Sukses

Bahasa Cinta Anak yang Perlu Dipahami Orangtua

Memahami bahasa cinta anak dapat membuat orangtua menjadi lebih mengerti kondisi si buah hati. Yuk, cari tahu agar Anda tidak sampai mengecewakan si kecil!

Bahasa cinta tak hanya dimiliki oleh sepasang kekasih yang dimabuk asmara. Hal tersebut juga bisa dimiliki oleh anak, yang biasanya dilakukan untuk menunjukkan rasa cinta kepada kedua orangtuanya.

Sebagai orangtua, mengetahui bahasa cinta anak dapat membantu memahami cara menyikapi kondisi-kondisi yang dialami si kecil, misalnya kala menangis, atau ketika hendak memberikan reward atas pencapaiannya. 

Artikel Lainnya: Hal-hal yang Sering Jadi Penyesalan Orangtua terhadap Anak

1 dari 3 halaman

Mengetahui Bahasa Cinta Anak

Ikhsan Bella Persada,M.Psi., Psikolog mengatakan, mengetahui bahasa kasih anak dapat membuat orangtua lebih mampu memberikan kasih sayang kepada buah hatinya.

“Memahami bahasa kasih anak dapat mempermudah orangtua dalam mengatasi rasa frustasi yang biasanya dialami saat mengasuh. Karena, kita sudah mengetahui apa yang saat ini sedang dibutuhkan oleh anak,” ucap Ikhsan. 

Jika anak tidak mendapatkan bahasa kasih yang tepat dari orangtuanya, hal itu dapat membuatnya merasa kurang diperhatikan. Kondisi seperti ini bisa meningkatkan risiko gangguan kecemasan dan penurunan percaya diri pada anak.

Melansir dari care for the family, konsep bahasa cinta diperkenalkan pertama kali oleh dr. Gary Chapman. Menurut dr. Gary, anak-anak mengekspresikan dan menerima cinta dalam 5 cara yang berbeda.

Oleh karena itu, orangtua perlu mengetahui semuanya agar dapat mengetahui bahasa cinta mana yang anak gunakan.

“Orangtua bisa mengetahui bahasa cinta anak dengan memperhatikan hal-hal tersebut, mana yang membuat anak menunjukkan perasaan senangnya,” ucap Ikhsan.

“Kemudian, orangtua bisa tanyakan langsung kepada anak, mereka paling merasa senang atau merasa disayang ketika orangtuanya melakukan hal yang seperti apa,” sambungnya.

Artikel Lainnya: Anak Broken Home Trauma Menjalin Hubungan Asmara, Apa Sebabnya?

2 dari 3 halaman

Macam-Macam Bahasa Cinta Anak

Berikut ini 5 bahasa cinta dan bagaimana cara orangtua menerapkannya kepada anak:

  1. Bahasa Cinta Melalui Kata (Words of Affirmation)

Apakah anak Anda termasuk orang yang senang mengungkapkan kasih sayang melalui kata-kata? Jika ya, ini artinya dia memiliki bahasa cinta word of affirmation.

Anda dapat membuat anak senang dengan memberikan mereka pujian, misalnya terkait gaya pakaian, atau hal baik yang ia lakukan di hari itu. 

Letakkan pula tulisan yang bernada semangat di meja belajarnya. Katakan hal-hal positif tentang anak kepada orang lain, dan biarkan mereka mendengar.

  1. Bahasa Cinta Melalui Tindakan (Act of Service

Ketika bahasa cinta utama seorang anak adalah sebuah tindakan atau aksi, mereka akan merasa dicintai maupun dihargai ketika orangtua melakukan suatu tindakan nyata untuknya. 

Contoh tindakan nyata yang dimaksud, seperti membantunya mengisi ban angin sepeda, memberikan dukungan pada hobi yang ia senangi, atau membuatkan makanan kesukaannya.

Anak yang menjunjung act of service akan sangat menikmati ketika orang lain melakukan hal-hal kecil untuk mereka.

  1. Bahasa Cinta Melalui Sentuhan fisik (Physical Touch)

Anak dengan bahasa cinta physical touch akan merasa dicintai jika mendapatkan sentuhan yang lembut dari orangtuanya. 

Sentuhan tersebut dapat meningkatkan oksitosin alias hormon cinta dan kasih sayang, sehingga anak akan merasa sangat disayang oleh orangtuanya.

“Jika anak memiliki love language physical touch, Anda bisa menyenangkannya dengan menggandeng tangannya, memeluk, mengusap, atau menciumnya untuk membuatnya merasa dicintai,” ucap Ikhsan.

Artikel Lainnya: Anak Jatuh Cinta pada Pria Lebih Tua, Ini yang Perlu Dilakukan Orangtua

  1. Waktu Berkualitas (Quality Time)

Jika anak memiliki bahasa cinta quality time, mereka akan merasa senang saat bisa menghabiskan waktu bersama keluarga. Orang dengan bahasa cinta ini mencari kualitas daripada kuantitas. 

Saat anak bercerita, letakkan ponsel, lakukan kontak mata, dan dengarkan secara aktif. Hal ini membuatnya merasa dihargai. 

  1. Hadiah (Gifts)

Bagi anak yang bahasa cintanya gifts, pemberian hadiah dapat menjadi simbol kasih dan sayang. Mereka tidak hanya menghargai hadiah tersebut, tapi juga waktu dan usaha yang dilakukan untuk memberikannya. 

Anak dengan bahasa cinta gifts tidak serta-merta mengharapkan hadiah yang besar atau mahal. Mereka lebih menghargai ‘usaha’ Anda untuk mendapatkan hadiah yang tepat untuknya.

Jadi, jika Anda meluangkan waktu untuk memilihkan hadiah khusus untuk anak, hal itu akan membuatnya berpikir bahwa mereka benar-benar dikenal dan disayangi. 

Kini Anda sudah tahu apa saja bahasa cinta anak, bukan? Jika kesulitan dalam memahami hal tersebut, tak perlu ragu untuk konsultasi lebih lanjut kepada psikolog melalui LiveChat 24 jam atau aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar