Sukses

Syringoma, Tumor Jinak di Area Pipi dan Kelopak Mata

Alami bintil-bintil di bawah mata? Bisa jadi itu adalah syringoma. Apa penyebabnya dan berbahayakah? Yuk, kenali lebih jauh masalah kulit ini.

Sebuah bintil-bintil di bawah mata, terkadang bisa kita abaikan karena mungkin hanya gangguan kulit. Namun, bisa jadi ini adalah sebuah tumor jinak yang disebut Syringoma. 

Syringoma adalah tumor jinak yang kecil, yang berada di sekitar pipi bagian atas atau di kelopak mata bagian bawah.

Walaupun tidak banyak, ada juga yang menemukan syringoma di sekitar dada, perut, atau alat kelamin. 

Pertumbuhannya biasanya tidak berbahaya dan terjadi akibat sel-sel kelenjar keringat terlalu aktif.

Biasanya, syringoma mulai berkembang di masa dewasa awal, tetapi tak menutup kemungkinan hadir pada usia yang lebih muda. 

Artikel Lainnya: Mi Instan Sebabkan Tumor Jinak di Payudara, Mitos atau Fakta?

1 dari 3 halaman

Penyebab Syringoma

Menurut dr. Arina Heidyana, “Syringoma bisa terjadi karena genetik. Tapi, ini merupakan tumor jinak, sehingga masih bisa disembuhkan.”

Orang berusia 25-40 tahun, terutama wanita dengan ras Kaukasia dan keturunan Jepang, berisiko lebih besar untuk meengembangkan syringoma. 

Selain karena faktor genetik, syringoma juga bisa disebabkan oleh beberapa kondisi kesehatan lainnya, seperti diabetes mellitus, sindrom down, sindrom ehlers-danlos, dan sindrom marfan. 

Tanda dan Gejala Syringoma

Syringoma berbentuk papula kecil atau benjolan keras yang lebarnya sekitar 1-3 mm. Papula ini biasanya tumbuh dengan warna kuning, merah muda pucat, cokelat, serta putih.

Syringoma yang muncul di dada atau perut, biasanya dinamakan syringoma eruptif. Syringoma ini muncul karena ada lesi yang terjadi secara bersamaan. Biasanya, syringoma tidak gatal serta tidak nyeri dan bahkan tanpa gejala.

Syringoma juga kerap disalahartikan jadi kondisi kulit lain, seperti milia, lumut planus, xantoma, hiperplasia sebacea, kutil datar, jerawat vulgaris, bahkan kanker kulit sel basal.

Dokter Arina mengatakan, “Itu sebabnya, Anda bisa ke dokter kapan saja kalau sudah timbul benjolan sesuai gejala syringoma.”

2 dari 3 halaman

Penanganan Syringoma

Syringoma tidak berbahaya dan bisa disembuhkan. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin akan meresepkan isotretinoin (sotret claravis) untuk diminum.

Selain itu, penggunaan salep juga bisa juga untuk memperbaiki kulit di sekitar syringoma, meski metode ini tidak terlalu efektif.

Dokter Arina menambahkan, selain dengan salep khusus, teknik dermabrasi, kauterisasi, laser, atau krioterapi dapat juga dilakukan untuk menangani syringoma.

Artikel Lainnya: Jangan Keliru, Kenali Beda Kista dan Tumor

Agar lebih jelas, berikut beberapa cara menghilangkan syringoma. 

  • Operasi Laser

Pada metode laser, gelombang merah ditujukan langsung ke syringoma untuk menghancurkan jaringannya.

Cara ini sering direkomendasikan untuk syringoma. Pasalnya, laser secara signifikan dapat meminimalkan risiko infeksi dan jaringan parut.

Dalam kasus syringoma yang tidak terlalu parah, prosedur laser hanya diperlukan satu kali.

  • Bedah Listrik (Electrosurgery)

Pada metode electrosurgery, arus listrik yang telah terkonsentrasi dikirimkan ke jaringan syringoma. Pembuluh darah memang dapat rusak dan bisa menghancurkan pertumbuhan jaringan abnormal.

Namun, para ahli bedah biasanya lebih menyarankan bedah listrik serta bedah laser dibandingkan prosedur lain. Alasannya, dua prosedur ini tak menyisakan bekas luka.

Mirip prosedur laser, bedah listrik juga hanya dilakukan satu kali demi menghilangkan syringoma.

  • Krioterapi

Krioterapi merupakan prosedur medis untuk menangani beragam jenis tumor, seperti tumor jinak, prakanker, ataupun tumor ganas.

Metode ini menggunakan cairan kimia khusus untuk membekukan serta membunuh sel-sel tumor. 

Artikel Lainnya: Koriokarsinoma, Tumor yang Bisa Mengancam Kesehatan Ibu Hamil

  • Dermabrasi

Pada metode dermabrasi, dokter memakai alat yang digunakan dengan cara diputar di atas permukaan kulit. Cara ini dilakukan untuk mengangkat lapisan kulit terluar.

Sayangnya, prosedur ini kurang disarankan cocok untuk syringoma yang sudah berakar jauh di dalam kulit.

  • Chemical Peeling

Chemical peeling atau pengelupasan dengan larutan kimia dapat langsung dioleskan ke area yang mengalami syringoma.

Larutan kimia tersebut dapat membuat kulit syringoma menjadi kering dan terkelupas.

Apabila dilakukan dokter ahli, chemical peeling sering kali tidak akan meninggalkan jaringan parut.

  • Pembedahan

Pada kasus yang cukup parah, syringoma harus diangkat lewat operasi atau bedah. Pembedahan menjadi pilihan terakhir karena dapat menimbulkan jaringan parut atau adanya kerusakan pada jaringan. 

Itulah penjelasan seputar syringoma. Anda bisa mencegah kemunculan tumor jinak ini dengan beberapa cara. Yaitu, memakai sunscreen saat akan bepergian, menjaga kadar gula darah tetap normal, jalani gaya hidup sehat, dan mencukupi kebutuhan gizi.

Hubungi dokter kami untuk berkonsultasi seputar masalah kulit Anda. Download aplikasi Klikdokter sekarang!

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar