Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Anak Sakit di Saat Pandemi, Ini Langkah-Langkah Perawatannya

Anak Sakit di Saat Pandemi, Ini Langkah-Langkah Perawatannya

Anak sakit saat pandemi, jangan langsung panik! Ikuti beberapa langkah di bawah ini untuk mengatasi anak yang sakit di kala pandemi virus corona.

Baik saat pandemi maupun tidak, kejadian anak sakit terkadang tak bisa dihindarkan. Saat ini terjadi, mungkin Anda menjadi amat khawatir. 

Pasalnya, penuhnya rumah sakit selama pandemi virus corona membuat kesehatan si kecil semakin berisiko saat dibawa ke sana.

Nah, alih-alih panik, sebaiknya ayah dan ibu terlebih dahulu mempertimbangkan beberapa langkah penanganan anak sakit saat pandemi. Mau tahu bagaimana penangananya? Simak penjelasannya berikut.

1 dari 3 halaman

Penanganan Anak yang Sakit di Saat Pandemi

Berikut panduan langkah-langkah mengatasi sakit saat pandemi virus corona.

1. Berkonsultasi dengan Dokter

Menurut dr. Atika, saat mendapati anak yang sakit di saat pandemi COVID-19, hal yang pertama yang perlu orang tua lakukan adalah berkonsultasi secara online dengan dokter.

Beri tahu kondisi anak dengan jelas dan detail, agar dokter dapat mendiagnosis penyakit apa yang menyerang plus cara penanganannya di rumah.

Artikel Lainnya: Penyebab Perut Anak Terasa Panas dan Cara Mengatasinya

“Menangani sakit anak saat pandemi tergantung penyakitnya. Misalnya, baru hari pertama demam, coba berikan parasetamol dulu lalu kompres hangat, dan berikan anak minum yang banyak. Kalau tiga hari tidak mereda juga bisa manfaatkan telemedicine,” ucap dr. Atika.

2. Berikan ASI Lebih Sering

ASI bisa menjadi penawar yang baik untuk bayi yang sakit. Cairan alami ini dapat membantu bayi untuk melawan penyakit, mencegah penurunan berat badan, dan pulih lebih cepat. Menyusu juga memberikan kenyamanan bagi bayi yang sedang sakit.

Jika bayi terlalu lemas untuk menyusu, perah ASI. Berikan dengan botol susu atau disendokkan secara perlahan.

3. Tetap Cukupi Nutrisi Mereka

Melansir laman UNICEF, bayi dan anak yang sakit membutuhkan lebih banyak makanan dan cairan untuk mengganti nutrisi yang hilang akibat demam, diare atau sakit lainnya. 

Anak perlu didorong untuk terus makan dan minum sebanyak mungkin. Hal ini juga berlaku untuk si kecil dengan diare setelah mengonsumsi makanan dan minuman. 

Jika nafsu makan anak Anda menurun, dorong dia untuk makan sedikit tapi berikan lebih sering. Tawarkan makanan yang mudah dicerna seperti bubur dan sup. Hindari makanan pedas atau berlemak. 

Pada anak dengan diare akan kehilangan banyak cairan. Penyedia layanan kesehatan mungkin akan merekomendasikan pemberian obat untuk membantu menyeimbangi cairan yang hilang dalam tubuh.

4. Tempatkan Anak pada Ruangan yang Berventilasi 

Kondisi kamar juga sangat berpengaruh pada kondisi anak yang sedang sakit. Tempatkan anak Anda pada kamar dengan ventilasi yang cukup. Atur suhu ruangan yang membuat si kecil nyaman. 

Ruangan yang terlalu panas dan kurang ventilasi dapat membuat anak yang sedang sakit merasa lebih buruk.

Artikel Lainnya: Anak Sehat Selama di Rumah, Ibu Harus Siapkan Perlengkapan Medis Ini!

5. Konsumsi Obat dan Vitamin Sesuai Anjuran Dokter

Menurut dr. Atika, tidak semua anak sakit saat pandemi perlu mengonsumsi obat. Untuk memastikannya, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Jangan menggunakan obat orang dewasa untuk anak karena kondisi tubuhnya berbeda.

Jangan pula membeli obat tanpa resep dokter atau menggunakan resep obat orang lain. Konsumsi obat tidak sesuai dosis dapat memperburuk kondisi anak.

2 dari 3 halaman

Bagaimana Jika Anak Tidak Kunjung Membaik?

Bila tak juga membaik setelah melakukan langkah di atas selama lebih dari tiga hari, bisa jadi anak membutuhkan penanganan medis segera.

Beberapa gejala yang perlu Anda amati pada anak sakit saat pandemi antara lain:

  • anak terlihat sangat sakit;
  • memiliki masalah pernapasan;
  • lubang hidung yang terengah-engah setiap kali bernapas;
  • mengalami bingung atau kelelahan;
  • mengalami nyeri dada;
  • memiliki kulit dingin, berkeringat, pucat atau bernoda; dan
  • memiliki sakit perut yang sangat parah.

Artikel Lainnya: Ini Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang Saat Sakit

Ingat-ingat juga apakah anak baru saja berkontak erat dengan seseorang yang terpapar virus corona, berada di kerumunan, atau menunjukkan gejala COVID-19. Kalau iya, pertimbangkan untuk anak menjalani tes PCR atau swab antigen.

Anda bisa membawa anak ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan langsung oleh dokter. Tetaplah patuhi protokol kesehatan saat membawa si kecil ke klinik, puskesmas, ataupun rumah sakit.

Jangan menunda untuk berkonsultasi dengan dokter saat anak sakit selama lebih dari tiga hari. Penanganan yang tepat dan cepat dapat membantu kondisi si kecil.

Anda bisa memanfaatkan layanan telemedicine dengan dokter di tautan ini.

(HNS/AYU)

3 Komentar