Sukses

Mengenal Tahapan Prosedur Operasi Hidung

Apakah Anda kini sedang terpikir untuk menjalani operasi hidung? Jika iya, kenali dulu prosedur operasi hidung di dalam artikel ini.

Apakah Anda saat ini berniat untuk melakukan operasi hidung karena masalah kesehatan atau alasan kecantikan? Kalau iya, sudah tahu belum prosedur operasi hidung?

Operasi hidung atau rhinoplasty merupakan prosedur bedah untuk mengubah bentuk hidung atau meningkatkan fungsinya.

Cara ini biasanya dilakukan untuk mengatasi masalah pernapasan yang berhubungan dengan hidung, memperbaiki bentuk akibat trauma ataupun cacat lahir pada hidung.

Belakangan, operasi hidung marak dimanfaatkan untuk memperbaiki penampilan atau alasan estetika.

Artikel lainnya: Hidung Mancung Secara Alami Tanpa Operasi, Bisakah?

1 dari 2 halaman

Tahapan dan Proses Operasi Hidung

Jika Anda saat ini sedang menimbang-nimbang untuk menjalani operasi hidung—apa pun alasannya—berdiskusilah dahulu dengan dokter spesialis bedah plastik. Komunikasikan dengan dokter seputar keluhan atau keinginan Anda terkait bentuk hidung.

Dokter akan mengevaluasi struktur hidung dan fitur wajah lainnya. Mereka akan menilai apakah harapan Anda realistis.

Selain itu dokter juga akan menanyakan riwayat kesehatan Anda, termasuk pemeriksaan fisik hidung dan pengambilan foto hidung.

Risiko, efek samping, waktu pemulihan, dan biaya terkait juga akan dijelaskan oleh dokter. Jika semuanya sesuai dan memenuhi syarat, operasi hidung dapat dilakukan.

Dijelaskan oleh dr. Dyah Novita Anggraini, ada beberapa tahapan dalam prosedur operasi hidung.

“Tahapan dalam operasi hidung antara lain, pembiusan, sayatan di kulit sekitar hidung, mengubah struktur hidung jika tidak normal, dan menutup sayatan,” ujar dr. Dyah Novita.

Berikut beberapa prosedur operasi hidung yang perlu Anda ketahui:

1. Melakukan Pembiusan atau Anestesi

Sebelum pembedahan dan sayatan dilakukan, pasien terlebih dahulu dibius. Anda dapat diberikan anastesi lokal ataupun anestesi umum. Jenis bius yang diberikan bergantung pada kerumitan operasi hidung yang dilakukan.

“Anestesi (pembiusan) sangat diperlukan. Hal ini perlu dilakukan agar saat pengoperasian hidung berlangsung tidak terasa nyeri,” tutur dr. Dyah Novita.

2. Membuat Sayatan di Sekitar Kulit Hidung

Proses operasi hidung selanjutnya adalah membuat sayatan di sekitar hidung. Pembuatan sayatan dapat menggunakan prosedur tertutup (di dalam hidung) ataupun prosedur terbuka (di buat di columella, bagian luar yang memisahkan lubang hidung).

Dengan sayatan, kulit yang menutupi tulang hidung serta tulang rawan bisa diangkat dengan perlahan. Dokter bedah pun punya akses untuk membentuk struktur hidung pasien.

3. Membentuk Kembali Struktur Hidung (jika tidak normal)

Dalam kasus hidung yang terlampau besar dan ingin dikecilkan, dokter akan mengurangi bobotnya dengan mengangkat tulang atau tulang rawan.

Bila pasien ingin membesarkan hidung, dokter dapat mencangkok tulang rawan dari telinga ataupun tulang dada.

Artikel lainnya: Inilah Efek Samping Filler Hidung

4. Memperbaiki Septum yang Bengkok

Septum adalah sekat yang membatasi dua lubang hidung. Nah, jika septum bengkok atau tidak simetris, dokter dapat meluruskannya agar fungsi pernapasan lebih baik.

5. Menutup Sayatan 

Setelah memperbaiki struktur dasar hidung seperti yang diinginkan, kulit dan jaringan hidung akan ditutup kembali.

Sayatan pun harus ditutup dengan cara dijahit. Untuk mengubah ukuran hidung, dokter akan melakukan sayatan tambahan di lipatan alami hidung.

6. Pascaoperasi

Setelah operasi hidung selesai, dokter tetap memberikan penyangga di hidung pasien untuk mempertahankan struktur hidung baru.

Pemantauan pascaoperasi juga tetap dilakukan dokter selama beberapa jam. Jika kondisi stabil, Anda diperbolehkan pulang. Jika belum stabil atau operasi Anda cukup rumit, mungkin Anda disarankan untuk menginap di rumah sakit 1-2 hari.

Setelah operasi, Anda mungkin akan mengalami ketidaknyamanan, seperti sulit berkonsentrasi, sedikit kebingungan, dan respons melambat. Anda bisa meminta pendampingan keluarga untuk sementara waktu.

Anda juga dapat merasakan nyeri, bengkak di hidung, sakit kepala, sulit bernapas, rasa kebas di hidung, serta mimisan.

Cobalah untuk banyak istirahat dengan kepala lebih tinggi dari dada. Hindari tertawa, tersenyum, mengunyah dan ekspresi lain secara berlebihan.

Jangan segan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk meredakan keluhan yang dirasakan pasca-operasi.

Dapatkan informasi seputar prosedur operasi hidung lainnya di aplikasi Klikdokter

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar