Sukses

Cara Menghindari Stres Oksidatif Karena Olahraga

Olahraga merupakan aktivitas yang bermanfaat untuk kesehatan. Namun, jika olahraga dilakukan berlebihan, justru bisa memicu stres oksidatif yang berbahaya bagi tubuh.

Semua aktivitas sel tubuh yang menggunakan energi adenosin trifosfat (ATP) akan menghasilkan produk sampingan berupa radikal bebas. 

Radikal bebas pada dasarnya dapat membantu melawan patogen penyebab infeksi. Namun jika jumlahnya melebihi antioksidan yang dihasilkan tubuh maupun asupan makanan, radikal bebas justru dapat memicu stres oksidatif. 

Salah satu penyebab stres oksidatif adalah olahraga berlebihan yang melampaui kapasitas tubuh. Stres oksidatif sangat berbahaya karena dapat memicu peradangan dan berbagai penyakit, seperti diabetes, aterosklerosis, bahkan kanker. 

Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan ketika berolahraga guna menghindari bahaya stres oksidatif.

Artikel Lainnya: Perbedaan Stres dan Depresi, serta Cara Mengatasinya

1 dari 3 halaman

1. Jangan Olahraga Berlebihan

Disampaikan dr. Atika, radikal bebas yang dilepaskan tubuh selama olahraga tidak menyebabkan efek buruk dalam batas tertentu. Pasalnya, pascaolahraga, tubuh juga memproduksi antioksidan.

“Namun ketika olahraganya terlalu berat, di luar kemampuan, tidak dibarengi dengan istirahat yang cukup, apalagi kalau gaya hidupnya juga kurang sehat, seperti merokok, konsumsi alkohol berlebih, sering terpapar polusi, sinar UV, dan sebagainya, maka bisa saja radikal bebas jadi 'menyerang' sel-sel tubuh,” jelas dr. Atika.

Untuk mencegah hal tersebut, Lance Dalleck, PhD, profesor ilmu olahraga di Western Colorado University, Amerika Serikat, merekomendasikan Anda untuk menjalani latihan intensitas rendah dan tinggi secara berselang-seling. 

Hal ini dilakukan agar mendukung proses pemulihan otot usai olahraga. 

2. Tingkatkan Intensitas Secara Bertahap

Lance Dalleck menganjurkan Anda untuk meningkatkan intensitas latihan secara bertahap.

“Metode ini memberikan waktu bagi tubuh Anda untuk meningkatkan produksi antioksidan secara sepadan,” jelasnya dikutip dari Livestrong.

“Sebaliknya, latihan intensitas tinggi yang tidak dilakukan bertahap, justru menciptakan banyak radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh.” dia menambahkan.

3. Istirahat yang Cukup

Menurut Lance Dalleck, salah satu tanda olahraga berlebihan adalah munculnya nyeri otot yang berlangsung lama usai sesi latihan. 

Selain itu, aktivitas fisik berlebihan juga menyebabkan Anda mudah lelah, mengantuk, serta sering terbangun di malam hari.

Oleh karena itu, pastikan Anda selalu menyediakan waktu istirahat yang cukup di antara sesi latihan. American Council on Exercise (ACE) menyarankan Anda untuk menjalani istirahat sebanyak 1-2 hari per pekan. 

Pastikan Anda juga beristirahat secara penuh, agar tubuh tidak stres ketika menjalani latihan kembali.

Artikel Lainnya: Terus Berusaha Mengatasi Stres, Kenapa Malah Bikin Makin Penat?

2 dari 3 halaman

4. Bijak dalam Latihan Intensitas Tinggi

Latihan intensitas tinggi itu ibarat pedang bermata dua. Jika dilakukan melebihi kapasitas tubuh, maka dapat menyebabkan stres oksidatif.

“Karena latihan intensitas tinggi akan memicu tubuh melakukan usaha yang lebih besar, maka pembakaran ATP juga lebih besar, dan radikal bebas yang terbentuk juga akan menjadi lebih banyak,” jelas dr. Atika.

Namun sebaliknya, jika kapasitas tubuh Anda sanggup melakukan latihan intensitas tinggi, aktivitas ini justru mendukung proses produksi antioksidan di dalam tubuh. 

Hal ini, menurut Lance Dalleck, sangat bergantung pada durasi latihan, tingkat kebugaran, serta tingkat stres tubuh setiap orang.

Penting bagi Anda untuk mengenali kemampuan tubuh dalam berolahraga. Hal ini dilakukan agar aktivitas ini tidak menjadi bumerang yang menciptakan stres oksidatif berbahaya bagi diri sendiri.

Jika ingin bertanya lebih lanjut seputar dampak olahraga untuk kesehatan, konsultasi ke dokter via Live Chat di aplikasi Klikdokter. 

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar