Sukses

Pilihan Olahraga Terbaik untuk Anak Hiperaktif

Ada sejumlah olahraga yang cocok untuk anak hiperaktif, mulai dari renang hingga main bola. Ketahui olahraga untuk anak hiperaktif di sini.

Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) merupakan gangguan mental yang menyebabkan anak sulit memusatkan perhatiannya. Menurut dokter anak dari Henry Ford Health System, Amerika Serikat, Leonard Pollack, MD, kondisi ini menyebabkan gejala hiperaktif dan impulsif.

Guna menyalurkan gerak tubuhnya yang dinamis, dr. Leonard menyarankan anak hiperaktif untuk berolahraga. 

Berikut lima olahraga untuk anak hiperaktif yang direkomendasikan:

1. Gulat dan Bela Diri

Dokter Leonard mengatakan olahraga paling ideal untuk anak hiperaktif adalah olahraga individu. Jenis ini bermanfaat menciptakan interaksi langsung antara pelatih dan anak hiperaktif.

Artikel Lainnya: Olahraga yang Tepat untuk Anak Down Syndrome

Menurutnya, anak hiperaktif lebih mudah fokus ketika memperoleh instruksi satu lawan satu. Olahraga individu bisa menjadi pilihan tepat.

Sebaliknya, anak hiperaktif mungkin akan kesulitan mengarahkan perhatian pada olahraga beregu.

Contoh olahraga individu yang direkomendasikan dr. Leonard adalah gulat dan seni bela diri. 

Dokter Astrid Wulan Kusumoastuti menjelaskan, “Gulat atau olahraga bela diri dapat membantu anak memfokuskan perhatian pada gerakan tubuhnya.”

1 dari 3 halaman

2. Berenang

Olahraga yang cocok untuk anak hiperaktif selanjutnya adalah berenang. Kegiatan ini dapat membuat anak hiperaktif melatih fokus dan disiplin, sekaligus bersenang-senang. 

Selain dapat berinteraksi langsung dengan pelatih, berenang memberikan parameter yang jelas dan lebih mudah dipahami anak hiperaktif. 

Contohnya, berenang di antara dua garis kolam hingga mencapai garis finish. Hal ini membantu anak hiperaktif mengarahkan fokusnya.

Berenang juga membantu anak hiperaktif menyalurkan energi berlebih yang dimiliki. Olahraga ini juga membantunya lebih relaks, terutama jika gerakan renang dan teknik pernapasan yang dilakukan tepat.

Berenang juga meningkatkan suasana hati anak hiperaktif. Seperti olahraga lainnya, berenang memicu tubuh melepaskan hormon endorfin. Hormon ini menimbulkan perasaan bahagia dan menurunkan stres. 

3. Sepak Bola

Olahraga individu merupakan olahraga paling ideal bagi anak hiperaktif. Namun, hal ini tidak lantas membatasinya melakukan olahraga beregu.

Salah satu olahraga beregu untuk anak hiperaktif yang dianjurkan adalah sepak bola. Menurut dr. Astrid, sepak bola dapat membantu anak hiperaktif untuk terus bergerak dan menyalurkan energinya.

Artikel Lainnya: 6 Manfaat Olahraga untuk Tumbuh Kembang Anak

2 dari 3 halaman

4. Basket

Basket merupakan salah satu olahraga yang menuntut atlet untuk selalu bergerak. Oleh karena itu, olahraga ini tergolong cocok untuk anak hiperaktif.

Menurut dr. Leonard, gerakan konstan dalam permainan basket membuat anak hiperaktif menggunakan energi secara optimal.

Berdasarkan Better Health, permainan basket bermanfaat untuk membakar kalori anak hiperaktif. Bermain basket dinilai dapat membakar sekitar 630-750 kalori.

Selain itu, olahraga basket melatih disiplin, fokus, keseimbangan, koordinasi tubuh, dan kekuatan otot anak hiperaktif. 

5. Hoki

Seperti halnya basket, hoki juga menuntut anak hiperaktif untuk terus bergerak. Olahraga ini merupakan solusi tepat bagi anak hiperaktif untuk menyalurkan energi yang besar.

Kemampuan anak hiperaktif bisa didukung melalui berbagai aktivitas fisik di atas. Selain bermanfaat melatih fokus dan menyalurkan energi, olahraga membuat anak hiperaktif menjadi lebih sehat.

Jika ingin bertanya lebih lanjut seputar tumbuh kembang anak, konsultasi lebih mudah lewat Live Chat dokter anak. Kunjungi Belanja Sehat untuk beli suplemen dan susu anak lebih lengkap.

(FR/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar