Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Sarung Tangan Bayi Tidak Terlalu Diperlukan, Ini Alasannya

Sarung Tangan Bayi Tidak Terlalu Diperlukan, Ini Alasannya

Banyak bayi baru lahir dipakaikan sarung tangan. Padahal, bisa jadi, sarung tangan bayi tidak terlalu diperlukan. Kenapa, ya? Ini alasannya.

Sebelum melahirkan, ibu dan ayah biasanya sudah membeli beragam keperluan untuk si kecil. Selain pakaian, losion, bedak, dan selimut, sarung tangan bayi jarang luput sebagai barang “wajib” bagi newborn baby.

Dengan memakaikan si kecil sarung tangan, orangtua berharap bayi tidak mudah kedinginan dan selalu hangat. Selain itu, sarung tangan juga bisa mencegah bayi mencakar tubuhnya sendiri.

Meski terbilang masuk akal, ternyata bayi tidak selalu memerlukan sarung tangan. Kenapa, ya? Ketahui alasannya berikut. 

Artikel lainnya: Perlengkapan Bayi Baru Lahir yang Harus Anda Miliki

 

1 dari 3 halaman

Alasan Mengapa Sarung Tangan Bayi Tidak Terlalu Diperlukan

Berikut beberapa alasan memakai sarung tangan sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan bayi.

1. Sarung Tangan Menghalangi Indra Peraba Bayi

Dijelaskan dr. Dyah Novita Anggraini, sarung tangan menghalangi indra peraba bayi. Bayi yang baru lahir akan suka mengeksplorasi indra perabanya dengan hal-hal yang ada di sekitarnya. Misalnya, ia berusaha meraih tangan ayah dan ibu saat ada di dekatnya. 

“Sarung tangan sebaiknya tidak dipakaikan agar bayi bisa belajar menyentuh benda-benda di sekitarnya. Selain itu, bayi biasanya ada fase oral, menggunakan tangannya dimasukkan ke mulut. Itu fase alami yang harus dialami anak,” ucap dr. Dyah Novita.

2. Tangan Bayi yang Dingin Adalah Wajar

Melansir Healthychildren, faktanya, sarung tangan jarang dibutuhkan bayi yang baru lahir. Tangan dan kaki kebiruan dan dingin adalah normal pada bayi yang sehat. Bahkan, sensasi dingin mungkin tidak mengganggu bayi sama sekali. 

Bila Anda khawatir pada risiko kulit bayi tergores, potong kuku si kecil secara berkala. Hal ini sekaligus menghindari kebutuhan bayi terhadap sarung tangan. 

Beberapa rumah sakit saat ini juga sudah melarang pemakaian sarung tangan. Jadi, ibu jangan heran jika melihat tren ini di rumah sakit tempat Anda melahirkan.

3. Ibu Jadi Sulit Mengetahui saat Bayi Lapar

Menurut dr. Devia Irine Putri, sebenarnya tidak ada bahaya bayi menggunakan sarung tangan. Hanya saja, jika menggunakan sarung tangan, ibu akan sulit untuk mengetahui tanda bahwa bayi lapar.

Artikel lainnya: Bolehkah Mencium Bayi yang Baru Lahir? Apa Dampaknya?

“Sulit bagi bayi untuk eksplorasi atau belajar stimulasi karena bayi pada umumnya belajar dari sentuhan. Selain itu, ibu juga tidak bisa mengenali sinyal lapar bayi karena pada umumnya bayi akan mengenyot tangan ketika lapar,” ucap dr. Devia.

2 dari 3 halaman

Tips Menggunakan Sarung Tangan untuk Bayi

Meski tidak terlalu diperlukan, bukan berarti sama sekali tidak boleh. Secara umum, seperti sempat diungkap dr. Devia, tidak ada bahaya sarung tangan bayi yang spesifik. 

Namun, ada beberapa yang bisa disimak jika Anda ingin memakaikan sarung tangan pada bayi. Berikut beberapa di antaranya.

  • Jaga agar sarung tangan tetap kering. Sarung tangan basah dan lembap adalah tempat “ideal” untuk pertumbuhan mikroorganisme, seperti jamur dan bakteri, yang dapat membahayakan bayi Anda.
  • Jaga agar sarung tangan tetap bersih. Si kecil mungkin memasukkan sarung tangan ke dalam mulut mereka. Makanya, ketika sarung tangan itu kotor, banyak gangguan kesehatan yang bisa mengancam.
  • Ganti sarung tangan secara rutin, minimal setiap hari atau jika sudah basah dan kotor.

Itu dia beberapa alasan mengapa sarung tangan bayi tidak terlalu diperlukan. Yang terpenting, untuk mencegah risiko tercakar, lakukan upaya preventif. Misalnya, Anda bisa memotong kuku bayi secara berkala.

Konsultasikan kepada dokter jika Anda menemui hambatan saat memotong kuku bayi. Atau, tanyakan kepada dokter melalui fitur Live Chat dari aplikasi Klikdokter.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar