Sukses

CBD Berpotensi Bermanfaat untuk Penderita Diabetes?

Minyak CBD dianggap dapat mengurangi stres dan meningkatkan kualitas tidur penderita diabetes. Bagaimana tanggapan dokter? Simak di sini.

Cannabidiol atau dikenal pula dengan singkatan CBD merupakan senyawa kimia di dalam ganja. Zat CBD menjadi salah satu cannabinoid atau kandungan aktif pada ganja yang dapat mengikat reseptor otak dan menghasilkan efek tertentu.

Meski begitu, CBD berbeda dengan cannabinoid paling populer yaitu tetrahydrocannabinol (THC). Zat THC dapat memicu efek mabuk dan halusinasi ketika menggunakan ganja.

Salah satu produk olahan CBD berbentuk minyak. Minyak CBD dibuat dengan mengekstrak CBD dari tanaman ganja, kemudian diencerkan bersama minyak biji kelapa.

Minyak CBD paling sering digunakan dengan cara diteteskan di bawah lidah kemudian dibiarkan selama satu menit, agar minyak dapat menyerap melalui pembuluh darah. Selanjutnya, minyak CBD dapat ditelan. 

Minyak CBD digadang-gadang dapat mengurangi gejala sejumlah penyakit, seperti nyeri kronis, kecemasan, dan depresi

Tidak hanya itu, sebuah penelitian yang dikutip dari Healthline mengungkapkan manfaat CBD dalam mengurangi resistensi insulin dan mengontrol gula darah penderita diabetes tipe 2.

Artikel Lainnya: Benarkah Kombucha Bermanfaat untuk Penderita Diabetes?

1 dari 2 halaman

Menelusuri Manfaat CBD pada Penyakit Diabetes

Salah satu dasar pemikiran yang melatari penggunaan minyak CBD bagi diabetesi (penderita diabetes) adalah CBD dinilai sanggup mengurangi stres. 

Minyak CBD juga dianggap bermanfaat meningkatkan kualitas tidur diabetesi, sehingga dapat menurunkan kadar gula darah. 

Baik stres maupun gangguan tidur, keduanya merupakan kondisi yang kerap dialami diabetesi. Masalah tersebut berperan meningkatkan metabolisme dan menyebabkan lonjakan kadar gula darah. 

Meski begitu, dr. Reza Fahlevi mengatakan hingga saat ini manfaat CBD untuk penderita diabetes belum terbukti.

“Karena, belum tentu semua penderita diabetes mengalami stres ataupun gangguan tidur. Sampai sekarang belum ada statement maupun penelitian yang menunjukkan bahwa CBD benar-benar bermanfaat untuk penderita diabetes. Kalaupun digunakan, harus di bawah pengawasan dokter,” jelasnya.

Artikel Lainnya: Manfaat Jintan Hitam untuk Diabetes

Hal ini turut dikonfirmasi Emily Kyle, ahli gizi bersertifikat sekaligus holistic cannabis practitioner di New York, Amerika Serikat. Ia mengakui studi klinis soal manfaat minyak CBD pada gula darah saat ini masih minim.

Ia justru mengkhawatirkan efek samping CBD pada penderita diabetes. Pasalnya, senyawa kimia tersebut dinilai dapat mengganggu kerja sistem endocannabinoid di dalam tubuh.

Sistem endocannabinoid merupakan komponen tubuh manusia yang berperan penting dalam mengatur keseimbangan tubuh. Hal ini utamanya dalam merespons efek fisik dan psikologis yang disebabkan ganja.

Emily menjelaskan, sistem endocannabinoid berperan penting mengatur sensitivitas (kemampuan tubuh memproduksi dan memanfatkan) insulin dalam adiposit. Sistem ini berperan dalam merespons, meningkatkan, dan menurunkan sensitivitas insulin sangatlah besar.

Ketika sistem endocannabinoid terganggu, kadar gula darah penderita diabetes yang mengonsumsi minyak CBD dapat naik dan turun secara tidak terduga.

Akibatnya, terdapat diabetesi yang mengeluhkan gula darah turun drastis dalam hitungan menit pascakonsumsi minyak CBD.

Sementara, pengguna lainnya mengaku minyak CBD tidak memiliki dampak apa pun pada gula darah. Hal ini terjadi karena sistem endocannabinoid setiap orang sangatlah beragam. Jadi, efek samping minyak CBD bisa berbeda-beda.

Untuk mengatasi penyakit diabetes, dr. Reza masih menganjurkan diabetesi menjalani pilar pengobatan utama, antara lain diet sehat, olahraga, dan penggunaan insulin maupun obat terapi diabetes yang diresepkan dokter.

Jika ingin bertanya lebih lanjut seputar diabetes, Anda bisa konsultasi lebih mudah lewat Live Chat dokter. Beli produk makanan khusus diabetes di Belanja Sehat.

(FR/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar