Sukses

Waspadai, Penyebab Anak Suka Membenturkan Kepala

Anak suka membenturkan kepala? Awas, jangan tinggal diam. Kenali penyebab anak suka membenturkan kepala dan solusinya lewat ulasan berikut ini.

Apakah anak Anda pernah membenturkan kepalanya secara tiba-tiba? Jika ya, coba perhatikan, apakah kegiatan tersebut sering dilakukan atau hanya sesekali saja?

Secara umum, anak yang sesekali membenturkan kepala tidak dikategorikan sebagai tanda masalah kesehatan. Kemungkinan besar, tindakan tersebut dilakukan sebagai bentuk stimulasi diri.

Lain halnya dengan anak yang suka membenturkan kepala. Jika si kecil terlalu sering melakukannya, itu bisa jadi tanda adanya gangguan perkembangan. 

Melansir WebMD, sekitar 20 persen balita membenturkan kepala mereka dengan sengaja saat berusia 2 tahun. Tindakan ini dapat terus berlanjut selama beberapa bulan atau tahun. Namun, sebagian besar anak akan berhenti membenturkan kepalanya saat menginjak usia 3 tahun.

Ditinjau dari sudut pandang psikologis, Ikhsan Bella Persada, M.Psi, Psikolog mengatakan bahwa membenturkan kepala adalah salah satu cara anak meluapkan emosi.

Artikel Lainnya: Anak Suka Memainkan Makanan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Di samping itu, ada pula hal lain yang juga bisa menjadi penyebab anak suka membenturkan kepala. Berikut ini beberapa di antaranya:

 

 

1 dari 3 halaman

1. Kenyamanan Diri

Kebanyakan balita yang membenturkan kepala melakukan hal tersebut untuk bersantai. Hal ini karena gerakan berirama dapat membantu mereka merasa nyaman. Mereka akan sering melakukannya saat tertidur, atau ketika terbangun di tengah malam.

2. Pereda Sakit

Bayi yang membenturkan kepalanya bisa jadi mengalami infeksi telinga atau sedang tumbuh gigi. Si kecil mungkin membenturkan kepala untuk mengalihkan perhatian mereka dari rasa sakit.

3. Frustrasi 

Dijelaskan oleh Ikhsan, balita belum mengetahui cara mengekspresikan emosi melalui kata-kata. Oleh sebab itu, mereka lebih condong untuk menggunakan ekspresi fisik dengan membenturkan kepala. 

Dengan kata lain, suka membenturkan kepala dapat menjadi tanda bahwa anak sedang menenangkan diri setelah mengalami peristiwa yang membuatnya stres.

“Anak-anak kadang bingung bagaimana harus mengekspresikan emosi. Mereka pun tidak tahu tindakan yang mesti dilakukan untuk mengatasinya. Maka itu, pelariannya adalah dengan tindakan menyakiti diri, salah satunya membenturkan kepala,” ucap Ikhsan.

4. Mencari Perhatian

Anak yang sering membenturkan kepala juga dapat mengindikasikan bahwa ia sedang mencari perhatian orangtuanya. 

“Kalau mereka (anak) membenturkan kepala, orangtua biasanya langsung menaruh perhatian kepadanya,” tutur Ikhsan. 

Artikel Lainnya: Penyebab dan Cara Mengatasi Anak yang Berperilaku Kasar

2 dari 3 halaman

5. Masalah Perkembangan

Sering membenturkan kepala bisa menjadi tanda bahwa anak mengalami gangguan perkembangan, seperti autisme

Kondisi ini patut dicurigai, khususnya jika si kecil juga mengalami gejala penyerta, seperti sering tertawa, menangis, atau marah tanpa alasan yang jelas.

Jika Anda kesulitan memastikan penyebab anak suka membenturkan kepala, sebaiknya tak perlu menunda untuk berkonsultasi kepada dokter atau psikolog. Dengan demikian, diagnosisnya bisa ditegakkan. Anda pun akan mendapat rekomendasi cara paling tepat untuk menangani masalah tersebut.

Punya pertanyaan mengenai anak yang suka membenturkan kepala? Ingin tahu lebih detail mengenai kondisi kesehatan lain? Anda bisa melakukan konsultasi secara daring kepada dokter maupun psikolog melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi Klikdokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar