Sukses

Kondisi Serius Akibat Hepatitis C yang Tak Diobati

Bahaya hepatitis C jika tidak diobati dapat menyebabkan sejumlah kondisi medis serius. Simak di sini.

Hepatitis C merupakan peradangan hati yang disebabkan infeksi virus HCV. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 80 persen pengidap hepatitis C tidak merasakan gejala apa pun. Akibatnya, infeksi HCV tidak terdiagnosis pada tahap awal.

Padahal, jika tidak diobati, efek dari penyakit hepatitis C dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang.

Apa saja? Simak penjelasan medis soal bahaya hepatitis C  berikut ini:

1. Sirosis

Organ tubuh yang paling terdampak infeksi virus hepatitis C adalah hati. Infeksi ini dapat menyebabkan sirosis.

Mengutip dari Healthline, sirosis merupakan penyakit hati kronis yang terjadi karena jaringan parut mengambil alih jaringan sehat di dalam hati.

Jaringan parut yang mulanya dibentuk hati guna memperbaiki kerusakan akibat infeksi, justru memperlambat aliran darah dan menghentikan kerja hati dalam menyaring nutrisi dan racun.

Sirosis kemudian dapat menyebabkan sejumlah kondisi. Contohnya, kulit dan bagian putih mata menguning (jaundice), memar dan perdarahan kronis, batu empedu, penumpukan cairan di perut (asites), pembengkakan kaki (edema), dan sebagainya.

Artikel Lainnya: Kenali Berbagai Jenis Hepatitis, Manakah yang Paling Berbahaya?

1 dari 3 halaman

2. Kanker Hati

Dokter Arina Heidyana mengatakan bahaya hepatitis C yang paling ditakuti adalah meningkatnya risiko kanker hati.

Kanker hati sendiri terbentuk akibat sirosis. Hal ini terjadi karena beberapa sel baru yang diproduksi hati untuk mengatasi sirosis justru bermutasi menjadi sel kanker.

Seperti halnya sirosis, kanker hati kerap tidak terdeteksi hingga menunjukkan gejala parah pada penderita hepatitis C. 

Gejala tersebut antara lain tumbuh benjolan yang menyebabkan rasa sakit pada sisi kanan perut, sakit di area punggung atau bahu kanan, tinja berwarna pucat, dan lainnya.

3. Penyakit Hati Kronis

Sebagian besar penderita hepatitis C kronis mengalami penyakit hati kronis. Kondisi ini jika tidak diobati dapat menyebabkan gagal hati total.

4. Masalah Kulit

Efek dari penyakit hepatitis C selanjutnya yaitu masalah kulit. Jesse P. Houghton, MD, direktur medis gastroenterologi di Southern Ohio Medical Center, AS, mengungkapkan infeksi hepatitis C dapat menyebabkan berbagai jenis ruam.

Masalah kulit yang ia maksud juga meliputi purpura yang teraba, lichen planus, hingga luka pada jari tangan dan kaki.

Selain itu, menurut dr. Arina keluhan lainnya yaitu kulit kuning atau jaundice. “Jaundice pada hepatitis terjadi karena hati sudah tidak berfungsi lagi. Pasalnya, salah satu fungsi hati adalah memecah bilirubin dalam darah,” jelas dr. Arina.

Bilirubin sendiri merupakan senyawa pigmen berwarna kuning yang diproduksi secara normal melalui proses penguraian sel darah merah di dalam tubuh. 

Artikel Lainnya: Fakta Seputar Hepatitis yang Perlu Anda Ketahui

2 dari 3 halaman

5. Gangguan Jantung

Infeksi hepatitis C dapat menyebabkan gagal jantung kongestif. Kondisi ini terjadi akibat pembuluh darah yang mendistribusikan darah dari dan menuju jantung serta paru-paru mengalami kerusakan.

Akibatnya, penderita gagal jantung kongestif dapat mengalami tekanan darah tinggi hingga gagal jantung.

6. Gangguan Saraf

Hepatitis C dapat memengaruhi sejumlah saraf pada tubuh. Akibatnya, penderita hepatitis mengalami rasa seperti terbakar, ditusuk-tusuk, hingga mati rasa. 

Meski begitu, dr. Arina mengatakan mekanisme terjadinya gangguan neurologis pada penderita hepatitis bersifat idiopatik (belum diketahui penyebabnya).

7. Nyeri Otot dan Sendi

Houghton mengatakan 40-80 persen penderita hepatitis mengalami nyeri otot dan sendi. Peradangan yang menyerupai rheumatoid arthritis tersebut juga menyebabkan beberapa otot dan sendi bengkak.

8. Gula Darah Terganggu

Sejumlah penelitian mengungkapkan, hepatitis C dapat meningkatkan faktor risiko diabetes tipe 1 dan 2.

“Hal ini disebabkan oleh sirosis, sehingga fungsi hati tidak maksimal. Sirosis inilah yang menyebabkan resistensi insulin, sehingga memicu diabetes,” jelas dr. Arina.

9. Gangguan Mental

Houghton mengatakan penderita hepatitis C juga dapat mengalami gangguan mental akibat kelelahan, depresi, dan gangguan kognitif, terutama ingatan.

“Kelelahan bisa disebabkan oleh infeksi virus. Adapun gangguan mental lainnya bisa terjadi karena stigma soal hepatitis C kronis yang kerap dikaitkan dengan penyalahgunaan zat tertentu,” jelasnya.

Penyalahgunaan narkoba, jarum suntik, dan alkohol dapat meningkatkan risiko seseorang terinfeksi hepatitis C.

Itu dia bahaya hepatitis C yang tidak diobati. Jika ingin tanya lebih lanjut seputar hepatitis, konsultasi ke dokter via LiveChat.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar