Sukses

Berbagai Gejala Gangguan Sendi yang Harus Diwaspadai

Ada beberapa gejala yang perlu diketahui terkait gangguan pada sendi. Yuk, cari tahu apa saja gejala gangguan sendi agar Anda bisa lebih waspada!

Hampir seluruh gerakan yang dilakukan tubuh melibatkan sendi dan tulang.  Ya, sendi adalah penghubung dua tulang yang membantu agar pergerakan tubuh lebih mudah. Misalnya, saat Anda menekuk siku, lutut, atau bahkan menggerakkan bahu. 

Adanya masalah pada sendi tentu akan memengaruhi pergerakan tubuh. Tak jarang, kondisi ini memicu ketidaknyamaan atau bahkan rasa sakit. 

Keluhan-keluhan ini mungkin sering datang dari lansia, tapi tak menutup kemungkinan dewasa muda turut mengalaminya. 

Secara umum, gangguan sendi bisa disebabkan oleh riwayat trauma, kondisi autoimun seperti Rheumatoid Arthritis (RA), peradangan sendi (osteoarthritis), hingga akibat asam urat. Berikut beberapa gejala gangguan sendi yang sering dikeluhkan.

1. Nyeri pada Sendi

Rasa nyeri pada sendi merupakan salah satu keluhan umum. Sebenarnya banyak penyebab nyeri sendi, misalnya akibat trauma atau peradangan.

Sendi yang terasa sakit pun bisa berjumlah satu atau bahkan lebih. Keluhan nyeri pada sendi bisa muncul secara terus-menerus. Jika tidak ditangani, pergerakan Anda niscaya terganggu.

Artikel Lainnya: Penyebab Nyeri Sendi yang Paling Umum dan Sering Terjadi

2. Terdapat Bengkak

Bengkak di area persendian bisa menjadi salah satu tanda gangguan pada sendi. Normalnya, sendi tidak mengalami pembengkakan. Adanya bengkak pada persendian menunjukkan sedang terjadi proses peradangan.

Selain ditemukan bengkak, Anda umumnya juga merasa nyeri, kemerahan, hangat ketika diraba, dan sendi sulit digerakkan. 

3. Kekakuan Sendi

Kekakuan pada sendi dideskripsikan sebagai sulitnya menggerakkan sendi. Misalnya, saat bangun tidur merasakan kaku pada jari-jari tangan.

Umumnya kondisi ini muncul bersamaan dengan keluhan nyeri atau bengkak pada sendi. Namun, ada kalanya Anda bisa merasakan kekakuan sendi tanpa disertai nyeri atau bengkak. 

4. Sendi Terkunci

Kondisi sendi terkunci bisa terjadi pada seluruh persendian. Namun, keluhan ini paling sering terjadi pada sendi lutut. Akibat sendi terkunci, seseorang tidak mampu menggerakkan sendinya secara bebas.

Penyebab sendi terkunci pun bisa bermacam-macam. Misalnya, karena robeknya meniscus, dislokasi patella, peradangan sendi, atau adanya benda asing yang menempel pada sendi seperti tulang rawan. 

1 dari 2 halaman

Tips Mencegah Gangguan pada Sendi

Agar tetap bisa aktif bergerak hingga tua nanti, ada beberapa cara agar kesehatan dan fungsi sendi senantiasa terjaga. Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan, seperti:

  1. Rajin Berolahraga

Berolahraga secara rutin tidak hanya membuat tubuh sehat, tapi juga membantu menguatkan otot, tulang, dan sendi tubuh.

Selain itu, dengan berolahraga secara rutin, Anda turut meringankan keluhan sendi kaku dan nyeri sendi. Anda bisa mulai berolahraga dengan intensitas bertahap, yakni 3-5 kali dalam seminggu dan minimal 30 menit setiap hari.

  1. Jaga Berat Badan

Agar sendi tubuh tetap sehat, jagalah berat badan Anda agar tetap ideal. Berat badan yang berlebih akan menambah beban pada sendi tubuh, terutama bagian yang menahan tubuh, seperti sendi lutut.

Banyak penelitian menyebutkan, menurunkan berat badan secara signifikan bisa membantu mengurangi keluhan nyeri lutut, memperbaiki fungsi, dan mengurangi kekakuan pada sendi lutut. 

Dengan memiliki berat badan yang ideal, beban sendi pun bisa berkurang. Alhasil, Anda bisa bergerak bebas dan terhindar dari masalah sendi.

Artikel Lainnya: Ini Dia 4 Gejala Pengapuran Tulang yang Harus Anda Tahu

  1. Berhenti Merokok

Jika Anda punya kebiasaan merokok, mulai sekarang Anda harus menghentikannya. Pasalnya, merokok tak hanya menyebabkan masalah pada jantung dan paru-paru, tapi juga memengaruhi kesehatan tulang dan persendian.

Jadi, apabila Anda ingin memiliki sendi yang sehat hingga tua, segera hentikan kebiasaan buruk ini.

  1. Konsumsi Makanan Bergizi

Mengonsumsi makanan bergizi, terutama yang memiliki peran anti-inflamasi, membantu mengurangi keluhan peradangan dan membantu menjaga kesehatan persendian.

Makanan yang dimaksud ini adalah makanan yang mengandung omega-3 yang antara lain bisa didapat dari ikan, kacang-kacangan, dan minyak canola.

Selain itu, konsumsi buah dan sayur yang mana membantu mengurangi peradangan karena kandungan antioksidannya. 

  1. Minum Suplemen untuk Sendi

Tidak hanya tulang, persendian juga membutuhkan tambahan nutrisi agar tetap terjaga kesehatannya. Untuk itu, minum suplemen persendian hemaviton JointCare MAX

hemaviton JointCare MAX dengan kandungan Joint Support Formula untuk bantu jaga kesehatan sendi. Terdiri dari kombinasi baru Omega 3 sebagai bahan aktif unggulan untuk meredakan nyeri sendi dan meningkatkan fleksibilitas, Glucosamine & Chondroitin sebagai anti radang & antioksidan untuk mengurangi kerusakan parah pada sendi, serta Methyl Sulfonyl Methane (MSM) untuk mendukung pembentukan tulang rawan & pelumas sendi.

Minum 1-3 kali hemaviton JointCare MAX sehari atau sesuai petunjuk dokter. Suplemen sendi ini tersedia dalam kemasan isi 5 dan 10 dan sudah mendapat sertifikasi halal.

Artikel Lainnya: Awas, Anak Muda Juga Bisa Terkena Nyeri Sendi! 

Dapatkan hemaviton JointCare MAX di apotek, toko obat, maupun official Tempo Store yang ada di e-commerce kesayangan Anda. 

Yuk, proteksi tubuh Anda dari gangguan sendi sedari dini. Jangan lupa, kombinasikan dengan menerapkan gaya hidup sehat setiap hari. 

Jika mulai merasakan gejala gangguan pada sendi, jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Dapatkan informasi lainnya seputar kesehatan sendi dengan mengunduh aplikasi Klikdokter

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar