Sukses

Bolehkah Mencuci Muka Pakai Sabun Mandi?

Saat sabun cuci muka habis, sebagian orang nekat membersihkan wajah pakai sabun mandi. Bolehkah hal itu dilakukan? Simak jawabannya di sini.

Wajah harus dibersihkan dengan facial wash atau sabun khusus cuci muka. Namun, ketika traveling atau saat facial wash habis, sebagian orang nekat menggunakan sabun mandi untuk membersihkan wajahnya.

Lantas, bolehkah cuci muka pakai sabun mandi? Adakah bahaya atau dampaknya bagi kulit wajah?

1 dari 3 halaman

Bahaya Mencuci Muka Pakai Sabun Mandi

Sabun mandi dan pembersih wajah dirancang untuk menghilangkan kotoran, keringat, dan minyak dari kulit.

Sabun mandi maupun sabun cuci muka dapat membersihkan kulit karena mengandung surfaktan. Surfaktan adalah bahan kimia yang berfungsi menjebak kotoran dan minyak di kulit.

Nantinya, zat surfaktan akan melarutkannya kotoran agar lebih mudah dibilas dengan air.

Kedua sabun ini juga membantu proses pengelupasan kulit secara alami dengan cara menghilangkan sel-sel mati dari lapisan kulit terluar (epidermis).

Artikel Lainnya: Panduan Memilih Sabun Cuci Wajah yang Tepat

Kendati begitu, jumlah surfaktan di sabun cuci muka lebih sedikit dibanding sabun mandi.

Sebab, kulit wajah dan kulit tubuh memiliki ketebalan serta jumlah kelenjar minyak yang berbeda. Maka itu, kandungan bahan sabun cuci muka, termasuk kadar surfaktan di dalamnya, dirancang menyesuaikan kondisi kulit wajah.

Dokter Arina Heidyana menjelaskan, “Sabun mandi mengandung surfaktan yang lebih tinggi. Jika digunakan ke wajah, wajah akan jadi sangat kering dan memicu iritasi. Tidak dianjurkan cuci muka dengan sabun mandi.”

Beberapa surfaktan juga memberikan efek buruk pada lapisan epidermis. Surfaktan di dalam sabun mandi dapat merusak fungsi penghalang alami kulit.

Alhasil, racun, bakteri, atau kuman dapat menembus ke dalam kulit dan menyebabkan masalah kesehatan lain.

Selain itu, sabun mandi sifatnya abrasif (mengikis lapisan kulit), mengandung pewangi, dan pewarna, yang bisa memicu iritasi.

Anda juga perlu tahu bahwa sabun mandi memiliki pH (keasaman) yang lebih tinggi dari pH kulit wajah.

Umumnya kulit wajah memiliki pH sebesar 5,5. Sementara itu, pH sabun mandi berkisar di angka 8-10. Ketika cuci muka pakai sabun mandi, pH kulit jadi tidak seimbang sehingga menjadi semakin basa dan kering.

Membersihkan wajah menggunakan sabun mandi biasa juga menyebabkan hilangnya kelembapan kulit. Padahal, kulit yang sehat ditandai dengan kadar kelembapan yang cukup.

Artikel Lainnya: Pakai Sabun Pepaya Palsu, Ini Efeknya Bagi Kulit

2 dari 3 halaman

Pentingnya Membersihkan Kulit Wajah dengan Cara yang Tepat

Untuk membersihkan wajah, Anda harus menggunakan sabun khusus cuci muka. Anda bisa memilih sabun cuci muka sesuai jenis kulit masing-masing.

Sabun cuci muka atau facial wash memiliki pH yang lebih rendah. Selain itu, pembersih wajah juga mengandung pelembab (emolien) untuk mencegah kulit kering.

Saat cuci muka, hindari membilas wajah menggunakan air panas, lebih baik gunakan air bersuhu normal. Selain itu jangan mencuci muka atau membasahi wajah terlalu lama.

Kebiasaan tersebut dapat membuat kelembapan alami kulit menghilang dan memicu kulit jadi kering.

Usai mencuci muka, keringkan kulit dengan cara menepuk-nepuk lembut wajah Anda. Agar kelembapan kulit tetap terjaga, gunakan losion pelembap. Oleskan pelembap yang mengandung SPF jika Anda ingin keluar rumah.

Untuk mengetahui cara menjaga kesehatan kulit, Anda bisa membaca artikel di aplikasi Klikdokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar