Sukses

Bronkial Termoplasti: Prosedur untuk Pengobatan Asma

Bronkial termoplasti digunakan untuk mengatasi kondisi asma berat dan persisten. Ketahui prosedur, efek samping, dan efektivitas prosedur bronkial termoplasti di sini.

Asma merupakan kondisi peradangan kronis atau jangka panjang yang terjadi di saluran pernapasan. Asma menyebabkan gejala berupa sesak napas, batuk, dan mengi.

Orang dengan asma berat memiliki otot polos yang menebal akibat peradangan saluran napas. Peradangan tersebut menyebabkan aliran udara menyempit, sehingga penderita asma mengalami kesulitan bernapas.

Untuk membantu mengatasi asma, para ahli medis mengembangkan bronkial termoplasti.

Berdasarkan Cleveland Clinic, bronkial termoplasti merupakan tindakan medis untuk membuka saluran udara, mengurangi ketebalan otot polos, serta meningkatkan kapasitas pernapasan pengidap asma berat atau persisten.

Artikel Lainnya: Penanganan Asma pada Orang Dewasa

1 dari 3 halaman

Bagaimana Prosedur Bronkial Termoplasti?

Dijelaskan dr. Arina Heidyana, tindakan bronkial termoplasti dilakukan oleh dokter spesialis paru. Sebelum prosedurnya dimulai, pasien akan dibius terlebih dahulu.

Dokter kemudian akan memasukkan kateter (tabung kecil dan fleksibel) ke dalam bronkoskop melalui hidung atau mulut pasien.

Bronkoskop merupakan selang yang dilengkapi dengan lampu dan kamera.

“Lalu dimasukkan juga secara bersamaan alat khusus untuk termoplastinya. Jika sudah sampai pada bagian paru yang diinginkan, maka dimulai prosedurnya melalui alat khusus tadi dengan mengeluarkan panas ke saluran napas,” jelas dr. Arina.

Mengutip Asthma.org.uk, panas yang dihasilkan kira-kira serupa dengan suhu secangkir teh hangat. Prosedur ini bertujuan mengurangi ketebalan otot polos di saluran pernapasan.

“Prosedurnya bisa berlangsung selama 30-60 menit dan biasanya dilakukan dalam beberapa sesi,” kata dr. Arina.

Sesi bronkial termoplasti yang pertama berfokus pada lobus bawah paru-paru. Sesi selanjutnya berfokus pada dua lobus atas.

Untuk menjalani tiga sesi tersebut, dokter memberikan jeda sekitar tiga pekan di antara setiap sesi.

Efek Samping Bronkial Termoplasti

Efek samping bronkial termoplasti yang paling umum yaitu dapat memicu serangan asma berupa sesak, batuk, dan mengi.

Kondisi ini menyebabkan ketidaknyamanan, namun umumnya dapat menghilang dalam sepekan, seiring pasien mengonsumsi obat asma.

Jika gejalanya parah, beberapa pasien harus melanjutkan perawatan di rumah sakit.

Artikel Lainnya: Manfaat Madu untuk Penderita Asma

2 dari 3 halaman

Siapa yang Boleh Menjalani Bronkial Termoplasti?

Prosedur bronkial termoplasti hanya direkomendasikan untuk orang berusia 18-65 tahun yang memiliki asma berat atau persisten.

Bronkial termoplasti utamanya dapat diberikan ketika kondisi asma tidak bisa dikontrol menggunakan perawatan biasa.     

Syarat lainnya adalah pasien tidak merokok setidaknya selama satu tahun terakhir.

Efektivitas Terapi Bronkial Termoplasti                                

Mengutip Cleveland Clinic, pasien yang menjalani prosedur bronkial termoplasti mengalami pengurangan gejala asma yang signifikan.

Metode ini juga efektif mengurangi risiko serangan asma parah dan perawatan di unit gawat darurat.

Meski begitu, dibutuhkan penelitian lanjutan guna mengetahui efek jangka panjang pengobatan asma ini.

Jika ingin mengatasi asma berat menggunakan bronkial termoplasti, pastikan Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Apabila memiliki riwayat kesehatan tertentu, dokter mungkin tidak merekomendasikan prosedur ini dan menganjurkan alternatif perawatan lainnya. Perawatan lain bisa dengan menggunakan obat asma berat seperti antibodi monoklonal maupun terapi biologis.

Jika ingin bertanya lebih lanjut seputar pengobatan asma dan penyakit paru lainnya, Anda bisa berkonsultasi langsung dengan dokter melalui fitur Live Chat di aplikasi Klikdokter.

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar