusia di bawah 14 tahun berhasil menjaga gula darah mereka ketika menjalani pengobatan menggunakan sistem pankreas buatan.

Disampaikan oleh dr. Guillermo Arreaza-Rubin, selaku anggota tim penelitian tersebut, manfaat pankreas buatan diharapkan dapat mendukung kesehatan jangka panjang dan kualitas hidup diabetesi.

“Terlebih penelitian sebelumnya, menunjukkan bahwa sistem pankreas buatan juga aman dan efektif untuk remaja usia 14 tahun ke atas. Artinya, sasaran pengguna alat ini semakin luas,” jelas direktur Program Teknologi Diabetes NIDDK itu dikutip dari National Institutes of Health.

Riset ini melibatkan sebanyak 101 anak usia 6 dan 13 tahun. Mereka diminta menjalani kehidupan sehari-hari sembari melakukan pengobatan diabetes menggunakan sistem pankreas buatan bernama Control-IQ selama empat bulan. 

Artikel Lainnya: Mengenal Tes C-Peptide untuk Penderita Diabetes

Kemudian para peneliti mengumpulkan data pasien setiap dua minggu sekali. 

Hasil riset mengungkapkan bahwa peserta yang menggunakan sistem pankreas buatan memiliki peningkatan kontrol gula darah sebesar 7 persen di siang hari, serta 26 persen di malam hari.

Perlu Anda tahu, mengontrol gula darah di malam hari sangat penting bagi penderita diabetes tipe 1. 

Pasalnya, penyakit gangguan metabolik ini dapat memicu hipoglikemia yang tidak terkendali sehingga menyebabkan kejang, koma, bahkan kematian.

Temuan ini merupakan kabar gembira, karena dengan menggunakan sistem pankreas buatan, orangtua maupun perawat pasien diabetes tipe 1 dapat memiliki kualitas tidur yang lebih baik di malam hari.

“Sangat menarik mengetahui manfaat sistem pankreas buatan bagi anak-anak pengidap diabetes tipe 1 maupun keluarga mereka. Semoga di masa depan, piranti ini bermanfaat untuk semua penderita diabetes,” harap dr. Arreaza-Rubin.

Sistem pankreas buatan merupakan inovasi medis yang potensial bagi penderita diabetes tipe 1. Namun, tidak semua diabetesi bisa memperolehnya. 

Meski begitu, Anda tidak perlu berkecil hati. Untuk mengatasi penyakit gangguan metabolik tersebut, tetap jalani diet sehat, olahraga secukupnya, serta disiplin terapi insulin dan konsumsi obat yang diresepkan dokter.

Jika ingin bertanya lebih lanjut seputar diabetes, Anda bisa konsultasi langsung ke dokter via Live Chat di aplikasi Klikdokter.

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar