Sukses

Penyebab Bradipnea, Saat Napas Melambat di Bawah Normal

Bradypnea atau bradipnea adalah kondisi melambatnya laju pernapasan di bawah angka normal. Apa penyebab bradipnea? Cari tahu lewat artikel ini.

Bradypnea atau bradipnea merupakan kondisi melambatnya frekuensi laju pernapasan hingga berada di bawah angka normal.

Berdasarkan Healthline, orang dewasa memiliki frekuensi pernapasan normal berkisar 12-20 napas per menit. Sementara itu, anak usia 1-3 tahun memiliki frekuensi pernapasan normal berkisar 24-40 napas per menit. 

Adapun remaja 12-18 tahun memiliki frekuensi pernapasan normal antara 12-16 napas per menit. Jika frekuensi pernapasan kurang atau lebih dari kisaran tersebut, hal ini mengindikasikan adanya masalah kesehatan.

Bradipnea dapat terjadi saat Anda tidur maupun terjaga. Apakah penyebab bradypnea? Simak penjelasannya di sini.

1 dari 2 halaman

Apa Penyebab Bradipnea?

Otak dan pembuluh darah utama memiliki sensor untuk memeriksa jumlah oksigen dan karbon dioksida di dalam darah. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, otak kemudian menyesuaikan laju pernapasan Anda.

Artikel lainnya: Penyebab Sesak Napas saat Tidur yang Mesti Anda Waspadai

Selain itu, Anda dapat memperlambat laju pernapasan dengan mengontrol secara sadar tarikan dan embusan napas. Deretan proses tersebut memengaruhi frekuensi pernapasan. 

Frekuensi pernapasan juga dapat dipengaruhi sejumlah faktor. Beberapa di antaranya menyebabkan bradipnea.

1. Opioid

Opioid merupakan obat penghilang rasa sakit. Obat ini cukup kuat sehingga tidak dijual bebas, dan hanya diresepkan dokter.

Penyalahgunaan opioid dapat memengaruhi laju pernapasan hingga di bawah normal. Pasalnya, penyebab bradipnea ini menempel pada reseptor di sistem saraf pusat Anda. 

Opioid dapat menyebabkan pengidap bradipnea mengalami sejumlah gejala seperti gangguan tidur, sembelit, kurang konsentrasi, dan gatal-gatal.

Overdosis opioid bahkan dapat menghentikan napas sepenuhnya dan menyebabkan kematian.

Artikel lainnya: Berbagai Cara Alami untuk Mengatasi Sesak Napas Karena Asma

Berikut jenis opioid yang sering disalahgunakan:

  • Heroin
  • Kodein
  • Hidrokodon
  • Morfin
  • Oksikodon

2. Gangguan Tiroid

Kelenjar tiroid yang kurang aktif dapat memperlambat proses tubuh, termasuk laju pernapasan. Akibatnya, otot-otot yang dibutuhkan untuk bernapas melemah, kapasitas paru-paru ikut berkurang. Pada gilirannya, hal ini dapat menyebabkan bradipnea.

Kondisi bradypnea yang dipicu gangguan tiroid dapat menyebabkan sejumlah gejala berupa lesu, kulit kering, dan rambut rontok.

3. Racun

Tidak semua racun menyebabkan bradipnea. Dijelaskan oleh dr. Astrid Wulan Kusumoastuti, “Racun yang menyebabkan bradipnea biasanya adalah neurotoksin atau racun yang memengaruhi sistem saraf.”

Racun ini dapat memperlambat laju pernapasan. Salah satu neurotoksin, misalnya natrium azida. Racun ini digunakan untuk membantu airbag mobil mengembang. 

Neurotoksin juga ditemukan dalam pestisida dan alat peledak. Selain itu, racun ini juga meliputi karbon monoksida, komponen kimia yang dihasilkan dari kendaraan, tungku minyak dan gas, serta generator. 

Ketika dihirup dalam jumlah besar, neurotoksin dapat memperlambat sistem saraf pusat dan sistem kardiovaskular. Akibatnya, Anda mengalami sakit kepala, pusing, toksisitas kardiovaskular, gagal napas, dan koma.

Adapun pengidap bradipnea yang keracunan natrium azida dapat mengalami sejumlah gejala termasuk sakit kepala, pusing, ruam, lemah, mual, dan juga muntah.

4. Cedera Kepala

Bradipnea dapat terjadi jika kepala mengalami cedera di dekat batang otak maupun trauma di dalam otak.

Artikel lainnya: Perbedaan Sesak Napas karena Virus Corona dan Asma

Selain menyebabkan frekuensi pernapasan di bawah normal, cedera kepala tersebut juga memicu terjadinya bradikardia atau penurunan denyut jantung.

5. Kondisi Lainnya

Bradypnea juga dapat terjadi akibat sejumlah kondisi seperti: 

  • Penggunaan obat penenang atau anestesi
  • Gangguan paru-paru seperti emfisema, bronkitis kronis, asma berat, pneumonia, dan edema paru
  • Masalah pernapasan saat tidur, seperti sleep apnea
  • Sindrom Guillain-Barré atau amyotrophic lateral sclerosis (ALS)

Bradipnea juga dapat menyebabkan gejala lain seperti kebingungan, tubuh membiru, maupun kehilangan kesadaran. Kondisi medis ini harus ditanggapi secara serius. 

Jangan sepelekan kondisi bradypnea. Segera minta saran dokter jika mendapati laju pernapasan di bawah normal. Dokter akan mencari tahu akar penyebab yang mendasari kondisi Anda.

Jangan ragu berkonsultasi dengan dokter secara langsung melalui Live Chat 24 Jam dari aplikasi Klikdokter.

[HNS/JKT] 

0 Komentar

Belum ada komentar