Sukses

Mengapa Depresi Sebabkan Berat Badan Turun?

Depresi terbukti bisa menjadi penyebab berat badan turun, namun dengan cara yang tak sehat. Menurut psikolog, ini penyebab kenapa depresi menurunkan berat badan.

Depresi adalah gangguan kesehatan mental yang memengaruhi suasana hati dan pola pikir emosional. Beberapa orang dengan kondisi ini dapat mengalami penurunan nafsu makan, yang pada akhirnya menyebabkan penurunan berat badan. 

Sebagian orang menganggap bahwa berat badan yang berkurang akibat depresi adalah hal yang positif. Padahal, menurut medis, tidaklah demikian.

Faktanya, penurunan berat badan yang terjadi tiba-tiba atau secara ekstrem bisa mengganggu fungsi tubuh secara menyeluruh. Pada orang dengan depresi, berat badan turun bahkan terbukti dapat memicu masalah kesehatan yang lebih parah.

Terlepas dari hal tersebut, sebagian orang mungkin bertanya-tanya: mengapa depresi menurunkan berat badan?

Artikel Lainnya: Perbedaan Stres dan Depresi, serta Cara Mengatasinya

Berikut ini beberapa penjelasan psikolog perihal kaitan depresi dan penurunan berat badan: 

1 dari 3 halaman

1. Perubahan Suasana Hati

Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, penderita depresi akan mengalami perubahan suasana hati secara tiba-tiba atau tidak bisa diprediksi. 

Depresi itu sendiri juga memiliki hubungan yang erat dengan perasaan sedih tanpa sebab jelas, keputusasaan, dan kehilangan minat akan beberapa hal.

Perubahan-perubahan tersebutlah yang akhirnya menyita energi dan kondisi mental, sehingga penderita depresi sulit fokus pada aktivitas dalam kehidupan sehari-hari, termasuk mandi, berpakaian, atau makan.

Selain itu, ada pula kondisi lain akibat depresi yang dapat berujung pada penurunan berat badan. Penderita depresi, misalnya, bisa saja beranggapan bahwa makan bukanlah hal yang perlu diprioritaskan.

2. Pengaruh Buruk Hormon Stres 

Dijelaskan oleh Ikhsan, penurunan berat badan pada orang depresi juga dipengaruhi oleh hormon kortisol dan adrenalin. 

Ketika seseorang sedang stres berat atau depresi, kadar hormon tersebut menjadi tidak stabil. Hal ini dapat membuat individu mengalami penurunan nafsu makan.

“Selain itu, orang yang depresi juga bisa mengalami kesulitan tidur. Keadaan ini membuat tubuh terus aktif dan perlu membakar energi atau kalori, sehingga bisa menurunkan berat badan dengan cara tidak sehat,” ucap Ikhsan.

Artikel Lainnya: Vitamin untuk Mengatasi Depresi yang Terbukti Efektif

2 dari 3 halaman

3. Terdapat Gejala Fisik yang Mengganggu Nafsu Makan

Melansir healthline, gejala fisik akibat depresi juga dapat berperan dalam penurunan berat badan yang tidak sehat. Beberapa gejala yang dimaksud, misalnya sakit perut atau mual.

Beberapa penderita depresi bahkan memaksakan diri untuk makan lebih sedikit guna menghindari gejala tersebut. 

Di satu sisi, depresi juga dapat menguras energi sehingga menyebabkan kelelahan. Hal ini dapat membuat penderita melewatkan waktu makan, dan lebih memilih untuk tidur. 

Sebagian penderita depresi dapat pula mengalami agitasi psikomotor, termasuk gelisah dan mondar-mandir tanpa tujuan. Jika dikombinasikan dengan gejala fisik sebelumnya, aktivitas ini dapat membakar kalori sehingga menyebabkan penurunan berat badan.

4. Efek Samping Obat

Penderita depresi yang telah berobat ke psikiater mungkin akan diresepkan obat untuk mengendalikan gejala. 

Beberapa obat tersebut bisa menimbulkan efek samping berupa penurunan berat badan, khususnya jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

5. Perubahan Aktivitas di Otak 

Terdapat studi tahun 2016 yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas otak terkait nafsu makan dan berat badan pada penderita depresi. 

Dalam studi tersebut, para peneliti membagi partisipan menjadi 3 kelompok:

  1. Kelompok dengan depresi berat, yang mengalami peningkatan nafsu makan 
  2. Kelompok dengan depresi berat, yang mengalami penurunan nafsu makan 
  3. Kelompok kontrol, yaitu orang tanpa depresi

Artikel Lainnya: Manfaat Olahraga untuk Mengatasi Depresi

Dari ketiga kelompok tersebut, peneliti menunjukkan gambar makanan dan lainnya untuk mengetahui respons dari masing-masing partisipan. Hasilnya, peneliti menemukan:

  • Kelompok dengan peningkatan nafsu makan menunjukkan aktivitas otak paling banyak di area yang terkait dengan hadiah.
  • Kelompok dengan penurunan nafsu makan menunjukkan lebih sedikit aktivitas di area otak terkait intersepsi, yang membantu Anda merasakan dan memahami sensasi tubuh seperti lapar dan haus.
  • Kelompok kontrol tidak menunjukkan dari kedua kondisi di atas.

Pada kelompok yang kehilangan nafsu makan, mereka merasa tidak bergairah untuk mengonsumsi apa pun. Mereka juga tidak merasa lapar seperti biasanya, sehingga makan lebih sedikit. Hal ini berujung pada penurunan berat badan drastis dan tidak sehat.

Penurunan berat badan secara drastis dan tidak sehat hanyalah salah satu efek depresi pada tubuh. Masih ada efek-efek lain yang lebih berbahaya, dan mengancam kesehatan Anda.

Jika Anda merasa mengalami gejala depresi, lebih baik segera berkonsultasi kepada psikolog melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi Klikdokter. Jangan tunggu parah, karena efek buruk depresi bisa terjadi tanpa Anda sadari!

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar